Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 24


__ADS_3

Di pagi yang cerah nampak gadis kecil yang tengah berjalan sendirian menuju sekolahnya dengan ceria dan penuh semangat, ia bertekad untuk merubah dirinya yang dulu pendiam dan penakut agar menjadi anak yang pemberani.


"eh liat tuh si Asty, ngapain dia senyum-senyum sendiri." seru Nuri dengan tatapan sinis dari balik jendela kelas.


"iya ihh, udah gila mungkin dia. kan kemaren kepalanya abis kebentur aspal. hahaha.." tambah Dinar sahabatnya yang kini tinggal satu-satunya.


Nuri dan Dinar tertawa terbahak-bahak melihat Asty sedang menuju ruang kelas, percakapan mereka terdengar oleh Tina.


"eh kalian kenapa sih gak ada kerjaan lain apa selain ngomongin Asty." bentak Tina berdiri di depan meja Nuri dan Dinar.


"ya suka-suka gue lah, mulut mulut gue kenapa jadi lo yang repot sih." seru Nuri dari tempat duduknya sambil melipat kedua tangannya di dada.


"kapan sih kamu bisa berubah, kamu gak pernah ngehargain orang lain. seolah-olah kamu itu yang paling berkuasa di sini. padahal kita kan di sini sama ajah, sama-sama belajar buat cari ilmu. bukan buat jadi jagoan, mending kamu berhenti gangguin Asty deh lebih banyak temen lebih menyenangkan." seru Tina gadis berkepang dua itu..


"ehh sekarang lo berani yaa nasehatin gue." Nuri berdiri dari duduknya dan menggebrak meja.


"dasar cewek culun, gue ga butuh nasehat lo." seru Nuri menjambak sebelah kepangan rambut Tina.


"aw.. aw.. sakit.." Tina merintih kesakitan sambil memegang rambutnya.


Pada saat yang bersamaan Asty tiba di dalam kelas, melihat Tina sedang kesakitan, Asty langsung berlari menghampiri Tina.


"hey berhenti..." teriak Asty melepaskan tangan Nuri dari rambut Tina.


"kamu gak apa-apa kan?" tanya Asty menatap wajah Tina.


"ngga kok, aku ngga kenapa-kenapa." jawab Tina merapihkan rambutnya.


"ohh si gembel mau jadi pahlawan sekarang." seru Dinar yang berdiri di samping Nuri.


"aku bukan mau jadi pahlawan, aku cuma gak mau liat di sekolah masih ada anak yang sukanya main kekerasan." seru Asty memberanikan diri.


"udah pinter ngejawab ya lo sekarang." kesal Nuri mengangkat tangannya hendak menampar wajah Asty.


Asty terdiam dan memejamkan mata bersiap menerima tamparan Nuri, namun tiba-tiba tangan Nuri tertahan oleh sebuah tangan yang nampak kecil namun kokoh.


"jangan main kekerasan di sekolah, gue gak suka liatnya. apa perlu gue laporin ke kepala sekolah?" bisik si pemilik tangan dengan suara beratnya.


Mendengar ada suara lain, Asty mulai membuka matanya perlahan dan betapa terkejutnya ia melihat sosok yang menyelamatkan wajahnya dari serangan Nuri.


"Rehan.." pekik Asty menolehkan wajahnya.


"yaa gue Rehan, masih inget kan." ledek Rehan melepaskan tangan Nuri.

__ADS_1


"yaa ingetlaah, kamu kira aku hilang ingatan apa." jawab Asty dengan polosnya.


"hahaha.. ya udah ayo kita duduk." seru Rehan menarik tangan Asty dengan senyum manisnya.


"ya ampuun.. mimpi apa aku semalem, Rehan senyumnya manis banget siih kayak aktor ftv favoritku." batin Asty menatap kagum pada Rehan.


"wouy.. Asty... kenapa lo bengong, ayo kita duduk." seru Rehan membuyarkan lamunan Asty.


"ahh iya iya... ayo Tina kita duduk." seru Asty mengajak Tina menutupi rasa malunya..


"dan buat lo, gue ingetin sekali lagi yaa jangan main kekerasan di sekolah, apalagi kalo lo berani nyakitin Asty. Jangan nyesel, kalo gue liat lo nyakitin Asty lo bakal terima akibatnya nanti. Catet..!" seru Rehan sambil mengacungkan jari telunjuknya di hadapan Nuri, tanda Rehan mengancam Nuri.


Nuri terpaku menatap Rehan, merasa tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi.


"hah, apa gue ga salah liat tadi. Rehan, belain si gembel itu. Terus dia ngancem gue?" Tanya Nuri menatap Rehan yang tengah berjalan di belakang Asty menuju tempat duduknya. Udah kayak bodyguard nya Asty ajah.


"iya gue juga heran, kemaren si Andri sekarang si Rehan. Mereka kenapa sih pada deketin si gembel itu." seru Dinar dengan ekspresi jijik melihat Asty.


"awas ajah lo Asty gue bakalan terus gangguin hidup lo. gue gak rela kalo geng cowok cool pada deketin lo." gumam Nuri penuh emosi.


Sementara itu di tempat duduk Asty tengah ramai dengan candaan Rehan, Topan dan Tina.


"han, gue liat dari sini lo tadi udah kayak adegan sinetron di chanel hiu lompat tau." seru Topan dengan ekspresi kagum sambil tepuk tangan.


"woow woow wooww.. tenang cewek-cewek, nanti kita foto bareng. minta tanda tangan, tanda lahir juga boleh." seru Rehan merapihkan kerah bajunya melihat Asty dan Tina yang sedang tertawa.


"ihhh... siapa juga yang mau foto sama cowok tengil kayak kamu." seru Tina masih tertawa geli.


"iyya yaa, terus mana ada juga yang mau minta tanda lahir, buat apa coba. hahaha.." sahut Asty sambil tertawa.


"iya han, gila kali lo mau ngasih tanda lahir. tar nyokap lo bisa-bisa ga ngenalin lo lagi." seru Topan dengan ekspresi serius.


"bego lo, lagian gimana caranya gue ngasih tanda lahir ke orang. mau gue congkel apa." seru Rehan menoyor kepala Topan.


"hehehe iya juga sih." jawab Topan menggaruk kepala yang tidak gatal.


"huuhh.. dasar lu.. eh ngomong-ngomong, kok gue dari tadi ga liat si Andri ya. tumben dia jam segini belum dateng." tanya Rehan heran.


"jyaahhh... lo tetangga gimana sih, masa gak tau. si Andri hari ini gak masuk, dia lagi sakit wouy." seru Topan.


"hah, Andri sakit. kenapa dia ya?" batin Asty cemas.


"gue juga gak tau pasti, kata bang Nico sih dia kecapean." jawab Topan menatap ponsel yang berisi pesan dari Nico.

__ADS_1


"ehh si kulkas bisa kecapean juga yah.." seru Rehan heran.


"gila lo, dia juga manusia kali.." seru Topan membela sahabatnya.


"hehehe.. canda kali bro.." seru Rehan menepuk pundak Topan.


Asty hanya diam mendengar percakapan Rehan dan Topan, dia khawatir dan terus memikirkan keadaan Andri. Melihat sahabatnya terdiam, Tina berinisiatif mengajak mereka menjenguk Andri.


"eh gimana kalo pulang sekolah ini kita jenguk Andri." seru Tina melirik ke arah Asty memberi kode pada Rehan dan Topan agar membawa Asty bertemu dengan Andri.


"iyya benerr ide bagus tuh, gimana Asty lo mau ikut kan jenguk Andri?" ajak Rehan seolah mengerti maksud Tina.


"hmm gimana yaa.." Asty ragu jika ia ikut nanti takut bertemu dengan Mommy Astrid, tapi ia ingin sekali melihat keadaan Andri.


"ikutlah... kemaren kan Andri juga jenguk kamu waktu kamu sakit, dia malah yang paling khawatir lho.." seru Tina menggoda Asty.


"iya Asty, ikut ajah. lagian di rumahnya juga sepi, paling ada bang Nico doang." jelas Topan meyakinkan Asty.


"ikut yaa Asty, gak usah takut kan ada gue." seru Rehan dengan penuh percaya dirinya.


"iya ada lo, lumayan buat nakutin tikus. hahaha" cetus Topan dengan tawanya yang diikuti oleh Tina dan Asty.


"gila lo, muka seganteng ini masa buat nakutin tikus sih." seru Rehan kesal.


"udah udah jangan berantem, iya nanti aku bakalan ikut sama kalian kok." seru Asty melerai keributan Rehan dan Topan.


"naahh... gitu dong, Andri pasti cepet sembuh kalo udah ketemu sama lo." seru Topan senang.


Tanpa disadari Nuri tengah mendengarkan percakapan mereka.


"ohh jadi Andri lagi sakit yaa, ini kesempatan bagus buat gue." gumam Nuri dengan senyum jahatnya.


"kenapa lo senyum-senyum?" tanya Dinar heran.


"gue lagi nyusun rencana. hahaha" jawab Nuri tertawa senang.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2