Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 47


__ADS_3

Ketika Vian sedang asik menatap Asty yang sedang menyeruput mie ayamnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


"ck .. siapa sih, mengganggu saja." Vian berdecak meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja.


[pulang sekolah temui aku di warung seblak samping sekolahmu.]


"cih .. dasar cewek, pada hobi makan seblak. Eh tar dulu, masa iya harus di deket sini sih. kalo keliatan Asty gimana nih."


Raut wajah Vian seketika berubah menjadi gelisah setelah membaca pesan membuat Asty penasaran.


"ada apa?" tanya Asty membuat Vian makin gelisah.


"oh ini, bang Haikal. iya bang Haikal minta di anter ke bengkel nanti pulang sekolah." jawab Vian dengan gugupnya.


Melihat wajah dan cara Vian menjawab yang terasa mencurigakan membuat Asty seketika memiliki ide untuk membuntutinya setelah pulang sekolah.


Suatu kesempatan untuk menyelidiki kebenaran informasi yang di berikan Shela, Asty berfikir ini pasti ada hubungannya dengan informasi yang di dapat dari Shela.


"aku ke kelas duluan ya." seru Asty bangun dari tempat duduknya.


"kamu duluan ajah ya, aku mau nyari Toby dulu." jawab Vian menatap ke arah Asty.


Asty hanya menganggukkan kepalanya dan segera berlalu meninggalkan Vian yang masih duduk di kantin.


Sebenernya Asty tidak benar-benar ke ruang kelas, ia mengintai Vian dari jarak yang tidak diketahui oleh Vian.


"coba ku lihat, apa yang akan mereka bicarakan." gumam Asty menatap Vian yang masih duduk di bangku kantin.


Tak lama kemudian Toby datang dan segera duduk di hadapan Vian.


"apa lagi yang akan dia lakukan." seru Toby dengan raut wajah kesal.


"entahlah, gue juga nggak ngerti. apa nggak cukup semalam kita udah jalan." jawab Vian dengan suara agak keras sehingga terdengar oleh Asty.


"apa, jalan? apa yang tadi malem Shela liat?" gumam Asty.


"terus rencana lo apa?" tanya Toby.


"nanti pulang sekolah dia ngajak ketemuan di warung seblak samping sekolah. Lo ikut gue, nah pas dia lengah lo ambil dah tuh hapenya." jelas Vian sedikit berbisik.

__ADS_1


"apa warung seblak? ngapain dia ke sana?" Asty bertanya-tanya karena obrolan mereka kurang jelas di telinga Asty.


Setelah selesai berbicara dengan Toby, Vian bangkit dari tempat duduknya dan menuju ruang kelas. Melihat Vian berjalan ke arahnya, Asty bergegas keluar kantin terlebih dahulu.


Namun karena langkahnya kurang cepat, Vian melihat Asty tengah berjalan di koridor.


"hey, sayang." Vian berteriak memanggil Asty membuat Asty menghentikan langkahnya.


"aduh.. ketemu juga kan."


Dengan terpaksa Asty menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang dimana Vian sudah berdiri memegang pundaknya.


"kamu dari mana?" tanya Vian kemudian mereka berjalan bersama menuju ruang kelas.


"aku, aku dari toilet." jawab Asty ngasal dan Vian dengan bodohnya begitu saja percaya membuat Asty tenang karena tidak perlu mencari alasan lagi.


"dasar, ganteng-ganteng tapi bodoh juga ya. hahaha .."


***


Sementara di sebuah sekolah menengah atas, seorang gadis tengah duduk di kantin sambil menyeringai.


Hara merasa yakin rencananya untuk memisahkan Asty dengan Vian akan berhasil dan selanjutnya Vian akan menjadi miliknya.


Waktu begitu cepat berlalu, kini tiba saatnya Hara menuju sekolah Vian yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolahnya.


Hara mengendarai sepeda motornya seorang diri, saat ini ia sedang menunggu di seberang sekolah memantau Vian dari jarak jauh. Tak lama kemudian Vian keluar bergandengan tangan dengan Asty, membuat hati Hara terasa begitu panas.


"aku nganterin kamu sampai di sini yah sayang, kamu hati-hati pulangnya. Sebenernya aku gak tega liat kamu pulang sendirian, tapi aku harus nganter bang Haikal ke bengkel. ngga papa ya sayaang." dengan berat hati Vian membiarkan Asty pulang sendirian.


"iya nggak apa-apa kok, lagian kan aku udah biasa pulang sendirian. kamu selesaikan ajah dulu urusannya ya." jawab Asty penuh pengertian.


"emang kamu itu pacar yang baik ya, aku makin sayang deh sama kamu." seru Vian mencubit hidung Asty saking gemasnya.


Vian tidak peduli lagi di mana tempat mereka bermesraan saat ini, menjadi tontonan para siswa jadi hal biasa baginya. Hingga tiba-tiba terdengar suara protes dari sang sahabat serumpun yang sedari tadi berdiri di belakang Vian menanti aba-aba misi selanjutnya.


"wouy, lo pada gak kasian apa sama gue jadi obat nyamuk begini." teriak Toby yang tengah bersandar di gerbang sekolah menyaksikan kemesraan pasangan di mabuk asmara.


"eh sorry bro, gue lupa kalo ada lo. hahaha makanya buruan cari cewek biar gak jadi obat nyamuk terus." ledek Vian.

__ADS_1


"hust .. jangan gitu akh kasian dia. ya udah kalo gitu aku pulang dulu ya, dah.." seru Asty melambaikan tangannya dan meninggalkan Vian.


"dah.. hati-hati sayang." teriak Vian hanya di balas lambaian tangan oleh Asty.


Vian terus menatap langkah Asty, rasa bersalah pun muncul dalam benaknya. Ia ingin segera mengakhiri kebohongan yang selama ini ia lakukan.


"bro, udah nyok. kita beresin tuh cewek gatel, gue udah bosen urusan sama dia terus." ajak Toby menepuk pundak Vian.


"iya, gue juga udah capek bohongin terus cewek gue." seru Vian masih menatap langkah Asty.


Mereka bergegas menuju tempat pertemuan dengan Hara. Hara yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Toby dan Vian menanti Asty membuntuti mereka agar rencananya berhasil.


Awalnya Hara mengira Asty tidak akan kembali, setelah menunggu beberapa saat akhirnya Asty memutar arahnya kembali menuju sekolah.


"bagus anak manis, sepertinya lo udah mulai curiga ya sama cowok lo." Hara menyeringai melihat Asty kembali lagi.


Hara bergegas menuju warung seblak, tempat di mana pertemuannya dengan Vian. Sementara Vian dan Toby sudah duduk menanti kedatangan Hara.


"lama banget sih ulet bulu, nangkring di pohon mana dulu sih dia." seru Toby mulai kesal menunggu.


"yah, lagi makan daun dulu kali dia sebelum makan seblak." jawab Vian asal sambil memainkan game di ponselnya.


Tak lama kemudian Hara datang menghampiri Toby dan Vian yang sedari tadi sudah menunggunya.


"lama amat mba, nyangkut di mana dulu sih?" tanya Toby kesal.


"ya gue siap-siap dulu kan mau ketemu cowok gue." seru Hara dengan percaya dirinya.


"jangan ngimpi lo." ketus Vian.


"galak amat sih, sayang." seru Hara mencolek dagu Vian, ia sengaja memanggil sayang karena ia melihat Asty sudah sampai di tempat mereka berada.


"cepetan lo mau apa minta gue dateng ke sini, hah?" tanya Vian menepis tangan Hara.


"gue mau hubungan kita segera di resmikan, gue bosen pacaran ngumpet-ngumpet begini." seru Hara sedikit mengeraskan suaranya.


"apa, hubungan? jadi mereka udah lama ada hubungan?" Asty bertanya-tanya dalam hatinya.


"gila lo, hubungan apaan? lo itu cuma parasit di hubungan Vian tau." seru Toby mulai emosi.

__ADS_1


"diem lo, gue gak minta pendapat lo." ketus Hara.


Vian masih terdiam mengatur emosinya, namun berbeda dengan Asty yang sedari tadi memperhatikan percakapan mereka, Asty menganggap Vian memang benar-benar telah menyembunyikan hubungannya dengan Hara darinya.


__ADS_2