Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 96


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu...


"Abangku yang baik hati, tolong antar aku ke bengkel ya. Aku mau ngambil motor ku yang sudah selesai di perbaiki." Rayu Kiara pada Arka yang tengah sibuk dengan ponselnya.


Arka diam tak bergeming, dia berpura-pura tidak mendengar ucapan adik kesayangannya itu, pandangannya tetap fokus pada ponsel yang ada dalam genggamannya.


Namun Kiara terus merengek membuat Arka akhirnya mengiyakan permintaan adik yang sangat manja terhadapnya itu. Dari kecil Kiara memang selalu menempel pada Arka, walau mereka bukan saudara kandung.


Kiara anak yang terbilang cukup nakal di sekolahnya, walaupun ia seorang anak gadis tetapi ia sangat senang jika ikut tawuran antar pelajar. Sampai saat ini dia duduk di bangku SMA, ia menjadi siswa yang namanya begitu terkenal di kalangan anak-anak nakal dan cukup di takuti.


Berbeda saat di rumah, ia menjadi anak yang sangat manja terutama pada kakaknya. Ia merasa sangat senang jika di manja oleh Arka, karena Arka selalu membelanya saat di marahi orang tuanya.


Arka bersedia untuk mengantarkan Kiara menuju bengkel, tetapi di tengah perjalanan Kiara meminta Arka untuk berhenti di sebuah pusat perbelanjaan.


"Kiara, abang mau ke kantor ini. Abang turunin kamu di sini terus kamu ke bengkel naik taksi ajah ya." Bujuk Arka dengan lembut berharap Kiara mau mengikuti sarannya.


"Kalo abang gak mau nurutin aku, abang harus nikahin Gisel." Ancam Kiara membuat Arka lagi-lagi menuruti keinginan Kiara daripada harus menikah dengan Gisel.


Kini Arka dan Kiara sudah berada di dalam pusat perbelanjaan, pandangan Arka tertuju pada pasangan suami istri yang tengah duduk berdua. Arka menghampiri mereka dan benar saja, mereka adalah Qenan dan Asty.


Arka memperhatikan perut Asty yang tampak sedikit membuncit dan menenteng paper bag bergambar seorang bayi, Arka menebak jika Asty tengah mengandung buah cintanya dengan Qenan.


Hati Arka seperti tersayat oleh pisau yang tajam, Arka tidak suka melihat mereka berbahagia. Rencana jahat mulai terpikir olehnya, kali ini ia menginginkan Asty hilang dari muka bumi agar tidak ada lagi yang bisa memilikinya.


Bagi Arka, hanya dirinyalah yang berhak memiliki Asty seutuhnya. Mulai saat itu ia berjanji untuk terus membuat Asty merasa tidak nyaman berada di dunia ini, senyum jahat terukir di wajah pemuda yang terobsesi oleh mantan kekasihnya.


Arka menghampiri mereka dengan berpura-pura ramah berharap tidak akan di curigai oleh mereka. Tetapi sayang, mereka tidak sebodoh yang Arka pikirkan. Mereka lebih memilih untuk pergi meninggalkan tempat dimana Arka berada.

__ADS_1


Arka tersenyum sinis menatap kepergian Asty dan Qenan, dalam hatinya di penuhi dengan umpatan-umpatan untuk mereka berdua.


Sementara di pintu keluar pusat perbelanjaan...


Tangan Asty terus mencengkram kuat pergelangan tangan Qenan, belum pernah ia merasakan ketakutan seperti saat ini. Asty yang dulu begitu pemberani, mengalami trauma saat bertemu Arka karena kejadian di masa lalu yang hampir merenggut nyawanya.


"Tenanglah, kau akan aman saat bersama ku." Ucap Qenan membelai lembut kepala Asty.


Kini mereka sudah sampai di tempat parkir, Qenan telah membukakan pintu untuk Asty tetapi tangannya terus di peluk oleh Asty dengan mata yang tertutup.


"Sayang, apa kamu tidak ingin pulang?" Tanya Qenan mengangkat dagu Asty agar bisa melihat wajahnya.


Asty terkejut saat membuka mata dan mendapati tangan Qenan yang terluka karena terlalu kuat di cengkram olehnya.


"Sayang, maafkan aku. Tanganmu jadi terluka begini." Seru Asty memegangi tangan Qenan dan meniup lukanya.


Di dalam mobil, Asty terus menatap ke arah Qenan. Ia merasa sangat bersalah telah membuat luka di tangan Qenan. Melihat Asty yang terdiam menatap ke arahnya, membuat Qenan kembali tersenyum dan sekali lagi meyakinkan Asty jika ia tidak merasakan sakit sama sekali.


"Udah sayang, kamu tenang ajah. Aku nggak kenapa-kenapa kok, luka sekecil ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan melihat mu terluka." Ucap Qenan memegangi tangan Asty dengan lembut.


Qenan mengajak Asty untuk pulang ke rumah karena melihat Asty yang tampak sangat kelelahan setelah mengelilingi pusat perbelanjaan dan juga sempat merasakan ketakutan, kini saatnya Asty beristirahat walau sebenarnya Qenan ingin mengajaknya ke tempat kesukaan mereka berdua.


Namun saat melihat Asty yang tertidur di dalam mobil dengan nyamannya membuat Qenan merasa tidak tega jika mengajak Asty berjalan-jalan lagi.


Tak terasa mobil yang di kemudikan oleh Qenan telah memasuki halaman rumahnya, tetapi Asty tidak menyadari jika mobil telah berhenti. Qenan yang tidak tega untuk membangunkan Asty, akhirnya menggendongnya ala bridal style menuju kamar.


Asty semakin lelap bersandar di dada bidang milik Qenan, mimpinya semakin indah membuat senyuman terukir di wajahnya walau matanya masih terpejam.

__ADS_1


"Bahkan saat tertidur pun senyuman mu tetap membuatku tenang." Gumam Qenan menatap Asty sambil berjalan menaiki anak tangga.


Qenan berjalan begitu lambat seolah tak ingin melepaskan Asty dari gendongannya. Ia merasa tidak tega untuk mengatakan pada Asty jika lusa ia akan meninggalkannya karena ada urusan bisnis di luar kota, Qenan tak ingin terpisah jauh dengan istri yang selalu membuat hatinya merasa bahagia.


Perlahan Qenan merebahkan tubuh Asty di atas tempat tidur king size milik mereka berdua, Asty segera memeluk bantal gulingnya walau dengan mata yang masih terpejam. Kebiasaan unik Asty membuat Qenan selalu tersenyum sendiri melihatnya.


Qenan ikut merebahkan diri di samping Asty kemudian dengan perlahan membawa Asty ke dalam dekapannya dan akhirnya mereka sama-sama terlelap dengan mimpi mereka masing-masing.


Lain cerita dengan pasangan pengantin baru Laras dan Zidan, mereka saat ini tengah sibuk membereskan rumah baru yang akan mereka huni berdua. Mereka telah membeli sebuah rumah sederhana di dekat tempat kerja mereka berdua, rencananya Laras akan mengajak bu Tatum untuk tinggal bersama, tetapi bu Tatum tidak menerima ajakan dari Laras karena merasa tidak ingin merepotkan anaknya. Bu Tatum memilih untuk menempati tempat tinggal lama mereka di kampung halaman.


Setelah selesai membereskan rumah, mereka duduk berdua di ruang keluarga sambil menikmati secangkir teh.


"De, itu si Asty gimana kabarnya sekarang?" Tanya Zidan pada Laras yang tengah menatap layar ponselnya.


"Dia udah mendingan, mas. Sekarang udah nggak mual-mual parah lagi." Jawab Laras menatap ke arah Zidan.


Zidan tiba-tiba saja menggeser badannya hingga menempel pada Laras kemudian menarik lengan Laras hingga masuk ke dalam dekapannya.


"Apa kamu tidak mau segera merasakan hal yang di rasakan oleh Asty saat ini?" Bisik Zidan di telinga Laras membuat Laras bergidik geli.


Laras mengeluarkan tubuhnya dari dekapan Zidan membuat Zidan merasa terkejut dan muncul ide jahil dalam otaknya.


Dalam hitungan detik, Zidan menggendong Laras ala bridal style menuju kamar mereka berdua, Laras yang terkejut hanya bisa berteriak walau akhirnya ia mengikuti alur keinginan Zidan.


Besok mereka sudah harus masuk kerja kembali, hari ini adalah bulan madu terakhir mereka yang harus di gunakan sebaik mungkin.


Gelak tawa selalu terdengar di antara mereka, memang mereka adalah pasangan yang memiliki selera humor yang sama. Makanya mereka selalu merasa nyaman satu sama lain, bahkan di malam pertama mereka pun di penuhi dengan canda tawa.

__ADS_1


__ADS_2