
Matahari telah menghilang di telan gelapnya malam yang bertabur bintang, momy Astrid masih setia menemani Andri duduk di balkon. Andri hanya diam dan fokus pada buku bacaannya.
"gimana sekolahnya?" momy Astrid mencoba membuka pembicaraan menatap ke arah anak bungsunya yang tengah asyik membaca.
"baik-baik saja." jawab Andri singkat dengan pandangan yang tak pernah lepas dari bukunya.
Sedikit ada rasa kecewa yang momy Astrid rasakan karena melihat anaknya yang begitu cuek kepadanya.
"maafin momy ya sayang, selama ini momy gak pernah ada buat kamu. momy terlalu sibuk sama kerjaan, tiap momy pulang pasti kamu udah tidur.” ucap momy Astrid menatap langit dengan sesal..
"hmm.." Andri hanya bergumam dan masih fokus pada bukunya.
Hatinya sudah terlalu sakit setiap mengingat momy nya, kadang merasa iri melihat teman-temannya yang memiliki banyak waktu bersama orang tua mereka terutama dengan ibu.
"ya sudah momy ke kamar dulu, kamu jangan lupa makan yah sayang." momy Astrid mengecup kening Andri dan meninggalkannya.
Tanpa mendapat jawaban dari anaknya, momy Astrid pun melangkahkan kakinya keluar kamar Andri. Batinnya menangis, melihat anaknya yang berubah karena ia tidak bisa selalu ada untuk menemaninya.
Andri hanya bisa diam membiarkan momy nya keluar meninggalkannya, rasa sakitnya telah mengubah rindu menjadi benci terhadap momy nya.
"maafkan aku mom, aku butuh waktu buat kembali lagi seperti dulu." batin Andri berjalan menuju tempat tidurnya dan terbuai dalam mimpinya..
Sementara di dalam sebuah kamar yang bernuansa biru langit terlihat seorang anak perempuan yang masih belum terlelap padahal ia sudah bersiap untuk tidur. Menghadap ke arah langit-langit dengan selimut menutupi tubuhnya hanya menyisakan kepala mungilnya.
"Asty, kamu kok masih belum tidur sayang." bu Tatum membuka pintu mendapati anak bungsunya yang matanya masih belum terpejam.
"sayang, ini udah jam 10 malem loh. besok kamu kesiangan lagi gimana. apa lutut kamu sakit sampe gak bisa tidur?" tanya bu Tatum khawatir .
"nggak bu, udah gak sakit kok. cuma belum ngantuk ajah." seru Asty.
"ya udah, ibu temenin kamu tidur di sini yaa." bu Tatum merebahkan tubuhnya di samping Asty dan memeluknya.
Asty begitu senang bisa tidur dalam pelukan ibu nya, tak lama kemudian mereka pun sudah masuk ke dalam mimpinya masing-masing.
Seperti biasa setiap pagi sering terjadi keributan kecil di rumah keluarga Asty.
"aduhh kakak, lagi nyari apa sih" tegur bu Tatum melihat Laras yang tengah mondar-mandir mencari sesuatu.
"nyari buku tugas sekolah bu, kemarin abis aku kerjain terus sekarang mau d kumpulin. tapi lupa naro nya dimana " jelas Laras sambil celingukan.
__ADS_1
"yang ini bukan." seru Asty mengacungkan sebuah buku bersampul warna biru menghentikan keributan.
"ahh iya bener itu dia. kamu nemu dimana. tapi ga penting nemu dimana, yang pasti bukunya udah ketemu. makasih yaah dek." Laras mengecup mesra kening adik nya yang tengah menikmati sarapan.
"idiihhh maen nyosor ajah sih kak." seru Asty mengusap keningnya.
"hehehee. . ya udah bu, aku berangkat dulu yaa." Laras buru-buru memakai ransel nya dan mencium punggung tangan bu Tatum.
"buru-buru banget kak?" tanya bu Tatum heran.
"iya bu, ada tugas yang belum tau jawaban nya. mau tanya temen sebelum guru dateng. hehehe" jawab Laras sambil tertawa.
Asty tidak ikut dalam keributan kakak dan ibunya itu, dia fokus dengan piring dan sendok nya di atas meja. Melihat Asty fokus pada sarapan nya membuat bu Tatum merasa aneh, biasanya Asty dan kakak nya selalu membuat keributan dahulu sebelum berangkat sekolah entah itu soal meminta di bawakan jajanan oleh kakak nya maupun meminta Laras agar segera pulang karena Asty di rumah sendirian ketika pulang sekolah.
"Asty, kamu gak kenapa-kenapa kan?" tanya bu Tatum khawatir.
"heum.. ngga bu, aku ngga papa kok." jawab Asty dengan mulut penuh nasi goreng.
"kaki kamu masih sakit?" bu Tatum bertanya lagi.
"masih sedikit sakit bu, tapi ngga papa kok Bu, aku masih bisa jalan." jelas Asty.
"ibu anterin kamu sampe ke sekolah ya." bu Tatum memberi tawaran.
"ngga apa-apa sayang, ibu takut terjadi sesuatu lagi di jalan." jelas bu Tatum sembelai rambut anak bungsunya dengan lembut.
"hmm baiklah, tapi kali ini ajah ya bu.." Asty ahirnya menuruti keinginan ibunya.
Setelah semuanya beres, anak dan ibu itu pun berjalan menuju sekolah. Sesampainya di depan gerbang, Asty menyalami bu Tatum.
"aku masuk dulu yaah bu." seru Asty dengan senyuman termanis dan terimut nya.
"iya sayang, hati-hati yaah." bu Tatum mencium kening Asty.
Baru satu langkah Asty meninggalkan ibunya, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika mendengar nama ibunya di panggil oleh seorang wanita cantik.
"Tatum. ternyata anak kamu sekolah di sini." seru momy Astrid dengan melipat kedua tangannya di dada, terlihat angkuh.
"iya, kamu sedang apa di sini?" tanya bu Tatum dengan santai.
__ADS_1
"aku ke sini nganterin anak ku sekalian berangkat ke kantor." jawab momy Astrid masih dengan angkuh nya.
"oh gitu, ya sudah aku duluan." seru bu Tatum tidak menghiraukan kesombongan momy Astrid.
"aku masuk dulu, mom." seru Andri keluar dari dalam mobil dan bergegas menyusul Asty yang berdiri di depan gerbang. "mari tante." Andri menyapa bu Tatum dengan sopan ketika melihat bu Tatum telah berbincang dengan momy nya.
"apa, momy? jadi Andri itu anaknya Astrid" batin bu Tatum menatap Andri.
Andri berjalan menghampiri Asty yang tengah memperhatikan ibu nya dan momy Astrid.
"jadi itu ibu kamu?" tanya Asty sambil berjalan bersama Andri.
Tiba-tiba momy Astrid memanggil "Andri.." teriak Momy Astrid sedikit kesal membuat langkah Asty dan Andri terhenti kemudian menoleh ke arah momy Astrid.
"kamu jangan deket-deket sama anak saya, kamu tuh gak selevel sama anak saya." bentak momy Astrid dan Asty hanya bisa diam.
Melihat anaknya di bentak orang lain, bu Tatum merasa tidak terima dan menghampiri mereka.
"Astrid, kita memang orang miskin. tapi kamu gak bisa se enaknya bentak Asty seperti itu." bu Tatum berdiri di depan momy Astrid, melindungi Asty.
"momy, kita semua itu sama. kita sama-sama manusia, jadi momy gak berhak ngomong kayak gitu." seru Andri kesal dengan momy nya.
"kamu udah berani ngebantah momy ya, gara-gara main sama anak ini." momy Astrid mengarahkan telunjuknya ke wajah Asty.
"udah sayang, sekarang kamu masuk ajah ke kelas. gak usah di fikirin omongan tante ini yaah." bu Tatum berlutut di hadapan Asty menenangkannya.
Mereka pun bergegas menuju kelas meninggalkan momy Astrid dan bu Tatum.
"masalah kamu itu sama aku, jadi jangan pernah kamu berani sakitin anakku." seru bu Tatum kemudian berjalan meninggalkan Momy Astrid.
"awas kamu Tatum.." gumam momy Astrid dengan penuh emosi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....