Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 12


__ADS_3

"Andri..." pekik Tina.


Seruan itu mengejutkan lamunan Andri.


"hah iya kenapa?" tanya Andri kaget.


"kamu mau ngasih roti ke Asty kan? kok malah ngelamun." pandangan Tina mengarah pada sebungkus roti sobek yang ada di tangan Andri.


"ah iya ini.." Andri melangkahkan kaki nya mendekati Asty.


Asty melihat ke arah Andri dengan tatapan heran. "nih anak kenapa sih aneh banget, bengong terus." batin Asty.


"buruan di makan biar ada tenaganya, kamu pasti tadi pagi ga sarapan kan." tanya Andri sok jutek, Asty hanya menganggukkan kepalanya dan melahap roti sedikit demi sedikit.


"liat kalian berdua kayak orang lagi pacaran yah." pekik Tina membuat Asty dan Andri saling bertatapan.


"dih mana ada gue pacaran sama dugong." celetuk Andri.


"eh kamu ngatain aku dugong. Dasar kulkas dua pintu." Asty balas meledek.


Pertikaian pun di mulai, Asty sudah lupa dengan rasa sakitnya karena kembali beradu mulut lagi dengan Andri.


"emang cocok kalian jadi pasangan." gumam Tina menggelengkan kepalanya.


Tak terasa bel pun berbunyi, pertanda sudah waktu nya pulang sekolah. Seharian ini Asty dan Andri tidak masuk kelas karena mereka berdua ada di UKS.


"duhh gimana nih, jadi ketinggalan pelajaran deh." gumam Asty keluar dari UKS.


"nih, kamu catet dari buku aku ajah." seru Tina menyodorkan sebuah buku dengan sampul berwarna ungu miliknya.


"ehh makasih yaa." ucap Asty tersenyum meraih buku dari tangan Tina.


"iya sama-sama. mulai sekarang kita temenan yaa.." seru Tina menatap wajah Asty.


"ahh yang bener ini?" tanya Asty terkejut karena selama masuk sekolah tidak ada yang mau berteman dengannya karena di ancam oleh Nuri.


"iya beneran Asty." jawab Tina meyakinkan Asty.


Asty merasa sangat senang bisa memiliki seorang teman setidaknya ia tidak sendirian lagi di dalam kelas .


Tapi berbeda dengan Andri, melihat hal itu ia merasa curiga karena Tina dulunya adalah sahabat Nuri.


"lo gak ada rencana buruk kan? apa lo pura-pura temenan sama Asty karena di suruh Nuri?" rentetan pertanyaan muncul dari mulut Andri memastikan semuanya aman.


"ya nggak lah Andri, aku juga udah lama gak betah temenan sama dia karena dia selalu berbuat jahat sama anak-anak terutama sama Asty." jelas Tina.

__ADS_1


Mereka pun pulang bersama, Asty dan Tina berjalan berdampingan di susul oleh Andri, Topan dan Rehan berada tepat di belakang mereka. Udah kayak satu geng ajah.


Melihat mereka berceloteh sepanjang jalan, membuat Nuri geram.


"cihh.. lihat tuh si Tina, dia malah temenan sama si gembel daripada ikut sama kita." Nuri menatap tajam ke arah Tina dan Asty sambil melipat kedua tangannya.


"iya si Tina apa-apaan sih dia." seru Dinar.


"liat aja nanti, gue juga bakal ngasih pelajaran sama lo, Tina." pekik Nuri penuh dengan emosi.


Setelah berjalan beberapa menit, Asty sampai di rumahnya lebih dulu.


"kamu gak mau mampir dulu ke rumah ku?" tanya Asty pada Tina.


"hmm lain kali ajah deh, aku belum bilang mama takutnya nanti di cariin." jawab Tina.


"aku kok nggak di ajak mampir sih, aku gak di cariin mama kok." ledek Topan.


"dih, kamu kan cowo mana boleh kesini. aku sendirian di rumah, tar apa kata tetangga." jawab Asty nyengir.


"eh yaudah deh lain kali aja" seru Topan kecewa.


"kamu di rumah sendirian?" tanya Andri khawatir.


"oh ya udah, hati-hati di rumah yaa." seru Andri lembut tanpa sadar mengundang tanda tanya kedua sahabatnya.


"si kulkas tumben amat ngomong kayak gitu ya." bisik Topan pada Rehan.


"ya mungkin dia lagi jatuh cinta." jawab Rehan menngeraskan suaranya.


"ngomong apa lo barusan?" tanya Andri jutek, menyadari tingkahnya yang aneh di perhatikan oleh sahabatnya.


"ah nggak, itu gue mau buru-buru pulang mau liat film yang cowoknya jatuh cinta sama temen nya." jawab Rehan menyangkal.


"ahhh lagian ngapain juga gue khawatir sama cewek ini." batin Andri heran.


Mereka pun bergegas menuju rumah masing-masing. Sementara setelah ganti pakaian dan makan siang, Asty berselonjor ria di depan televisi sambil memakan cemilannya dan menonton ftv, tontonan favoritnya setiap pulang sekolah.


"Assalamualaikum.." kak Laras membuka pintu dan menghampiri Asty.


"Waalaikumsalam.. kak Laras udah pulang." sapa Asty dengan mata tetap fokus pada layar televisi.


"ya udah, kalo belum ngapain di sini." seru Laras ketus. "kamu liat apa sih dek, kecil-kecil juga sukanya nonton cinta-cintaan, mana fokus banget lagi matanya." tambah Laras saat melihat tontonan adiknya itu.


"dihh ya ga papa ya, suka-suka aku mau nonton apa. lagian tuh cowoknya ganteng banget terus ceweknya cantik,siapa tau nanti aku bisa kayak gitu." jelas Asty sambil memakan cemilannya dan mata yang tetap fokus pada layar televisi.

__ADS_1


"terserah kamu deh." seru Laras meninggalkan adiknya ke kamar.


Siang telah berganti sore, matahari akan segera tenggelam di gantikan oleh gelapnya malam. Bu Tatum yang baru pulang kerja terkejut melihat lutut anak bungsunya yang berbalut perban.


"Asty... lutut kamu kenapa?" tanya bu Tatum panik.


"tadi pagi aku jatuh bu, terus lututnya kena pecahan kaca. tapi ngga apa-apa kok bu.." jelas Asty yang tengah berbaring di dalam kamarnya.


"tuh kan bu, Asty udah mulai berubah. sekarang dia udah kuat, gak cengeng lagi." seru Laras bersandar di pintu kamar Asty sambil melipat kedua tangannya.


"iya, tapi lain kali hati-hati lagi yaa. jangan lari-larian, terlambat sekolah lebih baik daripada ngga berangkat sama sekali. jadi, kamu jangan suka buru-buru lagi yaa. guru kamu juga bakalan ngerti kalo kamu gak sengaja telat datang." Nasehat bu Tatum sambil mengelus rambut pendek anaknya itu.


Sementara di dalam rumah yang cukup mewah, terlihat seorang anak lelaki yang tengah mencemaskan seseorang.


"gimana keadaan tuh anak ya, apa kakinya masih sakit." gumam Andri yang tengah duduk di balkon kamarnya sambil memegang sebuah buku. "akhh... kenapa gue jadi malah kefikiran tuh cewek dugong sih." tambahnya melemparkan buku ke sembarang arah.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang menghampirinya.


"momy.." pekik Andri menatap sosok wanita bertubuh langsing dengan wajah yang terawat, terlihat awet muda.


"sayang, kamu lagi apa di sini sendirian?" tanya momy Astrid duduk di samping Andri sambil mengusap lembut punggung Andri.


"ya terus mau ngapain lagi, biasanya juga di sini sendiri. momy tumben udah di rumah?" Andri balik bertanya pada momy nya yang biasanya selalu pulang tengah malam.


"momy kangen kamu nak." seru momy Astrid memeluk Andri dengan erat.


"kemana ajah mom, kenapa baru kangen sekarang? aku setiap hari merindukanmu tapi karena tak terbalas, rindu itu hilang dan berubah jadi benci." batin Andri tanpa membalas pelukan momy nya dan menahan rasa sesaknya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Happy reading 🤗


see you next episode... 😁

__ADS_1


__ADS_2