Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 33


__ADS_3

"hah.. capek banget hari ini."


Gumam Asty sesampainya dirumah ia langsung tengkurep dikasur lantai depan tv tanpa melepas seragam dan ransel yang masih dipunggungnya.


Mencari chanel ftv favoritnya dan pas sekali aktor kesayanganya tengah berakting romantis.


"duuh sweet banget sih, kapan aku punya pacar kayak dia ya. si Rehan kenapa juga tiba-tiba baik banget sama aku.. ahhh kegeeran banget sih."


Asty terus berbicara sendirian sambil menonton tv kadang senyum-senyum sendiri hingga kakaknya masuk rumahpun ia tidak menyadarinya.


"wouy... lagi ngehayal yaa, buka dulu tuh sepatu bau ****** tau."


Laras perlahan menendang kaki Asty yang lurus diatas lantai membuat sang pemilik terkejut.


"buset dah.., masuk rumah tuh salam dulu kek, kaget tau."


Asty langsung duduk dan mengomeli kakanya yang super jahil dengan bibir yang terus manyun.


"budeg lu ya, dari tadi juga udah salam tapi kamu nya lagi ngehayal ya gak bakal denger lah.."


Mereka terus berdebat hingga akhirnya Asty meninggalkan Laras dan mengganti pakaianya.


Setelah berganti pakaian Asty segera makan siang sambil meneruskan tontonan favoritnya.


"de, nanti abis makan ikut kakak latihan ya."


Laras mengajak Asty latihan silat yang sudah sejak masuk SMP dilakukan oleh Laras.


"ahh males lah kak."


"eh tuyul, ini bagus buat jaga-jaga. kamu kan mau masuk SMP, sasaran empuk buat di bully kakak kelas, aku udah gak bisa bantuin kamu lagi lhoo kita udah beda sekolah. kamu masuk aku udh kelas 3 SMA malahan."


Laras terus membujuk Asty agar ikut latihan karena penting bagi Asty untuk melawan ketika dijahili oleh siswa lain.


Asty berpikir sejenak dan akhirnya menuruti kata kakaknya karena ia juga sedang dalam masa perubahan dari penakut jadi pemberani.


Asty ingin sekali berubah agar menjadi lebih mandiri, tidak selalu bergantung dan berlindung pada orang lain.


"okeh sekarang habisin cepetan makannya terus kita siap-siap latihan, sekalian kakak kenalin ke temen-temen soalnya bentar lagi kakak mau keluar dan fokus belajar biar lulus sekolah."


Laras terus nyerocos karena begitu peduli dengan perubahan sang adik. Bagaimana tidak, bu Tatum mengandalkan dirinya untuk membantu Asty agar bisa menanggalkan predikat gadis culunnya.


Akhirnya Asty selesai menghabiskan makanya yang penuh perjuangan karena makan sambil mendengarkan omelan sang kakak.


Setelah itu mereka berjalan menuju tempat latihan yang lumayan dekat, sesampainya mereka disana Asty langsung dikenalkan pada guru dan teman-teman Laras.

__ADS_1


Disana banyak teman seusianya yang sudah lama mengikuti latihan, namun perhatian Asty tertuju pada salah satu pemuda yang parasnya sangat mirip dengan aktor favoritnya yang tadi ia lihat di tv.


"apa mataku ada masalah atau aku terlalu menghayalkanya."


Gumam Asty menatap pemuda itu sambil terus mengucek-ngucek matanya membuat Laras merasa heran melihat kelakuan adiknya.


"heh, kamu kenapa? kelilipan?"


"nggak kak, aku ngga kenapa-kenapa kok."


Asty merasa malu jika harus menceritakan yang sebenarnya pada Laras dan memilih untuk segera mengikuti latihan.


Disepanjang latihan, mata Asty sesekali menatap ke arah pemuda itu seakan ia terhipnotis dan terobsesi untuk menjadi kekasihnya.


Laras merasa aneh melihat kelakuan adiknya sedari tadi dia selalu tidak fokus, selesai latihan Laraspun menghampiri Asty.


"kamu tuuh kenapa sih de, ko ga fokus gitu keliatanya?"


"hehe itu kak, aku liat ada anak yang mirip banget sama aktor favoritku. tapi aku pikir itu cuma halusinasi aku doang."


Asty terkekeh malu menceritakan apa yang dia lihat pada kakaknya. Laras yang penasaran langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Asty dan ia juga terkejut melihat ternyata benar yang Asty katakan.


"hahaha.. kok iya ya, dilihat emang beneran mirip. Dia itu Dani, adiknya Tantri temen sekolah kakak. Dani itu seusia sama kamu lho, dia udah lama ikut latihan disini."


Laras menjelaskan siapa sosok yang diidolakan adiknya itu sambil duduk beristirahat setelah selesai melakukan latihan.


"hah.. kakak apaan sih." Dengan pipi yang memerah terlihat jelas jika Asty tengah merasa malu dan memang tebakan Laras benar, Asty menyukai dan mengkhayalkan Dani adalah pacarnya.


Asty memang senang sekali berkhayal, apalagi menyangkut sang idola. Ia selalu berkhayal memiliki kekasih yang setampan aktor favoritnya, kesempatan sudah didepan mata, seseorang yang mirip dengan idolanya sudah ia temukan membuat kehaluanya semakin meningkat.


.


.


.


.


Beberapa jam setelah latihanpun berlalu, kini malam sudah tiba namun Asty masih terjaga dengan pipi merah meronanya. Bukan karena ia sedang belajar merias wajah, tapi dia masih berkhayal tentang Dani.


"Asty tidur wouy udah malem jangan ngehalu mulu."


Suara Laras menghancurkan lamunan Asty yang tengah berbaring santai diatas tempat tidurnya.


"kakaaa... ngagetin ajah sih, kalo jantungku copot gimana cobaa mau tanggung jawab."

__ADS_1


Asty memarahi Laras yang telah membuatnya terkejut. Laras hanya bisa tertawa setelah merusak khayalan Asty, mendengar keributan dikamar Asty, bu Tatum menghampiri mereka berdua dan segera menyuruh mereka untuk segera tidur.


.


.


.


.


Tak terasaa hari dimana pengumuman kelulusanpun tiba, Asty dan semua temanya dinyatakan lulus.


Sekolah akan mengadakan acara perpisahan dan akan menjadi perpisahan bagi Asty dan Andri juga. Walaupun Andri telah menjauhi Asty namun tetap saja keputusan mommy umtuk membawa Andri sekolah diluar kota tidak bisa dirubah, Andri akan segera berangkat ke luar kota setelah acara perpisahan disekolah selesai.


Dengan menggunakan kebaya berwarna lilac dan sedikit riasan wajah membuat Asty terlihat berbeda. Anggun dan seketika menghilangkan kesan gadis culun yang sering mendapat ejekan dari teman.


"Asty, kamu beneran Asty kan?" Tina terkejut melihat penampilan Asty yang sangat berbeda, tidak hanya Tina yang terkejut tapi Rehan, Topan dan Andri juga merasa demikian.


"Asty, ikut aku sebentar." Andri tiba-tiba menarik tangan Asty dan melangkahkan kakinya menuju taman sebelum terlihat oleh mommy.


"kamu itu kenapa sih, kemarin cuek sekarang tiba-tiba bawa aku kesini. Mau kamu apa sih?"


Merasa kesal dengan perlakuan Andri, Asty melepas dengan kasar genggaman tangan Andri.


"sebelumnya aku minta maaf, aku cuekin kamu atas permintaan mommy. aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu jika aku melanggar mommy, Asty."


"Lalu sekarang kenapa kamu deketin aku lagi? lebih baik kamu pergi, jauhi aku."


Asty memberanikan diri menjawab pernyataan Andri dan berjalan meninggalkan Andri, namun Andri menahan langkah Asty.


"tunggu sebentar, aku memang akan pergi tapi tolong beri aku waktumu sebentar saja."


Andri memegang tangan Asty agar ia tak meninggalkanya, kemudian dengan menahan air matanya Astypun berhenti dan memberikan waktu untuk Andri.


"Aku akan pergi ke luar kota, momy menyuruhku untuk sekolah disana. Sejujurnya sejak awal kita bertemu, aku sudah menyayangimu Asty. Aku tidak berani mengatakan ini karena momy tidak suka jika kita bersama, maafkan aku telah membuatmu terluka."


Andri yang terlihat tampan dengan setelan jas berwarna hitam dan rambut yang disisir rapi tanpa menghilangkan poni sampingnya itu menundukan kepala menutupi kesedihanya didepan Asty.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jgn lupa like dan komennya yaah, biar makin semangat up biar cepet tamat😁


udah greget banget disini pengen cepet di selesaikan, udah berapa bulan gak kelar2 ini🙈


__ADS_2