Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
Rekan Kerja Lama


__ADS_3

Gedung-gedung tinggi berdiri tegak di sepanjang jalan. Keributan suara kendaraan roda dua maupun roda empat terdengar sangat nyaring dan ramai.


Indah yang tengah berdiri di pinggir jalan setelah turun dari mobil angkutan umum celingak-celinguk menatap sekitar dengan perasaan hati yang gundah.


"Hmmmmp." Indah menarik nafas.


"Haaaaah." Indah menghela nafas.


"Detak jantungku semakin kencang."


Wanita itu meletakan tangan kanannya di dada sebelah kiri.


Ia terdiam mematung di pinggir jalan sambil menenangkan suasana hatinya yang tidak stabil itu.


"Indah?"


Tiba-tiba seseorang memanggil. Hal itu membuat Indah refleks menengok ke arah sumber suara.


"Kurnia? Hidayat?" Ucap Indah dengan nada suara kecil.


"Apa kau benar keluar kerja? Kenapa memangnya?" Tanya Kurnia pada Indah dengan mimik wajah yang terlihat sinis.


"Bukan urusanmu," jawab Indah memalingkan pandangannya ke arah bawah dan menjawab dengan nada suara kecil.


"Tentu saja itu urusan kita," ucap Hidayat.


"Kita berdua tidak bisa lagi memandang tubuh mulusmu itu lagi setiap hari," tambahnya.


Mendengar ucapan dari Hidayat barusan, Indah hanya terdiam. Dalam hatinya ia merasa kesal campur senang. Kesal karena mereka adalah salah satu sumber penyebab dirinya resign dari tempat kerjanya yang dulu. Senang karena ia tidak akan bertemu mereka berdua lagi di tempat kerja barunya.


Suasana hening seketika. Pandangan Hidayat dan Kurnia tertuju pada ujung kepala hingga ujung kaki Indah yang sangat pangling apalagi wanita itu sedang mengenakan pakaian putih hitam.


Mereka berdua pun menebak bahwa Indah akan melakukan interview atau sejenisnya di tempat kerja barunya.


Namun Indah kembali menjawab bahwa semua tentang dirinya bukanlah urusan rekan kerja lamanya itu. Ia juga langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Sepanjang perjalanan ia terus berfikir dalam hatinya mengenai Kurnia dan Hidayat. Ia juga masih merasa gundah terhadap tempat kerja barunya itu.


Ia berharap di tempat kerja barunya itu tidak terdapat orang-orang seperti Kurnia maupun Hidyat. Namun karena ia belum mengetahuinya, ia hanya bisa berharap agar yang maha kuasa mengabulkan doanya untuk terhindar dari orang-orang bejat terhadap dirinya.


Dirasa telah jauh pergi meninggalkan Kurnia dan Hidayat rekan kerjanya dulu, ia menengok ke arah belakang untuk memastikannya.


Namun belum juga menengokan kepalanya, seseorang membekam mulut Indah agar tidak berteriak. Tubuhnya diangkat lalu dibawa menuju gang kecil tanpa adanya satupun orang selain Indah dan orang yang membawa dirinya.

__ADS_1


Tentu saja, saat tubuhnya dibawa itu, Indah terus memberontak agar bisa terbebas. Namun apa daya, genggaman orang yang membawa dirinya sangat kuat sehingga ia tidak bisa leluasa memberontak. Pada akhirnya ia hanya bisa mengeluarkan air mata dan pasrah apa yang akan terjadi selanjutnya.


Tidak lama kemudian, orang yang membawa Indah itu menurunkan tubuhnya secara perlahan. Orang yang membawa tubuh Indah kemudian menyogok mulut wanita itu dengan kain hingga mulutnya terbuka lebar. Tidak lupa, kedua tangan Indah juga di ikat agar tidak memberontak.


Mata Indah yang masih terbuka lebar sambil meneteskan air mata, terkejut saat melihat dan tahu bahwa orang yang melakukan hal itu pada dirinya adalah Kurnia. Bukan hanya Kurnia seorang, tapi Hidayat juga terlibat dalam penculikan dirinya itu.


Ekspresi terkejut tergambar dari wajah Indah. Ia tidak menyangka kedua rekan kerja lamanya itu berani melakukan hal kasar padanya.


Indah juga sangat ketakutan saat melihat Kurnia dengan Hidayat tersenyum sinis pada dirinya.


Ia berusaha berteriak kencang walau dalam mulutnya masih tersogok kain. Namun, suara yang dikeluarkan masih begitu kencang terdengar.


Namun, Kurnia dan Hidayat tidak mempedulikan hal itu.


Tidak hanya itu, Kurnia dan Hidayat juga membuka kancing dan melepas baju dari tubuhnya. Dua pria itu juga membuka resleting celana jeansnya dan perlahan melepas celananya itu.


Indah semakin ketakutan pada Kurnia dan Hidayat yang terlihat mengenakan ****** ***** saja.


"Akhirnya, sekian lama hanya berfantasi dengan tubuhmu itu. Sekarang aku bisa mencicipinya juga," ucap Kurnia menjulurkan lidahnya.


"Benar, aku sudah tidak sabar ingin segera mencicipinya," ucap Hidayat yang langsung berjalan menghampiri Indah yang terduduk dengan kedua tangan dan kaki yang terikat dan mulut yang tersogok kain.


"BRUK!"


Hal itu membuat ketiga orang yang berada di lokasi itu terkejut. Kurnia dan Hidayat pun mencari tahu apa yang membuat keributan tersebut.


"Akhirnya, aku mendapatkannya juga."


Seorang pria tiba-tiba berdiri sambil melihat ke arah telapak tangannya yang sedang memegang sesuatu.


Hal itu membuat Kurnia dan Hidayat terkejut bukan main. Mereka juga gemetar saat melihat tubuh pria yang tiba-tiba muncul itu.


Tidak lama kemudian, tatapan pria itu tertuju pada arah Kurnia dan Hidayat. Hal itu membuat mereka mengambil langkah seribu untuk kabur dari lokasi sambil mengambil pakaiannya yang tergeletak itu.


Pria yang baru saja menatap mereka berdua, dibuat bingung atas kaburnya Kurnia dan Hidayat.


Namun, ia tidak mempedulikannya, tatapannya kembali tertuju pada sebuah benda yang berada di telapak tangannya itu.


"Akhirnya, cincin ini bisa aku tangkap juga," ucapnya sambil mengamankan cincin yang dipegangnya ke dalam saku celana.


Karena tidak sadar dengan keberadaan dirinya, Indah berusaha mengeluarkan suara dan menggerak-gerakkan tubuhnya agar disadari oleh pria di belakangnya.


Benar saja, tiba-tiba pria itu menyadari keberadaan Indah yang terikat itu.

__ADS_1


Dengan sigap, pria itu langsung melepaskan tali yang mengikat pergelangan tangan juga kaki Indah.


"Kau baik-baik saja?" Tanya pria itu pada Indah.


Indah yang mulutnya masih tersogok kain, langsung mengambil kain yang berada di dalam mulutnya dan menjawab bahwa dirinya tidak baik-baik saja.


Ia masih merasa syok atas kejadian barusan yang menimpa dirinya.


Salah satu tanda bahwa Indah masih merasa syok adalah gerak nafas dirinya terdengar tidak teratur.


"Sebaiknya kau pulang, biar aku antar," ucap pria yang tiba-tiba muncul itu.


Namun, Indah terdiam. Ia tidak mau pulang karena hari ini adalah hari pertamanya kerja. Ia tidak mau di hari pertamanya itu dirinya bolos dari pekerjaannya.


Namun di sisi lain, ia ingin sekali mengurung diri di dalam kamarnya dan menenangkan dirinya hingga merasa tenang.


Pria itu yang mendengar bahwa Indah tidak ingin pulang, hanya bisa terdiam dan tidak tahu apa yang dirinya harus lakukan lagi.


"Anu, bo...boleh a...aku me...meminta.. sa...satu hal.. da... darimu?"


Dengan perkataan yang terbata-bata, Indah meminta satu hal pada pria itu.


Tentu saja pria itu langsung bertanya, hal apa yang Indah inginkan.


"To...long.. an...tar a...aku pergi.... Me...menuju... Te...mpat... Kerjaku," pintanya terbata-bata.


Tentu saja, pria itu langsung mengiyakan dan mengantar Indah menuju tempat kerjanya.


To Be Continued......


...----------------...


...JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL DENGAN JUDUL...


..."MENGEJAR CINTA YANG SALAH"...


...DENGAN CARA LIKE, COMMENT, SHARE, DAN TAMBAHKAN FAVORIT UNTUK MENDAPATKAN UPDATE BAB TERBARU....


...DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGIKU...


...TERIMA KASIH...


----------------

__ADS_1


__ADS_2