Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 88


__ADS_3

Tiga hari berlalu Asty sudah melakukan perawatan di rumah sakit, kini ia di perbolehkan untuk pulang tetapi masih belum benar-benar sembuh, ia di haruskan kembali memeriksakan lukanya setelah tiga hari.


Qenan ingin selalu merawat Asty, jadi pihak keluarga memutuskan untuk segera menikahkan Qenan dengan Asty agar tidak timbul fitnah ketika mereka berada di dalam satu rumah.


Namun Asty merasa sedih karena harus mendahului kakaknya yang akan melangsungkan pernikahan di bulan depan, Asty terlihat murung memikirkan kakaknya.


Di dalam kamar, Asty yang sudah mengenakan kebaya berwarna putih dan riasan di wajahnya yang natural membuatnya terlihat anggun. Tetapi ia masih saja merasa sedih karena akan melangsungkan akad nikah mendahului kakaknya.


"De.. Udah gak usah terlalu di pikirin, kakak nggak apa-apa kok. Lagian ini demi kebaikan kamu juga kan." Ucap Laras duduk di samping Asty.


Asty tak bisa berkata apa-apa, ia segera memeluk Laras dengan penuh haru. Laras membelai lembut rambut Asty, tak terasa adik kesayangannya yang dulu penakut sekarang telah menjadi seorang yang pemberani dan bisa melewati berbagai macam peristiwa yang bahkan bisa saja merenggut nyawanya.


"Semoga setelah ini tidak akan ada lagi peristiwa yang membahayakan kamu, de. Kakak takut kehilangan kamu." Ucap Laras merapikan rambut Asty.


"Aku tidak akan membiarkan Asty dalam keadaan yang membahayakan nyawanya, kak." Ucap Qenan yang tiba-tiba datang menghampiri Asty dan Laras.


Wajah Qenan tampak berseri-seri, penampilannya yang sudah rapih dengan setelan jas berwarna hitam serta rambut yang di sisir rapi dan menggunakan sedikit gel rambut membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona di tambah lagi dengan senyum manisnya.


Asty tersenyum menatap wajah orang yang pernah ia kejar cintanya dan akhirnya kini ia akan menjadi teman hidup untuk selamanya.


"Aku titipkan dia padamu. Jaga dia baik-baik jangan sampai ia terluka, baik fisik maupun hatinya." Ucap Laras menepuk pundak Qenan.


Akad nikah akan segera berlangsung, Laras menggandeng tangan Asty menuju tempat dimana sudah ada penghulu dan para saksi yang terdiri dari keluarga dan tetangga sekitar.


Saat ini mereka hanya akan melaksanakan akad nikah saja karena Asty masih belum benar-benar sehat, rencananya pesta pernikahan akan di langsungkan setelah Asty sudah sehat kembali.


.


.


Dengan lantangnya Qenan mengucapkan ijab qobul yang kemudian diikuti oleh seruan seluruh saksi yang sangat bersemangat dan tampak bahagia.

__ADS_1


Tangis haru pun pecah pada saat para saksi mengatakan jika Asty dan Qenan sudah sah menjadi pasangan suami istri, Asty mencium punggung tangan Qenan dan kemudian Qenan mencium kening Asty dengan penuh kasih sayang.


Setelah itu mereka menghampiri orang tua masing-masing. Asty menangis dalam pelukan bu Tatum, ia sedih karena tidak bisa menemani bu Tatum lagi karena setelah ini ia akan tinggal di rumah mertuanya.


"Ibu akan merindukanmu. Tapi ibu bahagia karena kamu di nikahi orang yang sangat mencintaimu, semoga kalian bisa selalu bersama sampai maut yang akan memisahkan kalian." Isak bu Tatum memeluk Asty yang juga meneteskan air mata.


Sementara Qenan tengah berada dalam pelukan pak Bagas.


"Sekarang kamu sudah memiliki istri, lebih giat lagi mengurus perusahaan untuk masa depanmu. Kurangi pergaulan mu di luar sana yang hanya akan menjerumuskan ke dalam hal buruk." Pak Bagas menepuk pundak Qenan menasehatinya.


Qenan berpindah mencium punggung tangan dan memeluk erat tubuh bu Rani.


"Jaga Asty baik-baik, dia sudah banyak berkorban demi kamu. Jangan sekalipun kamu menyakiti hatinya, jika itu terjadi mama tidak akan segan mencoret namamu dari keluarga." Nasehat bu Rani mengusap lembut punggung Qenan.


.


.


Kini Asty dan Qenan telah menjadi pasangan suami istri yang berjanji akan saling menjaga satu sama lain.


Pasangan pengantin baru tidak bisa berlama-lama menemui para tamu di karenakan Asty yang masih harus banyak istirahat.


Qenan memapah Asty menuju kamar mereka, langkah Asty yang belum bisa cepat membuat Qenan merasa gemas dan segera menggendongnya ala bridal style.


"Ah.. Kak Qenan, biarkan aku berjalan saja." Teriak Asty melingkarkan tangannya ke leher Qenan.


Tanpa menghiraukan teriakan Asty, Qenan mengencangkan gendongannya agar bisa berlari cepat menuju kamar. Setibanya di dalam kamar, Qenan menurunkan Asty secara perlahan ke atas tempat tidur.


"Aduh.." Lirih Asty memegangi bekas luka di pinggangnya.


Qenan nampak panik melihat Asty yang tengah kesakitan.

__ADS_1


"Sakit sayang, kamu mau apa biar aku yang ambilin." Tawar Qenan panik.


"Nggak usah, kak. Aku mau tiduran ajah, mungkin karena tadi kena getaran jadi sakit." Ucap Asty meringis memiringkan badannya.


"Maafin aku yah, gara-gara tadi aku gendong jadi begini." Ucap Qenan penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa, kak. Aku yang harusnya minta maaf karena malam pertama aku tunda dulu." Ucap Asty tersenyum menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Qenan hanya bisa tertawa melihat kelakuan istri kecilnya itu yang ternyata bisa berpikiran sampai ke sana, ia pun segera memeluk Asty dengan erat.


"Tidak apa-apa sayang, aku akan selalu sabar menunggumu hingga benar-benar sembuh dan setelah itu kita akan segera melangsungkan malam pertama." Ucap Qenan memeluk erat tubuh mungil istrinya itu.


'Selama ini aku sudah mengejar cinta yang salah hingga rasanya aku ingin berhenti mencintai. Tetapi saat ini, aku akhirnya bisa merasakan hangatnya cinta dari pelukan seorang pria yang begitu mencintai ku dan aku pun begitu mencintainya. Terimakasih Ya Allah, Engkau telah memberiku kesempatan untuk di cintai dan mencintai seseorang yang juga menerimaku apa adanya."


Batin Asty ketika berada dalam pelukan Qenan.


.


.


.


Dinginnya malam di balik jeruji besi tidak jadi Arka rasakan karena ia telah membayar mahal untuk kebebasannya.


Kini ia tengah menyesap sebatang rokok sambil menatap pemandangan kota di malam itu dari balkon sebuah hotel. Ia memilih menenangkan diri di hotel milik ayahnya yang berada di tengah kota.


Suara langkah kaki memecah keheningan malam itu, tanpa menoleh ke arah pemilik suara langkah kaki ia bisa menebak siapa dia.


"Ada kabar apa yang kau bawa untuk ku, Kiara?" tanya Arka menatap lurus ke depannya.


"Aku dengar, Asty dan Qenan telah melangsungkan pernikahan." Ucap Kiara duduk di samping Arka.

__ADS_1


"Biarkanlah.. Biarkan mereka menikmati kebahagiaannya saat ini, setelah itu mereka akan merasakan kesedihannya kembali." Ucap Arka menyeringai sambil mematikan rokoknya dengan kasar.


Entah rencana apa lagi yang akan di buat oleh Arka, rasa sakit yang ada dalam hatinya membuat Arka tidak akan melepaskan Asty dengan mudahnya.


__ADS_2