
Hari berlalu begitu cepat semenjak kejadian di rumah Andri, Asty mulai menjauhi Andri dan melupakan rasa yang dahulu sempat tumbuh dalam hatinya. Begitu juga dengan Andri, karena Asty bersikap cuek padanya, ia tidak berani untuk mendekatinya.
Suatu ketika ada murid baru di kelas mereka. Seorang anak perempuan yang begitu cantik rupawan murid pindahan dari kota, ia bernama Bella. Pertama kali masuk kelas, ia langsung terpesona melihat Andri yang tengah duduk bersandar di bangkunya sambil membaca bukunya.
"Ya Tuhan.. ganteng banget tuh cowok." Batin Bella berdiri di depan kelas hendak memperkenalkan diri.
"Coba silahakan perkenalkan diri kamu." seru bu Sisika membuyarkan lamunan Bella.
"Eh iya bu.. perkenalkan nama saya Nabella Anastasya, panggil ajah Bella." Jelas Bella dengan senyum cerianya.
"Waah... Namanya cantik banget sama kayak orangnya." Gumam Topan menepuk pundak Andri dari belakang. Tapi Andri tetap fokus pada bukunya.
"Kebetulan hanya sisa satu bangku yang kosong, kamu bisa duduk di sebelah Andri. Silahkan kamu duduk di sana." Bu Siska mempersilahkan.
"Baik bu.." jawab Bella menganggukan kepala.
"Yes, memang kebetulan yang aku harapkan. Jadi bisa deket sama dia." Batin Bella tersenyum bahagia.
"Hai.. nama kamu siapa?" Tanya Bella mengulurkan tangannya.
"Bukannya tadi bu Siska udah kasih tau." Jawab Andri ketus tanpa gerakan apapun, tetap fokus pada bukunya.
"Hmmm.. untung ganteng." Batin Bella lagi menarik tangannya yang sempat terulur menantikan balasan dari Andri.
"Eh Asty liat tuh, anak baru kayaknya dia genit banget deh deketin Andri lagi." Bisik Tina sedikit kesal.
"Ya udah tin, biarin ajah. Dia kan juga cantik, wajarlah kalo dia deketin Andri udah cocok ganteng sama cantik." Jawab Asty dengan terus memandangi bukunya.
"Ya elah... Di ajak ngomong juga, bukannya nengok malah liatin bae buku. Lama-lama masuk juga tuh ke dalem buku." Seru Tina melipat kedua tangannya menunjukan kejengkelannya terhadap sahabat nya itu.
"Aduuhh... Gitu ajah kok ngambek, nih udah aku tutup bukunya. Ayo mau ngomong apa lagi." Seru Asty meletakan kedua telapak tangannya di pipi kanan kirinya dan memanyunkan bibirnya membuat Tina tertawa melihat wajah Asty yang terlihat lucu.
"Asty... Udah deh, jangan bikin aku sakit perut ngetawain kamu terus.." seru Tina menarik tangan Asty.
"Ya lagian pake acara ngambek segala." Seru Asty.
Tiba-tiba bu Siska mendengar celotehan mereka yang duduk di barisan paling belakang.
"Asty, Tina kalo mau bercanda silahkan di luar saja. Jangan ikut pelajaran ibu." Teriak Bu Siska mengagetkan mereka.
"I-iya bu, maaf." Jawab Asty terbata-bata.
"Kalian ini sebentar lagi mau ujian kelulusan, kalian mau lulus atau tidak. Kalo tidak mau lulus, silahkan keluar saja." Tambah bu Siska.
"Ma-mau bu, kita mau lulus kok." Jawab Tina.
"Ya, makanya belajar yang serius jangan bercanda terus." Seru bu Siska.
__ADS_1
Pelajaran pun berlanjut, semua siswa begitu serius memperhatikan pelajaran. Karena bukan saatnya lagi bagi mereka untuk sekedar saling melempar ejekan hingga membuat suasana kelas menjadi ramai.
Setelah jam pelajaran habis, bel istirahat pun berbunyi menandakan mereka harus mengistirahatkan otak mereka sejenak agar bisa menerima pelajaran berikutnya dengan baik.
"Ahhhh... Akhirnya selesai juga yaa." Seru Tina sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.
"Iya nih, badanku rasanya sakit semua. Perasaan lama banget deh jam pelajaran nya." Jawab Asty memijat pundaknya.
Dari tempat duduknya, diam-diam Andri memperhatikan Asty. Hal itu diketahui oleh sahabat-sahabat, kemudian mereka menghampiri Asty tanpa memberitahu Andri terlebih dahulu.
"Hey kalian, ayo kita ke kantin. Gue yang traktir deeh khusus buat kalian berdua." Ajak Rehan.
"Yeeeyy... Ayo Asty, tunggu apalagi. Rezeki jangan di tolak kan? Hehehe.." seru Tina girang menarik tangan Asty agar bangun dari duduknya.
"Aduh.. iya sabar, nih juga kan mau bangun." Jawab Asty.
"Bro, ayo kita ke kantin." Ajak Topan pada Andri yang masih duduk di bangkunya.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Andri segera bergabung dengan sahabatnya dan meninggalkan Bella yang tengah sibuk menyalin catatan dari buku Andri.
Merekapun berjalan bersama menuju kantin sekolah, Andri berjalan paling depan diikuti oleh Rehan dan Topan kemudian disusul oleh Tina dan Asty. Membuat semua mata tertuju pada mereka terutama pada Andri, cowok paling cool disekolah apalagi sekarang sudah menjadi senior, ketampanannya semakin kuat menarik perhatian para siswi disekolah.
"Ya ampun, kak Andri... Andai aku punya pacar kayak dia. Hmmm.." gumam salah seorang siswi yang tengah berdiri di depan ruang kelas dengan ekspresi kagumnya.
"Wouy.. masih bocah lu udah pengen pacaran ajah, belajar dulu yang pinter biar naek kelas." Seru Tina yang mendengar ucapan siswi tersebut kemudian kembali berjalan menuju kantin.
"Udah napa, Tin. Biarin ajah dia mau ngomong apa, bukannya emang udah biasa kalo cewek-cewek liat Andri jadi kayak gitu." Seru Asty menarik tangan Tina.
"Diem lu.." seru Tina kesal.
Sementara si cowok kulkas itu, tetap melanjutkan langkahnya menuju kantin tanpa menghiraukan apapun seakan ia buta dan tuli. Sesampainya di kantin merekapun memesan makanan kemudian duduk dalam satu meja, membuat semua mata siswa-siswi yang ada di kantin tertuju pada mereka.
"Risih nggak sih, di liatin semua yang ada di sini. Udah kayak maling ajah." Tanya Tina.
"Iya emang kamu udah maling. Maling hatinya aku, eaaaa..." Jawab Topan dengan tawanya.
"Cihh.. kepedean banget lo jadi orang." Seru Tina meledek Topan.
"Iya nggak apa-apa gue kan ganteng." Jawab Topan mengangkat sebelah alisnya..
Andri dan Asty hanya diam sambil menikmati makanan mereka masing-masing. Tiba-tiba Rehan membuka pembicaraan.
"Dri, anak baru itu cantik juga yaa." Seru Rehan sambil menyenggol tangan Andri.
"Ngga, biasa ajah. Masih cantikan yang dulu pernah duduk bareng gue." Jawab Andri santai sambil mengaduk-aduk mienya.
"Uhuk.. uhuk..." Tiba-tiba Asty tersedak.
__ADS_1
"Asty.. pelan-pelan dong makannya." Seru Tina menyodorkan sebotol air mineral, Rehan dan yang lainnya hanya terdiam melihat Asty.
"Maaf... Aku ke toilet sebentar." Asty berdiri dari tempat duduknya dan bergegas menuju toilet sendirian.
"Jadi, lo suka ya sama Asty?" Topan tiba-tiba menembak Andri dengan sebuah pertanyaan.
"Iya.. ehh nggak kok nggak." Jawab Andri gugup.
"Ciyyeee Andri.. jujur ajah gak apa-apa kok, mumpung gak ada orangnya nih." Ledek Tina.
"Apaan sih lo." Seru Andri dengan wajah yang memerah.
Sementara di toilet, Asty tengah bercermin dan berbicara sendiri pada bayangan wajahnya dicermin.
"Aahh... Gak usah kegeeran Asty, dia bilang yang dulu duduk sama dia, mungkin kan bukan aku. Eh tapi, seingat ku dari dulu Andri selalu duduk sendirian. Cuma pas waktu dia suruh aku jadi asistennya ajah aku duduk sama dia. Aaahhh... Ngga ngga, gak boleh geer Asty.." gumam Asty menepuk-nepuk pipinya yang sudah tidak setembem dulu.
Tiba-tiba Asty mendengar seperti suara percakapan telepon.
"iya bener tante, mereka ke kantin barengan. aku liat sendiri kok, Asty pegang-pegang tangan Andri."
Asty mendengar namanya disebut hanya bisa menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya sambil menunggu siapa orang yang telah bercerita yang tidak benar tentang dirinya.
Tak lama kemudian sambungan teleponpun berakhir dan si penelepon keluar dari dalam toilet.
"Oh... jadi selama ini, kamu yang udah ngompor-ngomporin aku." seru Asty berkacak pinggang melihat Nuri yang tengah tersenyum jahat.
"Ups.. ketauan deh, emang bener gue yang ngasih tau tante Astrid biar dia jauhin lo sama pangeran gue." jawab Nuri sambil meledek Asty.
"Kamu..." Asty melangkahkan kakinya menghampiri Nuri dengan penuh emosi.
"apa lo.. berani lo sama gue." ledek Nuri sambil mendorong Asty hingga terjatuh ke lantai.
Selama ini Asty selalu diam saja dengan perlakuan Nuri, tapi kali ini dirasa sudah benar-benar kelewatan. Mengingat tante Astrid yang sudah benci pada ibunya dan sekarang ditambah dengan pengaduan Nuri yang membuat tante Astrid semakin membenci keluarganya.
Tak mau hanya diam, akhirnya Asty bangun dan membalas mendorong tubuh Nuri yang tengah tertawa melihat Asty ada dibawahnya hingga terjatuh dan kini bertukar posisi.
"oh... udah mulai berani yah lo sama gue." seru Nuri bangkit dan menjambak rambut Asty.
Perkelahianpun dimulai, Asty yang sangat kesal sedari dulu selalu direndahkan oleh Nuri tanpa sadar membalas jambakan Nuri kemudian terjadi baku hantam di toilet yang tengah sepi itu ...
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung dulu yaa 😉