Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 14


__ADS_3

Di dalam kelas Asty hanya diam di bangku nya yang dulu, jauh dari tempat duduk Andri. Asty memilih untuk duduk di bangkunya yang dulu karena tidak ingin terlalu dekat dengan Andri.


"Asty kamu kenapa kok ngelamun ajah?" tanya Tina penasaran.


"ahh ngga apa-apa kok Tina. eh iya ini bukunya udah aku salin, makasih ya." Asty menyodorkan buku yang kemarin ia pinjam dari Tina kemudian kembali terdiam.


"ya udah aku tinggal dulu yah." seru Tina berdiri dan meninggalkan Asty sendirian duduk di bangku barisan paling akhir, Asty hanya menganggukan kepala.


Tina yang penasaran menghampiri Andri yang seperti biasa tengah membaca bukunya dengan sangat fokus.


"hey Andri.." Tina menepuk pundak Andri dari belakang.


"hmm.." jawab Andri dengan mata masih menatap buku.


"liat tuh si Asty kok dari tadi diem, ngelamun mulu. kamu apain dia hah?" tanya Tina penuh selidik.


"ngga gue apa-apain." jawab Andri setelah menengok ke arah Asty.


"ngga kamu apa-apain kok dia ngelamun gitu?" Tina masih penasaran.


"dia pasti kepikiran ucapan momy tadi." batin Andri.


"jiaahh... di tanya malah diem , awas ajah kalo ketauan Asty kayak gitu gara-gara kamu." ancam Tina.


Tina memberanikan diri berbicara pada Andri karena ia sudah memutuskan untuk menjadi sahabat Asty setelah melihat ketidakadilan yang di dapat oleh Asty selama di sekolah. Jadi, apapun akan ia lakukan untuk melindungi Asty.


Bel pun berbunyi tanda pelajaran segera di mulai. Semua murid fokus pada guru yang tengah menerangkan di depan kelas tapi berbeda dengan Asty, ia menghadap ke depan dengan tatapannya yang kosong. pikiran nya masih melayang-layang membayangkan percakapan ibunya dan momy Astrid.


"tadi ibu bilang masalahnya antara momy nya Andri sama ibu. sebenarnya masalah apa yaa. aku harus tanya ibu, apa yang terjadi sebenarnya." batin Asty penuh rasa penasaran.


Waktu berlalu, pelajaran yang begitu membosankan bagi anak-anak pun selesai berganti dengan waktu istirahat. Melihat Asty yang sering melamun, Tina berinisiatif mengajak Asty untuk pergi ke kantin.


"Asty, anterin aku ke kantin yuk.." ajak Tina menggoyangkan tangan Asty dan di jawab anggukan oleh Asty kemudian berjalan mengikuti Tina.


Asty berjalan dengan fikirannya yang melayang entah kemana sampai tak memperhatikan jalannya, rasa sakit di lututnya pun sudah terlupakan olehnya.


DUGGGHH....


Terdengar suara pintu yang tertabrak oleh benda keras.

__ADS_1


"Aduuhhh..." Asty merintih kesakitan sambil memegangi jidatnya, merasa pusing ia pun berjalan mundur dan hampir terjatuh. Untung saja di belakangnya ada tangan yang sigap menahan badan Asty.


Satu detik... dua detik.. tiga detik.. mereka saling berpandangan.


"Asty kamu nggak apa-apa?" Tina yang mendengar suara benturan itu langsung berbalik arah menghampiri Asty membuyarkan lamunan Asty dan Andri.


"Aduhh.. lagi ada adegan film india, jadi ganggu nih." batin Tina menutup mulutnya dengan tangan.


"makanya kalo jalan jangan ngelamun." seru Andri menegakan tubuh Asty dengan lembut.


"ah iya maaf maaf.." jawab Asty memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing akibat berbenturan dengan pintu kelas.


"si Tina ganggu ajah nih lagi adegan romantis juga." ledek Rehan yang berjalan di belakang Andri.


"hhee.. iya maaf deh." jawab Tina menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"udah deh ayo katanya mau ke kantin." seru Asty menarik tangan Tina dan berjalan meninggalkan Andri dan kawan-kawan seolah Asty mulai membuat jarak antara dirinya dengan Andri.


"gue tau lo mikirin kata-kata momy, sekarang lo mau jauhin gue. tapi kenapa rasanya gue gak siap jauh dari lo." batin Andri.


"udah deh, jangan lo pikirin kata si Rehan. ayo kita juga ke kantin. laper nih gue." ajak Topan memegang pundak Andri. Kemudian mereka bertiga berjalan menuju kantin.


"Asty.. ayo di makan dulu baksonya itu udah dingin loh." seru Tina mengagetkan Asty yang sedari tadi hanya diam dan mengaduk-aduk baksonya.


"eh iyya. hmm oh iya, makasih yaa teraktirannya." seru Asty mencoba melupakan kejadian tadi pagi.


"sama-sama Asty, biar kamu gak ngelamun terus. dah buruan tuh di makan ntar bisa-bisa beranak cucu di mangkok tuh bakso." Tina mencoba mengajak bercanda agar Asty tidak selalu melamun.


"hahaha.. kamu ada-ada ajah." Asty tertawa mendengar candaan Tina.


Asty dan Tina pun menikmati makan siang nya dengan sesekali berceloteh. Asty sedikit demi sedikit bisa melupakan kejadian itu dan ikut bersenang-senang, berdua bersama Tina.


Dari kejauhan terlihat sepasang mata yang tengah memperhatikan Asty, siapa lagi kalo bukan Andri..


"hmm syukur deh sekarang lo udah bisa ketawa lagi." batin Andri tersenyum sambil mengaduk-aduk es jeruknya.


Rehan dan Topan yang memperhatikan sahabatnya itupun merasa heran melihat Andri senyum-senyum sendiri.


"wouy... lo kenapa senyam senyum kayak gitu." kejut Rehan menepuk pundak Andri.

__ADS_1


"ohh pantesan senyam senyum, lagi liatin bocah." seru Topan setelah meluruskan arah pandangan Andri.


"hmmm.." Andri hanya bergumam dan menyeruput es jeruknya mengalihkan pandangannya..


"kalo suka bilang bos.." ledek Rehan.


Cowok kulkas itu hanya diam dan fokus dengan minumannya tanpa menghiraukan perkataan Rehan karena Andri pun tidak mengerti perasaan apa yang tengah ia rasakan saat ini.


"udah yuk, kita ke kelas. bentar lagi bel masuk bunyi, gue gak mau keduluan sama guru masuk kelasnya." Andri bangkit dari tempat duduknya mengalihkan pembicaraan Rehan.


"eh eh tar dulu napa, nih makanan gue belum abis." seru Topan menatap makanannya.


"udah buruan tinggalin ajah, emang lo ga tau gimana kalo si kulkas ngamuk." Rehan menarik tangan Topan yang tak mau berpisah dengan makanan kesukaannya yang belum di habiskan itu, Topan hanya bisa menatap pilu makanannya yang ada di meja itu. Udah kayak adegan di pisahin sama pacar ajah....


Asty dan Tina yang masih duduk di kantin pun hanya bisa tertawa geli melihat Topan yang begitu menyayangi makanannya itu.


"heran aku, si cowok kulkas bisa punya temen se lebay itu." seru Tina sambil menatap dan menertawakan Topan.


"haha.. iya yaa, aku kira temen nya cowo kulkas bakalan kulkas juga." tambah Asty ikut menertawakan Topan.


"iya terus kita ntar jualan es mambo yaa, banyak kulkasnya sih. hahah..." Tina dan Asty tertawa geli sampai terhenti ketika mendengar bel masuk berbunyi..


Mereka pun bergegas menuju kelas sambil sesekali melanjutkan candaan yang terpotong oleh bel masuk kelas. Baru kali ini Asty merasa senang karena ia bisa memiliki teman di sekolah yang sangat peduli terhadapnya..


"semoga selalu seperti ini, aku sangat senang dan bersemangat untuk pergi ke sekolah." batin Asty.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2