Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 92


__ADS_3

Ruang kerja Qenan yang biasanya terasa dingin, kini menjadi panas saat pasangan suami istri itu tengah bermesraan. Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan setelah melewati berbagai rintangan, akhirnya kehidupan Asty terasa lebih hangat bersama seorang pria yang kini menjadi teman hidup selamanya.


"Kak, bagaimana kita akan menemui dokter jika penampilan kita acak-acakan seperti ini?" Tanya Asty dengan polosnya.


Qenan tertawa sambil mengacak-acak lagi rambut Asty yang sudah berantakan karena Qenan yang telah memaksa Asty menyerahkan ciuman pertamanya. Ya, Asty memang belum pernah berciuman sebelumnya. Ia berjanji jika itu hanya akan diberikannya pada kekasih halalnya, dan kini ia telah memberikannya pada suami yang begitu ia sayangi dan tentunya sangat menyayanginya juga.


Asty berjalan menuju ruangan kecil yang sengaja di buat untuk beristirahat di dalam ruang kerja Qenan, ia merapihkan pakaian dan rambutnya kemudian ia sedikit merias wajahnya kembali.


"Jangan tebal-tebal riasannya, aku tidak suka kecantikan mu tertutup oleh bedak mu itu." Protes Qenan melihat Asty yang tengah menyapukan make up di wajahnya.


"Baiklah suamiku, tersayang." Seru Asty menaruh make up nya di dalam tas dan berjalan mendekati Qenan.


Mereka pun berjalan menuju tempat parkir dengan sangat mesra, Qenan tak pernah melonggarkan tangannya yang ia lingkarkan di pinggang ramping Asty. Siapapun yang melihat mereka pasti akan merasa iri, Qenan seorang pemimpin perusahaan yang tengah berkembang di kotanya itu memiliki paras yang begitu mempesona dengan tubuh proporsional di tambah dengan senyumannya yang mampu mengalihkan perhatian seluruh dunia.


Sedangkan Asty yang dahulu berpenampilan tomboi dan urakan ternyata menyimpan pesona keanggunan di dalamnya, dengan tubuh langsing yang sangat nyaman untuk di rangkul membuat lengan kekar Qenan tak mau lepas dari Asty.


Hingga akhirnya mereka sampai di depan sebuah mobil yang terparkir khusus di halaman parkir kantornya, Qenan dengan senyum manisnya membukakan pintu dan mempersilahkan Asty untuk masuk. Setelah menutup pintu, ia berlari kecil menuju kursi kemudi nya dengan sedikit bersenandung riang memperlihatkan jika saat ini ia tengah merasakan kebahagiaan.


Hari-hari Qenan terasa sangat menyenangkan dan membuatnya lebih semangat sejak kehadiran Asty di sampingnya, mereka saling mencintai dan berjanji untuk saling menjaga.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil menuju rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan Asty.


"Melihat tindakan mu tadi, sepertinya kamu sudah benar-benar sehat." Ucap Qenan sambil memainkan kemudi nya.


"Aku memang sudah sehat, kak. Jadi kita tak perlu ke dokter ya." Bujuk Asty.


Namun Qenan tetap ingin memeriksa keadaan Asty agar ia percaya jika Asty sudah benar-benar sehat.

__ADS_1


Setengah jam perjalanan berlalu, akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Mereka segera menemui dokter karena sebelumnya sudah membuat janji bertemu dengan dokter.


Qenan memilih dokter wanita untuk memeriksa kondisi Asty karena ia tidak ingin pria lain menyentuh istrinya walau itu hanya seorang dokter.


Pemeriksaan telah selesai, kini Qenan dan Asty tengah duduk berhadapan dengan dokter yang sudah memeriksa kondisi Asty.


"Kamu harus benar-benar menjaganya, walaupun dia sudah sehat tetapi tetap saja dia itu wanita yang harusnya kamu jaga, bukan malah dia yang menjagamu." Ucap dokter Rahel yang sedang menulis resep vitamin untuk Asty.


Dokter Rahel adalah sahabat Qenan sewaktu SMA, makanya mereka terlihat akrab dan Qenan mempercayakan pemeriksaan Asty hanya padanya.


"Yah, aku tahu. Kau tak perlu mengajariku." Ketus Qenan melipat kedua tangannya sambil bersandar di tempat duduk.


Asty hanya tersenyum mendengar percakapan kedua sahabat itu. Rahel sangat perhatian pada Asty karena melihat Asty gadis yang baik dan ramah, tidak seperti saat ia melihat Lusy yang tampak angkuh dengan kecantikan wajahnya.


Sebenarnya mereka masih ingin mengobrol lebih lama lagi tetapi karena masih dalam jam praktek Rahel, mereka pun memutuskan untuk menyudahi perbincangan. Setelah mendapatkan vitamin yang di resep kan oleh Rahel, mereka berjalan menuju tempat parkir dengan Qenan yang terus menggandeng tangan Asty.


Tiba-tiba saja langkah kaki mereka melambat ketika sepasang kekasih berjalan di depan mereka, Asty mencengkram erat tangan Qenan yang terus memeganginya.


Qenan berjalan melewati Arka dengan pandangan lurus ke depan, tak memperdulikan kehadiran Arka dan mantan karyawan nya itu. Tetapi Arka menghalangi langkahnya dan tersenyum sinis di hadapan Asty.


"Selamat atas pernikahan kalian, semoga kalian bisa bahagia." Ujar Arka seperti menantang.


Dalam hatinya, Arka tidak ingin melihat Qenan dan Asty merasakan kebahagiaan. Ia masih memiliki rasa dendam pada sepupunya yang berhasil merebut gadis yang sangat di cintai nya, walaupun kini sudah ada Gisel di sampingnya akan tetapi ia masih memiliki rencana jahat untuk Asty dan Qenan.


Emosi Qenan terpancing melihat wajah Arka yang terlihat sangat menyebalkan itu, tangannya hendak memberikan pelajaran pada Arka tetapi di tahan oleh Asty yang tidak ingin terlalu meladeni Arka yang setengah waras itu.


"Udah kak, kita pulang ajah." Ajak Asty memeluk lengan Qenan dan mengusapnya.

__ADS_1


Mereka pun berjalan meninggalkan Arka yang tengah tersenyum sinis menatap kepergian Qenan dan Asty.


Sementara Gisel yang kala itu berdiri di samping Arka hanya bisa terdiam memegangi perutnya yang terasa sakit dan mulai lelah terlalu lama berdiri. Arka yang menyadari Gisel tengah kesakitan segera memapahnya ke dalam rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.


"Kau harus sehat kembali, aku masih membutuhkanmu." Bisik Arka yang tengah memegang kedua pundak Gisel.


Gisel hanya bisa tersenyum sambil menahan rasa sakitnya, entah itu ucapan romantis yang terucap dari mulut Arka atau ada maksud lain di baliknya.


Di dalam mobil, Qenan mengemudi dengan wajah yang kesal dan tidak berbicara satu katapun. Tidak seperti biasanya yang selalu tersenyum dan menatap ke arah Asty, kini ia hanya menatap lurus ke jalan di depannya.


Asty yang merasakan suasana berbeda di dalam mobil memberanikan diri untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat Qenan berubah suasana hatinya.


"Kak, apa kamu marah padaku?" Tanya Asty menatap ke arah Qenan walau wajahnya tampak sangat marah.


Qenan terdiam sejenak menyadarkan dirinya jika dia sedang berada di samping gadis yang sangat ia sayangi dan Asty juga terdiam setelah menanti Qenan yang tak kunjung menjawab pertanyaannya.


Qenan melirik ke arah Asty yang terlihat sedih dan memutuskan untuk memejamkan matanya, Qenan tahu jika dalam hati Asty ia tengah menangis karena Qenan mendiamkannya. Tetapi Qenan tidak bermaksud untuk membenci Asty karena ia hanya kesal atas kejadian tadi, ia tidak bisa memberikan pelajaran pada Arka yang sudah menertawakan nya.


Akhirnya Qenan memutuskan untuk mengajak Asty ke sebuah kedai es krim yang kebetulan mereka lalui.


Asty membuka matanya saat merasakan mobilnya berhenti, ia berfikir jika sudah sampai di rumah. Qenan yang tengah melepaskan sabuk pengamannya menoleh ke samping, menatap Asty dan membantunya melepas sabuknya.


"Ayo, kita makan es krim." Ucap Qenan tersenyum dan merapikan rambut Asty yang terlihat berantakan karena ia baru bangun tidur.


Asty mengedipkan matanya berulang kali, ia pikir masih di alam mimpi melihat Qenan yang kembali tersenyum tepat di depan wajahnya. Hingga Qenan keluar terlebih dahulu untuk membukakan pintu untuknya, baru ia tersadar jika memang sudah berada di dunia nyata.


Asty segera meraih tangan Qenan yang terulur di hadapannya dengan penuh senyuman. Mereka kembali berjalan bergandengan memasuki kedai es krim, aroma yang menyegarkan sudah menyambut mereka di tengah teriknya matahari siang itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, tadi aku hanya merasa kesal pada Arka jika tidak memberikannya pelajaran." Ucap Qenan yang kini sudah duduk berhadapan dengan Asty menanti pesanan mereka tiba.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin kali ini tidak terjadi insiden berdarah lagi. Aku ingin kita tidak akan pernah bertemu dengannya lagi." Seru Asty penuh harap.


__ADS_2