
Di dalam kelas Asty terus melamun memikirkan cerita Elena tadi dikantin.
"hem.. kayaknya aku salah ngejar cinta lagi. capeee... kapan sih aku ngerasain punya pacar kayak mereka." batin Asty terus berteriak.
Melihat mood sahabatnya yang berubah, Elena dan Vina menghampiri Asty dan mencoba untuk menghiburnya. Kebetulan pada saat itu jam pelajaran kosong, jadi para siswa sibuk dengan kegiatan masing-masing, ada yang rumpi ada yang main game dan ada pula yang menjahili teman sekelasnya.
Perhatian Asty tertuju pada Toby, siswa dengan badan tinggi besar yang sangat hobi menjahili Rangga si siswa berkacamata yang super culun dan penakut.
"kasian banget sih si Rangga di jahilin mulu." seru Asty.
"iya ya, tapi mau gimana lagi si Toby punya bekingan." jawab Elena.
"emang siapa?" Asty penasaran karena selama ini ia tidak begitu memperhatikan teman sekelasnya.
"ya ampun Asty lo kemana ajah, bosnya si Toby kan si Vian. Cowok trouble maker yang sukanya maen hakim sendiri." jelas Vania.
"oh.. dia." seru Asty menatap siswa yang tengah duduk dipojokan kelas sambil memainkan ponselnya.
"dia keren sih, anak orang kaya pula. tapi sayang nakalnya keterlaluan. Dia pernah kempesin ban motornya pak Ari depan belakang, mana tukang tambal ban jauh dari sini. Mau dihukum tapi guru ga ada yang berani karena dia anak pemilik sekolah ini." jelas Elena.
"oh ya.." seru Asty masih setia menyimak cerita sahabatnya.
"iya, dia juga jago bela diri. makanya gak ada yang berani lawan dia takutnya tar dia ngamuk, kan bisa bahaya." tambah Vina.
"wahh.. salah itu, harusnya ilmu bela diri tuh dipake buat lindungin orang yang lemah, gak disalahgunain kayak gitu." seru Asty kesal.
Vian yang sedang jadi bahan pembicaraan tiga siswi rumpi itupun merasakan jika dia sedang dibicarakan tapi ia hanya melirik dan memberikan senyum yang sulit untuk diartikan.
*
*
*
Jam sekolah sudah berakhitr, para siswa dan siswi bergegas menuju pintu gerbang begitu pula dengan Asty.
Setelah melewati gerbang sekolah, ia dan sahabatnya pun berpisah. Asty berjalan sendiri menuju rumahnya, ia merasa ada yang memperhatikanya sedari tadi tapi ia cuek saja namun tetap waspada.
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar suara sepeda motor berjalan dibelakang Asty dan memanggil namanya. Tanpa ragu Asty berhenti berjalan dan menoleh ke arah suara tersebut.
"Rehan.." seru Asty terkejut.
"hehe.. maaf aku ngagetin yaa. pulang bareng yuk." ajak Rehan.
"aku kira siapa tadi. ya udah kalo kamu ngajak sih ayo." jawab Asty tertawa diikuti oleh Rehan.
Merasa ada yang memperhatikanya sedari tadi, Asty merasa bersyukur ada Rehan yang datang disaat yang tepat. Merekapun segera meninggalkan sekolah, Asty tidak bercerita pada Rehan jika dia tadi merasa ada yang memperhatikanya karena takut Rehan akan bersikap berlebihan mengingat Andri telah menitipkanya kepada Rehan.
"kamu masih latihan silat?" tanya Rehan ditengah perjalanan.
"masih dong. nih abis pulang sekolah mau berangkat latihan." jawab Asty bersemangat.
"oh syukur deh, aku jadi gak usah terlalu fokus jagain kamu. hahaha." seru Rehan tertawa.
"lagian aku juga gak minta dijagain kok, kayak bayi ajah." jawab Asty memutar bola mata malas.
Tak terasa mereka sudah sampai didepan rumah Asty, Rehan pun langsung pamit pulang. Didepan pintu rumah sudah ada Laras dengan mode isengnya yang bersiap untuk meledek Asty.
"ciyyee... dianterin pulang nih ye,,," Ledek Laras.
Setelah selesai berganti pakaian Asty lanjutkan dengan makan siang sebelum berangkat latihan.
"kamu mau latihan, de?" tanya Laras duduk didepan Asty.
"iya dong kak, bentar lagi aku jadi jagoan haha." seru Asty.
"sombong amat lu de. oh iya de, besok kakak mau berangkat ke kota, kakak udah dapet panggilan kerja. kamu di rumah baik-baik ya jangan nakal, jangan bikin ibu kesel." nasehat Laras membuat Asty terdiam yang tadinya ia sedang tertawa terbahak-bahak.
"iya kak, kakak hati-hati yaa disana. nanti lulus SMA aku nyusul kakak." seru Asty dengan wajah serius.
"cih, baru juga masuk SMP udah berhayal jauh." Laras mulai meledek Asty kembali.
"akh kaka.. bukanya disemangatin adenya ini." seru Asty cemberut.
"ciyee ngambek, iya deh semangat yaa adik kecilku. jangan mikirin ajah punya pacar. hahaha.." Laras tertawa terbahak mengingat adiknya yang ingin sekali memiliki kekasih.
__ADS_1
"kak Laras,..." teriak Asty melihat kakaknya lari meninggalkanya.
Di tempat latihan silat, Asty bertemu dengan Dani. Tapi perasaanya kini mulai biasa saja menanggapi Dani mengingat cerita Elena di kantin waktu itu.
Sepertinya Asty harus mengubur dalam-dalam perasaanya terhadap Dani. Setelah selesai latihan, seperti biasa Asty pulang berjalan kaki menuju rumahnya.
"huh.. cape banget hari ini." gumam Asty berjalan dengan siputpun lebih cepat siput.
Sesekali Asty menghentikan langkahnya dan merasa ada yang sedang mengintainya lagi.
"ini apa lagi sih. maunya apa sih orang, ngefans banget gitu sama aku." gerutu Asty sambil melanjutkan langkahnya.
Tak lama berselang terlihat Toby mengendarai sepeda motornya lewat dihadapan Asty.
"Lah itu kan si kereta kotak, ngapain dia disini? ahh positif Asty, ini kan tempat umum." Asty menenangkan dirinya dan kembali melanjutkan perjalananya.
Sebenarnya Asty sedikit ngeri berhadapan dengan para trouble maker, secara tubuh Asty yang kecil tidak sebanding dengan Toby yang tinggi besar dengan wajah sangar membuat Asty bergidik duluan walau Asty juga sudah menguasai ilmu silatnya tapi ia tidak ingin membuat keributan disekolah.
Sampai dirumah, Asty langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur lantai depan televisi.
"mandi dulu dong sayang." seru bu Tatum dengan lembut membelai rambut Asty yang sudah kusut.
"bentar lagi bu." jawab Asty masih membenamkan wajahnya di atas kasur.
"kalo gak mau mandi, nasib bolu pisang ini bakalan masuk semua ke mulut kakak. hahaha" seru Laras dengan ketawa jahatnya sambil memakan bolu pisang buatan bu Tatum.
"huwaaa... jangaaan." teriak Asty bergegas menuju kamar mandi. "dasar bocah." bu Tatum hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kakak beradik itu.
.
.
bersambung...
hemm otor sedih ga ada yang menghiasi kolom komentar untuk sekedar mensuport, ya mungkin otor juga kelamaan up nya jadi pada lupa deh sama ceritanya.
Mohon maaf up nya lama karena otor yang masih harus banyak belajar, juga sibuk dengan kehidupan nyata. semoga bisa segera menamatkan cerita ini dan berlanjut dengan cerita yang lebih menarik lagi, otor disini hanya sekedar ingin menghibur para readers sejati. harap di maklumi bila candaanya kurang lucu karena otorpun masih tahap belajar. 😂😂😂😂
__ADS_1
salam semangat dari otor remehan nasi ini.🤗