Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 42


__ADS_3

Hara sejak tadi memperhatikan obrolan Toby yang sedang menelpon Vian.


Hara adalah gadis yang menyukai Vian walau usianya berbeda jauh dari Vian, Hara yang duduk di bangku kelas 3 SMA sedangkan Vian baru kelas 2 SMP.


Hara dan teman-temanya biasa nongkrong ditempat balapan liar, melihat Vian yang selalu menang dalam pertandingan dan juga anak orang kaya membuat Hara ingin memiliki Vian, namun Vian tidak begitu tertarik padanya karena bagi Vian mereka bukanlah gadis baik-baik yang bisa merubah dan menemani kesepianya.


"siapa yang sedang jatuh cinta Toby? apakah Vian sedang jatuh cinta pada seseorang?" Hara penasaran dengan obrolan Toby.


"oh tidak, bukan Vian. tadi aku menelpon teman sekelasku." Toby mengelak demi kelangsungan hubungan Vian yang baru seumur jangung.


Toby langsung meninggalkan Hara agar tidak kebablasan membocorkan rahasia yang sedang Vian jalankan.


"hah, lihat saja nanti Toby. gue bakal bikin lo ngomong semuanya." Hara memandang kepergian Toby dengan senyum sinisnya.


Karena tidak ada Vian, Toby berniat untuk pulang ke rumahnya. Namun niatnya di gagalkan oleh Hara, ia dan kawan-kawanya mengajak Toby untuk minum minuman agar Toby bisa membuka suara tanpa harus dipaksa.


Dengan jurus rayuanya, Hara berhasil mengajak Toby ke rumahnya karena dirumahnya tidak ada siapa-siapa. Orang tua Hara sedang pergi ke luar kota menjadikan rencana Hara berjalan dengan baik.


Setelah sampai di rumah Hara, ia dan kawan-kawanya memberikan Toby banyak minuman hingga akhirnya Toby pun mabuk berat.


Kini saatnya Hara memgorek informasi tentang Vian dan rencana yang tengah dijalankanya. Karena rasa cemburu, Hara akan melakukan apapun agar Vian bisa ia dapatkan meskipun Vian selalu mengabaikanya.


"Toby, sebenarnya Vian kemana?" tanya Hara memulai percakapan sambil duduk santai di sofanya melihat Toby terbaring didepanya dalam keadaan mabuk berat.


"haha.. Vian? dia sedang jatuh cinta pada gadis yang sedang menjadi bahan taruhan, hah.." jawab Toby dengan mata yang terpejam dan tangan yang terus berayun.


"apa maksud lo bahan taruhan?" Hara terkejut dan penasaran atas ucapan Toby.


"iyya.. yaa bahan taruhan kita gue, Vian dan bang Haikal. Bang Haikal nantangin Vian buat deketin cewek culun yang benci banget sama kelakuan kita di sekolah. kalo Vian gagal, kita dapet hadiah dari Vian tapi kalo dia berhasil kita gak ngasih apa-apa. hahaha.."


Haikal adalah anak SMA yang tak sengaja bertemu di jalan saat Vian membawa motor dengan kecepatan tinggi. Melihat Vian memiliki bakat akhirnya Haikal mengajak dan mengajari Vian balapan untuk mengasah kemampuanya, mereka sudah seperti kakak dan adik yang sangat akrab.


"tapi sepertinya Vian jatuh cinta beneran pada gadis bar-bar itu, sesuai dengan dugaan bang Haikal. Jadi, lo gak usah coba deketin Vian lagi ya. hahaha bang Haikal emang jago cariin jodoh buat Vian." seru Toby yang tiba-tiba duduk mendekati wajah Hara dan kembali merebahkan diri di lantai kemudian tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Haikal..." geram Hara mengepalkan tanganya. "tunggu dulu, apa maksud lo tadi gadis bar-bar? tapi sebelumnya lo bilang dia gadis culun?" Hara kembali bertanya karena sangat penasaran.


Akan tetapi Toby sudah tidak bisa menjawabnya lagi karena saat ini dia sudah tertidur pulas di atas karpet lantai yang hangat.


"kurangajar, hey bangun lo.. gue belum selesai ngomong." seru Hara menendang-nendang kaki Toby..


.


.


Malam telah berganti pagi, cahaya matahari mulai mengusik tidur Toby.


"heh, bangun lo.!" suara Hara membangunkan Toby yang semalaman tidur di sofa rumah Hara.


"hmm.. apa gue udah di surga ya, di bangunin bidadari begini." gumam Toby mengatur penglihatanya.


"wouy bangun, lo belum mati." teriak Hara menormalkan pikiran Toby.


"astaga.. kenapa gue ada disini. lo apain gue hah?" Toby terkejut dan segera bangkit dan meraba seluruh tubuhnya.


"nih kunci motor lo, sekarang juga lo balik sebelum nyokap bokap gue dateng." tambah Hara memberikan kunci pada Toby dan dengan segera Toby pergi meninggalkan Hara.


Semalam Toby yang tergeletak di lantai, di pindahkan ke sofa oleh Hara dan kawan-kawanya karena badan Toby yang tinggi dan besar membuat mereka kewalahan, setelah itu Toby ditinggalkan begitu saja di atas sofa.


Toby yang kebingungan memilih pulang ke markas tempat Toby dan teman-temanya berkumpul.


Setelah beberapa menit berkendara dengan kepala yang sedikit pening akhirnya ia sampai di markas dan segera merebahkan diri di sofa sambil mengingat-ingat apa yang terjadi.


Tak lama kemudian Haikal juga datang ke markas. "tumben lo udah ada disini, bro?" tanya Haikal duduk di sofa sebelah Toby.


"gue lagi bingung bang, masa tadi pas bangun tidur gue ada di rumahnya Hara." Toby merubah posisi dari berbaring ke duduk sambil mengumpulkan ingatanya.


"lho.. kok bisa sih, semalem pas gue tinggal lo langsung pulang ke rumah kan?" tanya Haikal heran.

__ADS_1


"tunggu bang, tadi malem pas lo balik gue...." Toby terdiam sejenak menyusun puzle ingatanya. "ah iya bener bang, semalem Hara sama gengnya ngajak gue ngopi." seru Toby menemukan ingatanya.


Haikal sedikit terkejut dan mendekat ke arah Toby mencium aroma yang tak asing baginya. "akhh.. bocah, lu bukan ngopi tapi lu minum alkohol." seru Haikal menoyor kepala Toby setelah menemuka aroma alkohol di badanya.


"apa iya bang?" Toby masih bingung sambil mengendus aroma badanya. "ahh.. iya bang gue inget, semalem pas nyampe rumahnya Hara gue dipaksa minum." teriak Toby menepuk jidatnya.


"gila lu bocah, dipaksa terus sampe ketagihan kan lu. pasti banyak yang udah lu minum sampe jadi kayak gini." seru Haikal di balas dengan raut wajah malu Toby.


"Kayaknya Hara sengaja lakuin ini, dia pengen tau sesuatu dari lu yang kalo dia tanya baik-baik lu ga bakalan ngomong." pikir Haikal.


"hmmm... kayaknya ia ngorek masalah Vian bang, soalnya pas gue telpon Vian dia dengerin gue terus dia tanya gitu. aduuhh.. bahaya ini bang.!" Toby mulai panik berjalan mondar-mandir di hadapan Haikal.


"sekarang lu kasih tau Vian, Hara pasti bakal ngrusak hubungan Vian. Secara dia kan gak suka kalo Vian milih cewek lain." seru Haikal.


"iya bener banget tuh bang." Toby langsung meraih ponselnya.


Tuut... tuutt... tuut...


"gimana nih bang, ga di angkat." seru Toby memainkan ponselnya hendak menelpon ulang.


Berulang kali Toby menelpon tapi tak diangkat, ternyata Vian sedang dirumah Asty, ia sengaja mensilent ponselnya agar tidak terganggu.


Vian tengah duduk di ruang tamu menanti Asty yang tengah bersiap untuk jalan bersama Vian.


"minum dulu Vian, si Asty emang suka lama kalo siap-siap. padahal nggak ada yang berubah, haha.." bu Tatum tertawa diikuti oleh Vian.


"aku denger lho bu.," teriak Asty dari dalam kamarnya.


Beberapa menit kemudian Asty keluar dari dalam kamarnya mengenakan celana jeans hitam panjang dengan hoodie berwarna lilac kesukaanya dan mencepol rambut panjangnya ke atas, biasa saja memang.


Tapi dimata Vian, Asty terlihat sangat manis, biasanya ia lihat selalu mengenakan seragam sekolah kali ini ia terlihat luar biasa bagi Vian.


.

__ADS_1


.


bersambung...


__ADS_2