Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 31


__ADS_3

#Flash Back On


Pagi hari sebelum berangkat ke sekolah, seperti biasa Andri dan Nico sarapan terlebih dahulu, namun pagi ini sarapan mereka bersama mommy Astrid. Suasana hening saat sarapan tiba-tiba dikejutkan dengan pembicaraan Mommy Astrid.


"kemarin disekolah, Asty berkelahi dengan Nuri. Benarkah begitu Andri?" tanya mommy Astrid membuka pembicaraan.


"apa? memang benar begitu Andri? bukankah Asty anak yang pendiam?" tanya Nico terkejut.


"benar, tapi bukan dia yang mulai." jawab Andri dengan yakin.


"halaaaah.. kamu masih berani belain dia, uday jelas dia anak gak baik. mommy udah bilang ke guru kamu biar si Asty diskors selama satu minggu." seru mommy Astrid dengan sebalnya.


"what, satu minggu?" Andri dan Nico terkejut sampai bicara bersama.


"itu keterlaluan mommy, mereka kan bentar lagi mau ujian. bisa-bisa Asty gak lulus." tambah Nico.


"oh.. jadi kamu sekarang mulai berani nentang mommy, Nico. pokonya mommy bakal lakuin apapun biar Asty gak bisa ketemu Andri lagi." tegas mommy Astrid.


"mommy aku mohon jangan kayak gitu, aku harus apa biar mommy bisa ringanin hukuman Asty?" Andri memohon dengan tulus dan rela berbuat apa saja agar Asty bisa lulus sekolah.


"mommy pengen kamu harus bikin Asty jauhin kamu." jawab mommy penuh penekanan.


"baiklah kalau itu yang mommy mau." seru Andri dan bangun dari kursinya dengan ransel dipundaknya hendak meninggalkan mommy dan Nico yang sedari tadi tidak berani berucap sepatah katapun.


"tunggu dulu, ada satu hal lagi yang harus kamu lakukan." seru mommy Astrid menahan langkah Andri.


"apalagi mommy? tanya Andri membalikan tubuhnya dengan malas ke arah mommy.


"kita punya tetangga baru dan mommy lihat anaknya cantik seusia kamu. katanya dia sekelas denganmu malah satu meja denganmu." seru mommy Astrid berjalan menuju Andri penuh dengan rencana.


"lalu?" tanya Andri malas.


"kamu ajaklah dia berangkat bareng." pinta mommy.


"yah, nanti kalau ketemu dijalan aku akan mengajaknya." jawab Andri sambil berjalan meninggalkan meja makan.


"tapi mommy sudah menyuruhnya kesini."

__ADS_1


Tak lama kemudian bel berbunyi dan munculah seorang gadis kecil yang terlihat anggun dengan rambut yang terurai dihiasi bandana berwarna merah jambu dengan jam tangan dan tas yang berwarna senada.


"selamat pagi tante." sapa Bela dengan sopan.


"selamat pagi cantik, kamu hampir ajah ditinggal Andri. kamu udah sarapan belum?" tanya mommy Astrid mengelus punggung Bela dengan lembutnya.


"beuh... ngomong sama anak orang ajah lembut, sama anak sendiri kayak singa." gumam Nico hampir tak terdengar siapapun.


"udah tante, saya udah sarapan kok." jawab Bela dengan senyumnya.


"yaudah sekarang kalian berangkat gih, hati-hati yaa Andri bawa sepedanya." pinta mommy Astrid dengan nada lembut membuat Nico ingin memuntahkan sarapanya.


Andri dan Bela pun berjalan bersama menuju garasi tempat sepeda Andri berada kemudian merekapun berboncengan menuju sekolah.


Diperjalanan Andri hanya diam dan terus mengayuh sepedanya, sampai disuatu tempat ia menghentikan laju sepedanya.


"Lho.. kenapa berhenti, bukanya sekolah masih jauh ya?" tanya Bela cemas mengira Andri akan menurunkanya ditengah jalan.


"gue tau maksud mommy nyuruh kita berangkat bareng. Sekarang gue minta tolong sama lo, kita harus pura-pura akrab didepan anak-anak biar mommy percaya kalo kita udah akrab. Tapi inget yaa, cuma pura-pura, lo jangan memanfaatkan keadaan mentang-mentang mommy suka sama lo." jelas Andri penuh penekanan.


"baru pura-pura ajah gue udah seneng banget kok." batin Bela sambil tersenyum.


"dah sekarang lo pindah duduk di depan, biar anak-anak percaya kalo kita akrab. bentar lagi si Asty lewat, kita harus keliatan akrab didepanya." pinta Andri membuat Bela bergegas menaiki sepeda Andri.


"jangan kegeeran lo yaa.." seru Andri lagi kemudian melajukan sepedanya.


#Flash Back Off


"berarti nanti aku pulangnya telat ya bu, soalnya kan bersihin toilet dulu." seru Asty setelah mendengarkan penjelasan bu Tatum yang baru keluar dari ruang guru.


"iya sayang, kamu hati-hati ajah ya.."


"tenang ajah tante, saya temenin Asty sampe selesai kok." jawab Tina dengan semangat.


"jangan, nanti kamu dicariin mamah kamu gimana?" tanya Asty cemas.


"aku udah bilang mamah kok, katanya ngga apa-apa kalo sama kamu sih. kita kan sahabat satu perjuangan." seru Tina terkekeh.

__ADS_1


"ya sudah, tante titip Asty yaa. kalo nakal jewer ajah kupingnya." seru bu Tatum terkekeh meninggalkan Asty dan Tina.


"dihh ibu." seru Asty kesal.


"dah tante, hati-hati yaa." Tina melambaikan tangan pada bu Tatum dan segera menarik tangan Asty menuju kantin. "yuk, aku udah laper nihh."


Merekapun berjalan menuju kantin sekolah melewati lapangan basket, disana terlihat Andri tengah asik mengajari Bela bermain basket.


Melihat hal itu membuat hati Asty secara refleks menghentikan langkahnya, menatap dua sejoli itu terasa sakit kembali dan air mata rasanya ingin sekali jatuh membasahi pipinya yang kini sudah tidak chubby lagi.


"akh.. otaku pasti udah rusak, ngapain juga sih mikirin dia yang lagi seneng-seneng." batin Asty menatap Andri dan Bela tengah asik melempar bola.


Melihat sahabatnya yang terdiam, Tinapun mengikuti arah pandangan Asty tertuju kemana. Setelah tau apa yang Asty lihat, Tina menutup mulut dengan kedua tangannya.


"ya ampun, ya ampun, ya ampun.... si Asty kayaknya cemburu ini." batin Tina melihat ekspresi Asty.


Tanpa basa basi Tina pun menarik tangan Asty agar segera melanjutkan perjalanan mereka menuju kantin, Asty hanya bisa menuruti langkah Tina saja.


Sesampainya mereka dikantin, Asty masih terdiam tapi Tina berusaha mengalihkan perhatiannya.


"heh, kamu mau makan apa? aku yang traktir deh.." seru Tina mengagetkan lamunan Asty.


"eh iya terserah kamu ajah deh." pasrah Asty memang tidak ada jawaban pasti.


Tina segera beranjak dari tempat duduknya untuk membeli makanan dan meninggalkan Asty sendiri.


Mencoba melupakan apa yang dia lihat tadi, Asty malah mendengar bisikan-bisikan yang kurang menyenangkan dihatinya.


"eh tadi liat ngga dilapangan, ada Andri sama Bela lagi main basket. Mereka keliatan cocok ya."


"iya cocok banget, cantik sama ganteng. iihh gemes deh."


"ya iyalah, daripada sama si Asty. Anak cupu kayak gitu mana pantes sama Andri, mana keegeran banget lagi pas dideketin Andri. hahaha"


"kalo aku jadi dia, aku minta pindah sekolah deh udah terlanjur malu soalnya, hahaha,,"


Obrolan mereka begitu jelas ditelinga Asty, entah mereka sengaja atau tidak. Tapi itu membuat hati Asty begitu perih hingga iapun meninggalkan kantin tanpa menghiraukan Tina yang tengah membeli makanan.

__ADS_1


Asty berlari dengan menahan air matanya menuju taman, sampai akhirnya ia duduk ditaman seorang diri dan meneteskan air mata yang sedari tadi ia tahan, sakit tapi tidak berdarah. Itulah ungkapan yang dirasakan saat ini oleh Asty.


Duduk sendiri di taman hanya ditemani bunga-bunga yang ikut merasakan kesedihannya, tiba-tiba datang seseorang mengulurkan tanganya dan memberikan sebuah sapu tangan pada Asty. Tanpa melihat siapa pemilik tangan tersebut, Asty langsung meraih sapu tangan itu untuk menghapus air matanya.


__ADS_2