Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 19


__ADS_3

Sedikit demi sedikit pintu kamar Andri terbuka, Andri dan Nico begitu tegang menantikan siapa yang ada di balik pintu itu, mereka seolah kehilangan nafas untuk beberapa saat.


"Daddy.. " pekik Andri dan Nico berbarengan setelah melihat siapa sosok di balik pintu tersebut.


Akhirnya mereka bisa bernafas lega, ternyata yang masuk tiba-tiba bukan mommy yang sedang di bicarakan.


"panik yaaa... di kira mommy" ledek Daddy Rafael. Daddy memang berbeda dengan mommy, daddy lebih suka bercanda dengan mereka dan membuat mereka merasa nyaman walaupun daddy juga jarang di rumah karena urusan bisnis nya.


"kenapa daddy muncul tiba-tiba hah. bikin jantungan ajah." seru Andri kesal, daddy hanya bisa tertawa melihat wajah tegang kedua putranya.


Setelah beberapa saat tertawa, daddy duduk di dekat Andri dan meletakan tas kerjanya.


"daddy kenapa bisa masuk kesini, bukanya ini belum waktunya daddy pulang?" tanya Nico menatap daddy nya.


"iya, tadi di kantor daddy merasa sangat rindu sama jagoan-jagoan daddy, pas daddy sampe rumah liat mommy keluar dari sini terus kamu juga keliatannya lg ngawasin mommy dari sini, daddy jadi penasaran ada apa. makanya daddy langsung ke sini dan gak sengaja denger pembicaraan kalian berdua."


Andri dan Nico hanya ber oh ria mendengar penjelasan daddy.


"jadi, kamu mau tau kenapa mommy membenci keluarga tante Tatum?" tanya daddy menepuk pundak Andri.


"iya dad, emang bagaimana kejadiannya dulu sampe momny kayak gitu?" Andri balik bertanya dengan sangat penasaran.


"benar yang di katakan abang kamu tadi, mommy dan om Reno memang dulu pernah pacaran tapi putus karena om Reno mergokin mommy lagi jalan sama temen kampusnya. Saking cintanya mommy sama om Reno, mommy ga rela di putusin gitu ajah."


"lah kan salah mommy sendiri kenapa selingkuh." dengan kesal Andri memotong pembicaraan daddy.


"ya, di mata orang lain memang itu kesalahan mommy. tapi kenyataannya mommy di jebak oleh anak kampus yang tidak suka sama mommy agar hubungan mommy hancur."


"kasian juga mommy." celetuk Nico.


"dulu Mommy sampai depresi karena hubungan yang sudah dia bangun sejak lima tahun lamanya harus berakhir begitu saja. Daddy merasa kasihan melihat mommy, daddy menjadi satu-satunya orang yang selalu ada buat mommy dulu. hingga akhirnya depresi mommy semakin menjadi ketika mengetahui bahwa om Reno menikah dengan tante Tatum sahabat kami sendiri.


Baru menikah beberapa bulan, tante Tatum mengandung anak pertama. Tak tahan melihat kebahagiaan mereka, akhirnya mommy meminta daddy untuk menikahinya."


"jadi mommy nikah sama daddy karena iri melihat mantannya?" tanya Nico kaget.


"ya, tapi daddy sejak dulu sangat mencintai mommy kalian. Berharap depresi mommy kalian sembuh, daddy dengan senang hati menuruti permintaan mommy." seru daddy tersenyum.

__ADS_1


"jadi sejak mommy pacaran sama om Reno, daddy udah suka sama mommy? terus kalian berempat itu kan sahabatan? aneh banget deh, gimana rasanya suka sama pacar sahabat sendiri" gantian tinggal Andri yang terkejut.


"begitulah cinta, tidak memandang apapun yang terjadi. tapi daddy hanya bisa diam, karena bahagianya mommy menjadi bahagianya daddy. Pada saat mommy sedih, hati daddy begitu sakit melihatnya. tapi inilah yang sekarang terjadi, mungkin mommy memang tercipta untuk daddy yang selalu sabar menerima kenyataan." seru daddy dengan tatapan yang jauh ke masa lalunya.


"hmmm cinta memang aneh yaa." gumam Nico.


"terus daddy gimana rasanya orang mommy kan nikah sama daddy cuma buat ngobatin sakit hatinya ajah, cinta daddy bertepuk sebelah tangan dong?" tambah Nico.


"walaupun mommy gak cinta sama daddy, tapi cinta dan kasih sayang daddy hanya untuk mommy tidak akan ada wanita lain di hati daddy. apalagi sekarang daddy udah punya jagoan-jagoan yang ganteng ini, cinta daddy semakin besar dan akan terus bertahan dalam keadaan ini. Daddy yakin suatu hari nanti mommy akan berubah. daddy gak akan pernah menyesali keputusan daddy." seru daddy dengan senyum bangganya.


Tanpa di sadari, mommy tengah berada di balik pintu hendak mengetuk tapi malah mendengarkan pembicaraan mereka.


"dasar cowok-cowok rumpi." mommy tersenyum sinis.


Beberapa menit yang lalu setelah selesai membersihkan diri, mommy menyiapkan makan malam. Tidak seperti biasanya, malam ini mommy begitu semangat menyiapkan makan malam untuk dirinya dan anak-anaknya. Mommy tidak mengetahui kalau daddy sudah sampai di rumah karena biasanya daddy selalu pulang larut malam.


"ah... selesai juga, sekarang tinggal panggil anak-anak deh." seru mommy tersenyum memandangi makanan yang sudah tertata rapi di atas meja makan.


Mommy pun segera bergegas menuju kamar Andri, meniti anak tangga dengan penuh kegembiraan pasalnya mommy sangat jarang makan malam bersama anak-anaknya.


"kok kayak suara mas Rafa." gumam mommy hendak mengetuk pintu namun mengurungkan niatnya dan mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu.


Setelah percakapan mereka selesai, mommy pun membuka pintu kamar secara tiba-tiba membuat terkejut seisi kamar.


"mommy .." seru mereka bertiga.


"iya, kenapa emang nya?" tanya mommy melipat kedua tangannya, memperlihatkan raut wajah yang sangat kesal.


"waduhh gawat, jawab apa nihh." batin Nico kebingungan menatap ke arah Andri dan daddy yang sama-sama memperlihatkan raut wajah kebingungannya.


"emmm... mommy, katanya mau makan malem bareng. yuk, aku udah laper nih." ujar Andri mendinginkan suasana.


Mommy terdiam sejenak, masih dengan posisi dan raut wajah kesalnya.


"Mommy, kalo mommy mau marah sama daddy ajah jangan sama anak-anak. kasian anak-anak ngga tau apa-apa." bisik daddy merangkul pundak mommy.


Astrid hanya diam, mengingat kata-kata Rafa dalam percakapan tadi. Seolah terbawa kembali ke masa lalu, ia mengingat betapa besarnya pengorbanan Rafa untuknya dan ternyata Rafa begitu tulus mencintainya. Seketika ia menyadari akan kesalahannya selama ini, ia tak menghiraukan orang yang tulus berada di sisinya malah mengutamakan kebenciannya terhadap mantan dan sahabatnya itu.

__ADS_1


"maaf.." satu kata terucap dari mulut Astrid membuat Rafa dan anak-anaknya terkejut.


"hah, kenapa mommy minta maaf? apa ada masalah?" tanya Rafa cemas, memegang kedua pundak Astrid.


"maafkan aku selama ini aku terlalu egois, tidak menghargai mu, selalu tidak menghargai kerja keras mu. maaf untuk semua.." jelas Astrid menundukkan kepala di hadapan Rafa.


"tidak, kau tidak seharusnya meminta maaf. aku tau bagaimana perasaanmu saat itu dan aku yakin kau akan berubah jadi lebih baik lagi." jelas Rafa mendekap tubuh Astrid kemudian membelai rambutnya.


Nico dan Andri hanya bisa diam melihat mommy dan daddy nya beradegan seromantis itu. Sejak mereka lahir, belum pernah melihat kedekatan mommy dan daddy nya itu seperti saat ini.


"sepertinya keluarga kita akan sempurna jika mereka terus seperti itu." bisik Nico di telinga Andri.


"iya, tapi sayangnya gue udah gak tahan nih." seru Andri membuat Nico heran.


"lah, lo gimana sih liat orang tua deket gitu ga tahan, bukannya bersyukur mereka udah akur apa lo seneng liat mereka berantem terus hah." tanya Nico kesal.


"bukannya gitu, tapi-" belum selesai berbicara tiba-tiba perut Andri berbunyi membuat seisi kamar tertawa.


"ya ampun.. anak mommy udah laper yaa.. ya udah ayo kita turun, kita makan bareng. mommy udah nyiapin makan malem dari tadi." ajak Mommy mengacak rambut Andri.


Setelah mendengar ketulusan Rafa, Astrid perlahan membuka hatinya yang selama ini tertutup untuk Rafa dan mulai menjalani hari-hari sebagaimana mestinya.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Harap di maklumi yaa masih belajar 😁


see you next episode 😉

__ADS_1


__ADS_2