
Sebuah kendaraan umum berhenti tepat di depan rumah sakit. pak Reno, bu Tatum dan Laras turun dari dalam bus dan bergegas mencari ruangan dimana Asty berada.
Langkah kaki mereka begitu terburu-buru dengan rasa ingin segera bertemu dengan anak paling kecil di dalam keluarga itu.
"suster, UGD sebelah mana sus?" tanya pak Reno segera ketika melihat seorang berpakaian serba putih itu.
"oh bapa dari sini lurus ajah, terus belok kiri ya pa." jelas perawat itu dengan senyum ramah.
"makasih sus.." pak Reno mengangguk paham dan segera mengikuti arahan perawat itu.
Pak Reno terus berjalan memimpin bu Tatum dan Laras. setelah beberapa menit berjalan dan mencari akhirnya mereka sampai di depan UGD, segera di pegangnya gagang pintu oleh pak Reno yang sudah sangat ingin melihat keadaan putri kecilnya itu yang sekian lama ia di luar kota tidak bisa berjumpa ataupun sekedar mendengar suaranya dari telepon.
kreeekkk .....
Tiba-tiba sepasang mata pak Reno menangkap sosok wanita yang tak asing lagi di matanya.
"mas Reno.." ujar Astrid terkejut saat berhadapan dengan pak Reno.
"Astrid , ngapain kamu di sini?" tanya pak Reno penuh selidik.
Tanpa mendengar jawaban momy Astrid, pak Reno langsung masuk ke dalam ruangan di ikuti oleh bu Tatum dan Laras.
"Astrid, apa yang kamu lakukan pada anak ku?" tanya bu Tatum kesal melihat Astrid yang hanya diam setelah mendengar pertanyaan pak Reno.
"aku kemari hanya ingin melihat keadaan Asty, tadi Andri bilang Asty kecelakaan saat pulang sekolah. Aku khawatir jadi aku kemari memastikan keadaanya baik-baik saja." jelas Astrid yang tiba-tiba berbicara lembut setelah melihat adanya pak Reno.
Sedangkan pak Reno tidak memperdulikan Astrid, ia langsung menghampiri anaknya yang tengah terbaring lemah di atas brankar dan menutupi rasa takutnya.
"Asty sayang... kamu baik-baik ajah kan, mana yang sakit hah dimana?" tanya pak Reno memeriksa seluruh tubuh Asty.
"nggak apa-apa kok yah, aku baik-baik ajah." jawab Asty tersenyum merasa lega melihat keluarganya datang setelah kejadian mengerikan yang dilakukan Astrid barusan.
"syukur deh kalo kamu baik-baik saja." seru pak Reno mengelus-elus tangan Asty.
Bu Tatum menarik tangan Astrid ke luar ruangan dan lanjut mengintrogasinya.
"aku tahu kecelakaan ini penyebabnya itu kamu." telujuk bu Tatum mengarah ke wajah Astrid yang masih terdiam. "Awas ajah kamu kalo aku udah dapet cukup bukti, aku bakalan laporin kamu." tambah bu Tatum.
"hah, silahkan saja. aku tidak takut" seru Astrid melipat kedua tangannya dengan wajah mendekat ke wajah Bu Tatum dan berlalu meninggalkan bu Tatum dan Laras.
__ADS_1
"sabar bu, sabar.." seru Laras menenangkan bu Tatum yang hendak mengejar Astrid. "mending kita masuk, lihat keadaan Asty." tambah Laras menggandeng tangan bu Tatum.
Mereka bergegas masuk untuk melihat keadaan Asty. Di dalam ruangan terlihat pak Reno dan Asty tengah bercanda ria.
"anak ibu baik-baik ajah kan?" bu Tatum berlari menghampiri Asty setelah membuka pintu.
"aku baik-baik ajah ibu.." seru Asty yang tengah duduk bersandar di brankarnya.
Tak lama kemudian dokter datang untuk mengecek keadaan Asty.
"bagaimana kondisi anak saya dok?" tanya bu Tatum.
"ini sebuah keajaiban, dengan kondisi yang begitu parah ketika datang kesini sekarang anak ibu dan bapa sudah pulih dengan cepat." jelas dokter tersenyum.
"Alhamdulillah... jadi kapan anak saya bisa pulang dok?" tanya pak Reno bahagia.
"melihat kondisi anak bapa, sekarang juga boleh pulang ke rumah. Tetapi dengan catatan, tiga hari lagi nanti harus kesini untuk memastikan anak bapa benar-benar pulih." jelas dokter dengan ramah.
"baik dok. terimakasih." jawab bu Tatum mengangguk.
"iya bu sama-sama, saya ikut senang melihat anak ibu yang begitu kuat bisa melewati ini. nanti di rumah banyak istirahat yah dek, jangan main dulu." seru dokter memegang pundak Asty yang masih berbaring.
"iya dokter." jawab Asty.
"oh atas nama Asty sudah di lunasi pembayarannya pak." seru gadis muda petugas administrasi tersebut.
"Loh siapa yang melunasinya?" tanya pak Reno heran.
"barusan ada seorang ibu yang mengaku sebagai tantenya Asty, pak" jawab petugas.
"tante Asty." gumam pak Reno penuh tanya karena adiknya berada di luar kota sedangkan bu Tatum tidak memiliki adik.
"oh ya sudah kalo begitu, terimakasih." seru pak Reno kemudian berjalan menuju ruangan tempat Asty di rawat.
Sesampainya di dalam ruangan, pak Reno berusaha bersikap biasa saja seolah tidak ada masalah.
"sudah beres, ayo kita pulang" ajak pak Reno dengan senyum bahagianya membayangkan keluarganya berkumpul kembali di rumah.
"iya ayo kita pulang, di sini aromanya bikin aku pusing." seru Laras yang tidak menyukai suasana rumah sakit.
__ADS_1
"iya kak, aku juga pengen cepet-cepet rebahan di kamarku." jawab Asty sambil nyengir kuda.
"huh dasar tukang tidur." ledek Laras.
Merekapun bergegas keluar dan segera memberhentikan kendaraan umum yang melintas. Di dalam bus, Asty terus memegangi perban yang melingkar di kepalanya.
"kamu kenapa sayang? sakit kepalanya?" tanya bu Tatum khawatir.
"sedikit pusing bu." jawab Asty memejamkan matanya.
"sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai." seru bu Tatum meletakan kepala Asty di dadanya dan terus mengelus-elus kepala Asty. Bu Tatum sangat khawatir dengan kondisi anaknya itu, namun ia berusaha menenangkan Asty dan berharap anaknya itu akan segera sehat kembali.
Sementara pak Reno dan Laras duduk di bangku belakang bu Tatum dan Asty, pak Reno terdiam namun otaknya terus berputar memikirkan siapa orang yang melunasi administrasi rumah sakit tadi.
"siapa orang yang mengaku sebagai tantenya Asty, apa ada orang lain yang menjenguk Asty sebelum aku?" batin pak Reno penuh tanya.
"ayah kenapa kok ngelamun, ayah..." seruan Laras menghentikan lamunan pak Reno.
"ahh ngga kok, ayah gak ngelamun. Ayah cuma sedikit mengantuk." jawab pak Reno terkejut.
"ayah pasti cape ya, baru pulang harusnya istirahat malah keluar rumah, lumayan jauh lagi." keluh Laras.
"ngga apa-apa kok, ayah nggak capek kok." jawab Pak Reno tersenyum.
"siapa sih orang yang nabrak Asty, gak tanggung jawab lagi malah pergi gitu aja." seru Laras jengkel mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
"sudahlah yang penting sekarang Asty sudah boleh pulang dari rumah sakit, artinya sebentar lagi Asty akan segera sehat lagi." pak Reno menjawab keluhan Laras sembil mengusap kepala Laras dengan lembut.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1
cerita masih tetep lanjut yaa, baru sempet ada waktu buat update.. masih belajar belajar dan belajar 😄
see you next episode 😉