Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 39


__ADS_3

"kamu mau sekolah nak?" tanya bu Tatum melihat Asty membawa handuk menuju kamar mandi.


"iya ibu, aku udah sehat kok." jawab Asty tersenyum menghilangkan rasa khawatir yang dirasakan bu Tatum sejak tadi.


"baiklah kalo begitu, ibu siapkan sarapan kamu mandi dulu sana." pinta bu Tatum kemudian Asty segera memasuki kamar mandi.


Setelah selesai sarapan, Asty mengambil ranselnya dan berpamitan pada bu Tatum dengan jalan agak pincang.


"Asty, kamu yakin mau berangkat?" tanya bu Tatum khawatir.


"yakin dong ibu.." seru Asty mengecup kening bu Tatum.


"kamu naik angkutan umum ajah, jangan jalan kaki."


"jam sgini udah pada penuh ibu, lama nunggunya mending jalan kaki. nanti kalau ketemu yang kosong dijalan aku naik deh." Asty tersenyum meyakinkan bu Tatum.


"ya udah kamu hati-hati ya." Setelah diyakinkan Asty akhirnya bu Tatum mengizinkanya berangkat sekolah, bu Tatum memandangi Asty yang berjalan sangat pelan sampai tak terlihat lagi.


Ditengah perjalananya tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti tepat didepan Asty menghalangi jalanya, siapa lagi kalau bukan si trouble maker.


"ya elah.. jangan mentang-mentang lo anak pemilik sekolah yaa jadi ngerasa jalanan ini juga punya lo. awas gue mau lewat, jangan ngalangin jalan." teriak Asty jengkel.


"woow woow woow.. galak banget sih siput yang satu ini." seru Vian turun dari sepeda motornya.


"gue minta lo minggir ya, kenapa malah kesini. bodeg apa kuping lo?" Asty semakin geram.


"aku mau ngajak kamu berangkat bareng, daripada jalan kaki. pasti masih sakit kan kakinya?" tanya Vian berusaha terlihat lembut.


"makasih, tapi gue GAK MAU." seru Asty penuh penekanan.


"kemaren kamu nolak ajakan aku dan milih ikut si Rehan, sekarang gak ada alesan lagi buat nolak aku." Vian melangkahkan kakinya lebih dekat lagi dengan Asty membuat Asty berjalan mundur perlahan.


"gak mau ya gak mau, lo gak bisa maksain orang dong. aaahhh.." Asty berteriak seraya badanya diangkat secara tiba-tiba oleh Vian dan melangkah menuju sepeda motornya tanpa aba-aba.


"ahhh kadal sialan, turunin gue." Asty terus berteriak sambil meronta-ronta di tangan Vian.

__ADS_1


"nggak ada yang berani nolak Alvian Arka Saputra, kemaren kamu udah berani nolak aku. sekarang kamu harus mau nurutin aku." ucap Vian dengan senyum sinisnya, seolah seluruh dunia adalah miliknya.


Kini Vian telah mendudukan Asty dimotornya, Asty terdiam sejenak karena lelahnya berteriak tapi tidak dihiraukan.


"kamu itu cantik, lebih cantik lagi kalo diem kayak gini." ucap Vian ditengah perjalanan yang hening menuju sekolah.


"gue gak butuh pujian lo." jawab Asty terdengar dengan nada begitu jengkel.


"eh tunggu, kenapa dia ngomongnya aku kamu ya, biasanya kan lo gue. waah menyeramkan sekali kadal satu ini, jangan-jangan dia lagi kerasukan jin baik. hiihh, tapi gak papa deh kalo jin baik semoga ajah dia bisa berubah." batin Asty.


"jangan marah-marah mulu, tar cepet tua lho." ledek Vian dan Asty hanya diam memperhatikan jalanan.


Perjalananpun terus berlanjut hingga gerbang sekolah mulai terlihat dari kejauhan.


"turunin gue disini, gue gak mau di liat anak satu sekolah. apalagi para fans lo, tar gue di teror mereka." seru Asty memecah keheningan.


"nggak.."


"berhenti sekarang atau gue lompat." seru Asty.


"kadal gila, lo kalo mau mati jangan ngjak-ngajak gue." teriak Asty memukuli pundak Vian namun Vian hanya tertawa mendengar Asty ketakutan.


Vian memang lebih banyak menghabiskan waktunya diluar rumah, ia sering melakukan balapan liar bersama teman-teman yang kebanyakan usianya lebih tua darinya, ngebut memang sudah menjadi hobinya dan semakin mahir karena ia sering melakukanya.


Setelah meliuk-liukan motornya melewati banyak siswa, Vian akhirnya menghentikan motornya tepat didepan kelasnya tanpa sedikitpun melukai siswa lain yang sedang berjalan.


"udah sampai, sekarang kamu boleh turun. bilang apa sama aku udah di anterin?" ledek Vian.


"dasar kadal gilaaa.. plakkkk!!!!" Asty turun dari motor Vian dan langsung menamparnya kemudian masuk ke dalam kelas.


"aww... beneran galak nih bocah." gumam Vian memegangi pipinya sambil tersenyum.


Semakin hari Vian semakin suka dengan tingkah laku Asty, sebelumnya tidak pernah ada satu siswa yang berani menentangnya. Kali ini Asty menjadi satu-satunya yang berani melawan Vian dan sekaligus membuatnya jatuh cinta.


"Asty, nih es coklat buat kamu biar makin semangat," Vian menghampiri Asty yang tengah mencatat pelajaranya yang tertinggal.

__ADS_1


"oh iya, terimakasih. nih buat lo." Asty mengambil satu cup es coklat dari tangan Vian dan memberikanya pada Shela yang telah meminjamkan buku catatanya.


Shela kebingungan melihat Asty malah memberikan es dari Vian untuknya.


"udah ambil ajah, sebagai tanda terimakasih udah pinjemin buku." seru Asty tersenyum dan Shela menerimanya.


"Asty kamu apa-apaan sih, itu kan aku kasih buat kamu." seru Vian tidak terima karena Asty tidak meminum es darinya.


"apanya yang apaan sih kadal, tadi kan gue udah terima dari lo, udah gue bilang makasih juga. terserah gue dong mau diapain." jelas Asty membuat Vian geram.


"Asty, kamu emang gak bisa ngehargain orang lain ya." seru Vian menarik tangan Asty membuatnya berdiri.


"what ? apa gue gak salah denger? emangnya selama ini lo udah ngehargain orang lain? selama ini lo jailin orang lain itu yang disebut ngehargain?" Asty balik bertanya membuat Vian terdiam.


"aduh bos, jatuh dah harga diri lu. emang orang jatuh cinta kayak gitu, gak mikir-mikir dulu" gumam Toby dari kejauhan menonton Vian sambil menepuk jidatnya.


Setelah lama terdiam, Vian tiba-tiba membuat pernyataan yang mengejutkan bagi semua siswa dikelas itu.


"Asty, aku emang gak pernah ngehargain orang lain dan gak pernah tau gimana caranya ngehargai orang lain, aku emang jahat aku egois. tapi semenjak ketemu kamu, aku mulai belajar semua itu. Asal kamu tahu semenjak kenal sama kamu, aku ngerasa nyaman, liat senyum kamu aku ngerasa tenang. Mungkin ini terasa aneh buat kamu, tapi kamu mau nggak jadi pacar aku?" jelas Vian dengan wajah memohon membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan merasa luluh.


Semua mata dikelas itu tertuju pada Asty dan Vian, mereka meninggalkan aktifitasnya demi menonton drama terbaru yang secara live hadir di dalam kelas mereka.


Toby yang awalnya merasa malu karena tingkah laku bosnya yang aneh, tiba-tiba bersorak memecahkan keheningan dalam kelas.


"terima.. terima.. terima.." sorakan Toby kemudian diikuti oleh seluruh siswa didalam kelas membuat suasana menjadi ramai.


Asty merasa bingung menghadapi situasi seperti saat ini, disatu sisi memang dia telah lama memimpikan ingin memiliki seorang kekasih tapi disisi lain kenapa harus Vian si trouble maker yang menyatakan cinta padanya.


.


.


bersambung...


author usahakan up setiap hari yaa..

__ADS_1


salam semangat buat semuanya 🤗


__ADS_2