Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 25


__ADS_3

Dari garasi terlihat Nico telah siap dengan mengenakan jaket lengkap dengan seperangkat safety ridenya udah kayak mau balapan ajah daah padahal cuma mau pergi ke apotek beli obatnya si Andri, biar gak keliatan gantengnya kali yaa...


Setelah menyalakan mesin motor, Nicopun melajukan motor sport kesayangannya. Padahal baru kelas dua SMP udah naek motor sport, ini cuma terjadi di novel yaa gaes jangan di tiru..


Setelah beberapa menit berkendara akhirnya sampai di depan apotek, Nico memarkirkan motornya dan melepaskan helmnya.


"Ya ampuunn... Ganteng banget.." teriak cewek-cewek pencinta drakor di sekitar apotek setelah melihat ketampanan Nico dari balik helmnya yang mirip aktor berkulit putih itu.


Nico hanya bisa tersenyum pada cewek-cewek yang sedang histeris itu, kemudian ia bergegas menuju apoteker dan memberikan resep yang telah dokter Billy berikan.


"Ini obatnya de, di minum 3 kali sehari semuanya sesudah makan yaa." Jelas apoteker setelah beberapa menit menyiapkan obat.


"Iya bu, terimakasih." Jawab Nico dengan melemparkan senyum manisnya.


"hati-hati de, di depan udah pada nungguin tuh." seru apoteker.


"hah, siapa yang nungguin bu?" tanya Nico bingung.


Apoteker itu hanya mengangkat dagu dengan tatapan lurus ke arah motor Nico yang sedang berada di parkiran.


"waduh.. tuh cewek-cewek lagi pada ngapain ngumpul deket motor gue." Pekik Nico terkejut setelah menengok ke arah motornya.


Nicopun melihat dari kejauhan motornya yang sudah dikelilingi para perempuan dari mulai anak SMP, SMA bahkan ada tante-tante juga kurang lebih ada 10 orang berkumpul mengelilingi motor Nico.


"Gimana nih, kalo gue ke sana apa gue gak bakalan di keroyok sama mereka, sedangkan gue harus buru-buru pulang bawain ini obat." Gumam Nico kebingungan.


Tiba-tiba Laras lewat di depan apotek, karena merasa kurang enak badan dan kebetulan sekolah dibubarkan jadi ia memilih pulang daripada nongkrong dengan teman-teman lainnya. Sebelum pulang, ia hendak mampir dulu ke apotek untuk membeli obat.


"Waduh.. ada apaan tuh rame-rame?" Gumam Laras heran melihat banyak perempuan di halaman parkir apotek. Ia pun melanjutkan langkahnya memasuki apotek untuk membeli obat.


"Laras.." Panggil seseorang dengan suara yang tidak asing lagi di telinganya.


"Nico.." gumam Laras terkejut setelah melihat pemilik suara itu.


"Lo ngapain disini?" Tambah Laras.


"Gue abis karokean.." jawab Nico ngasal.


"Hah..?" Tanya Laras dengan ekspresi kayak orang budeg.


"Ya gue abis beli obatlah. Ngapain lagi di apotek." Jelas Nico dan Laras hanya ber oh ria.

__ADS_1


"Lo mau beli obat juga?" Tanya Nico basa basi.


"Ya iyalah masa mau beli beras." Jawab Laras.


"Ya udah gih sana beli obat dulu terus nanti gue minta bantuan lo." Seru Nico


Laraspun bergegas menuju apoteker yang sedari tadi berdiri memandangi keramaian cewek-cewek di parkiran yang tidak kunjung pergi.


"Ibu.. beli obat ini bu." Seru Laras memberikan bungkus obat.


"Oh iya tunggu sebentar ya de." Jawab apoteker.


Bberapa menit kemudian apoteker itupun kembali dan memberikan obat yang di pesan Laras, setelah selesai Laras segera keluar menghampiri Nico.


"Gue udah selesai, Lo mau minta bantuan apa?" Tanya Laras seperti biasa dengan gaya juteknya.


"Galak amat sih, nanti cepet tua lho.." ledek Nico.


"Buruan ngomong, kalo ngga gue mau pulang nih." Seru Laras.


"Ehh jangan dong.. gini, gue kan mau pulang. Nah sedangkan di motor gue lo liat sendiri kan mereka segitu banyaknya ngumpul di motor gue. Gue takut di keroyok." Jelas Nico bergidik ngeri.


"Hahaha .. ya baguslah kalo lo di keroyok, emang pantes cowok buaya kayak lo di keroyok, bila perlu sampe babak belur." Seru Laras sambil tertawa jahat.


"Hah, si Andri sakit? Seriusan lo?" Tanya Laras terkejut.


"Iya beneran gue gak bohong kok. Makanya gue juga gak masuk sekolah. Please tolongin gue ya." Seru Nico memohon.


Laras terdiam sejenak, sebenarnya ia tidak mau dekat-dekat dengan Nico, tapi mengingat Andri seusia adiknya, ia jadi merasa tidak tega teringat pada Asty ketika sedang sakit.


"Okeh gue mau bantuin lo." Seru Laras membuat Nico kegirangan.


"Eits jangan seneng dulu lo, gue bantuin lo karena gue kasian sama Andri." Jelas Laras.


"Iya iya dehh... Nah jadi gini yaa, lo pura-pura sakit, kayak mau pingsan gitu terus ceritanya gue mau anterin lo pulang gitu. Gimana?" Jelas Nico.


"Hmmm gimana ya... Okeh deh, kebetulan pala gue juga lagi sedikit sakit nih." Jawab Laras sambil memegangi kepalanya Setelah berfikir sejenak, Laras setuju dengan rencana Nico.


"Yes, okeh kita mulai sekarang." Ajak Nico dan Laras hanya mengangguk tanda setuju.


Mereka berdua pun memulai aktingnya, Nico yang sudah siap memakai helmnya merangkul Laras berjalan menuju motornya.

__ADS_1


"Permisi tolong minggir semuanya ini darurat, pacar gue mau pingsan. Minggir minggir." Teriak Nico menembus kerumunan para cewek-cewek fans Nico.


"Aduuhh.. kasih jalan donk, pala gue mau pecah nih." Teriak Laras membuat semuanya menjauhi motor Nico karena melihat ekspresi wajah Laras yang benar-benar pucat kayak zombie dengan rambut setengah acak-acakan.


Merekapun menaiki motor dan segera melesat meninggalkan kerumunan cewek-cewek yang lagi pada melongo.


"Eh itu bukannya kak Laras kelas 8 C ya?" Seru salah satu adik kelas yang mengenali Laras.


"Oh iya ya, apa bener mereka pacaran?" Tanya sisiwi lainnya hingga menjadi gosip di kalangan cewek-cewek yang tergila-gila pada Nico.


Di tengah perjalanan Nico dan Laras tengah tertawa geli mengingat ekspresi para cewek yang pada melongo tadi. Namun ditengah tawanya, Laras teringat sesuatu.


"Ehh tunggu dulu, tadi lo bilang apa pas ngerangkul gue?" Tanya Laras mengingat-ingat kejadian sebelumnya.


"Hmm gue bilang permisi pacar gue mau pingsan." Jawab Nico tersenyum.


"Arghh.. gila lo, ini bakalan bikin heboh satu sekolahan." Teriak Laras memukuli pundak Nico.


"Aw.. aw.. sakit baby.." Nico teriak kesakitan.


"Baby.. baby emangnya gue anak bayi apa. Turunin gue disini, sialan lo bikin masalah ajah." Laras semakin sewot.


"Iya maaf, nanti kita jelasin ke semua orang. Kalo bisa kita jadian beneran ajah." Ledek Nico.


"Buruan berhenti, atau gue lompat nih." Ancam Laras.


"Ehh jangan.." Nico terkejut dan menghentikan motornya. Laraspun segera turun dan berjalan meninggalkan Nico.


"Ras, lo kan lagi sakit. Ga baek jalan sendirian, tar kalo lo kenapa-kenapa di jalan gimana?" Tanya Nico sambil mengikuti Laras.


"Gak bakalan, lagian rumah gue juga udah deket tuh. Dah sana balik lo, kasian si Andri udah nungguin obatnya." Jawab Laras ketus.


Tiba-tiba Nico menarik tangan Laras sehingga menghentikan langkah kaki Laras.


"Ras. Makasih yaa udah nolongin gue dan maaf kalo gara-gara nolongin gue, lo jadi kena masalah." Seru Nico sambil memegang tangan Laras.


"Ah, iya gak apa-apa kok." Seru Laras yang tiba-tiba tidak jutek lagi. Nico tersenyum melihat senyuman Laras yang jarang sekali ia temui.


Sedetik dua detik tiga detik mereka saling berpandangan, tiba-tiba


"Udah sana balik lo." Seru Laras melepaskan tangannya dengan kasar dari genggaman Nico kemudian mempercepat langkahnya menuju rumah.

__ADS_1


"eh buset dah.. baru berapa detik tuh tadi udah adem banget senyumnya. Langsung berubah lagi jadi singa tuh anak." Gumam Nico menggelengkan kepalanya kemudian segera melajukan motor menuju rumahnya.


.


__ADS_2