
Ruangan bu Rani terasa sangat dingin walau suhu mesin pendingin sangat normal ketika pemilik ruangan terdiam. Seolah tengah mengumpulkan memori masa lalunya yang sudah membuat satu harapannya hancur, bu Rani berusaha menahan air matanya.
Dulu Qenan adalah anak yang kuat, mandiri dan begitu penyayang walau saat masih remaja ia sering menjadi bahan rundungan oleh teman-teman sekolahnya karena Qenan anak yang paling pandai di sekolah dan jarang sekali bergaul dengan teman seusianya, waktu sekolah hanya ia habiskan di perpustakaan untuk menambah ilmu pengetahuannya.
Saat usianya menginjak 23 tahun, ia membantu ayahnya mengelola perusahaan dan sejak saat itu perusahaan berkembang pesat hingga menjadi perusahaan nomor satu di ibu kota. Membuat para wanita mengaguminya, namun hanya Lusy yang mampu mencuri hati Qenan.
Lusy, anak seorang pengusaha dan juga seorang model terkenal di kota merupakan rekan bisnis pak Bagas. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja, bahkan mereka merencanakan untuk segera bertunangan. Namun suatu ketika, Qenan memberikan kejutan dengan mendatangi apartemen Lusy setelah dua minggu melakukan perjalanan bisnis.
Rencananya Qenan akan melamar Lusy secara simbolis dan acara resminya akan dilangsungkan satu minggu setelahnya.
Qenan sudah biasa keluar masuk apartemen Lusy, kali itu ia melihat ada sebuah pemandangan yang begitu menyayat hatinya. Lusy tengah bermesraan dengan pria yang tidak lain adalah Arka sepupu Qenan yang sudah sukses mengelola perusahaanya sendiri di usia yang terbilang sangat muda, anak dari orang yang paling berpengaruh di kota itu.
Dengan rasa kecewanya Qenan pergi begitu saja, ia berjalan gontai menuju tempat parkir. Pikiranya yang sudah tak karuan membuatnya pergi menuju bar, sebelumnya ia tidak pernah mengunjungi tempat seperti itu. Sesampainya di dalam, ia menenggak satu gelas minuman beralkohol. Rasanya yang tidak karuan di mulut Qenan, tak ia pedulikan hingga akhirnya ia menghabiskan beberapa botol minuman kemudian membuatnya tergeletak tak sadarkan diri.
Beruntung masih ada orang baik yang membawanya ke rumah sakit, orangtuanya begitu panik dan segera menuju rumah sakit.
Tangis bu Rani pecah melihat anak sematawayangnya terbaring tak sadarkan diri dengan alat bantu pernapasan yang terpasang pada dirinya. Tak lama kemudian, Qenan perlahan membuka matanya. Kata pertama yang dia ucapkan adalah Lusy, kemudian bu Rani menanyakan apa yang terjadi pada Lusy dan membuat Qenan meneteskan air mata seraya mengucap nama Arka.
Bu Rani bisa menebak apa maksud Qenan, karena selama ini tingkah Arka sangat aneh jika berpapasan dengan Lusy, walau Lusy sedang bergandengan dengan Qenan. Air mata bu Rani pun ikut menetes, bu Rani ikut merasakan kepedihan hati Qenan yang telah di khianati oleh sepupunya sendiri.
__ADS_1
Keesokan harinya Qenan diperbolehkan pulang, setibanya di rumah ia selalu mengurung diri di kamarnya dan tidak mau berbicara dengan siapapun, memang sejak di rumah sakitpun ia enggan berbicara pada siapapun. Hari-harinya ia habiskan di dalam kamar untuk meratapi kesalahannya telah memilih Lusy sebagai kekasihnya, hingga ia mengingat masa remajanya yang menyenangkan.
Beberapa hari kemudian keanehan mulai terjadi ketika sudah berada di rumah, ia keluar dari dalam kamarnya dengan penampilan sperti saat ia remaja. Menggunakan kacamata tebal, memasukan pakaian ke dalam celananya dan berbicara begitu manja pada ibunya.
Bu Rani dan pak Bagas sangat terkejut dan segera menghubungi dokter untuk memeriksa Qenan. Semakin terkejut lagi ketika dokter mengatakan jika Qenan mengidap sebuah sindrom yang merubah dirinya menjadi seorang remaja karena sebuah trauma yang dialaminya, membuat ia merasa tidak mau menjadi dewasa dengan segala tanggung jawabnya, ia hanya ingin hidup bebas tanpa beban.
Setiap hari Qenan selalu di layani oleh para pelayan dari mulai bangun tidur yang harus selalu di bangunkan dan di siapkan pakaiannya seperti anak sekolah bahkan ia sudah tidak bisa lagi bekerja di kantor membantu ayahnya. Berita perubahan sikap Qenan di rahasiakan oleh keluarganya agar tidak membahayakan diri Qenan dan memperlambat proses penyembuhannya.
Satu tahun berlalu, Qenan mulai berani keluar rumah walau ditemani sopir. Namun sering kali dia kabur dengan membawa mobilnya berkeliling, ada sedikit perubahan dari dirinya yang sudah bisa mengingat cara mengemudi. Ketika ia berjalan-jalan di taman, tanpa sengaja ia bertemu dengan Lusy yang juga tengah melakukan pemotretan karena ia adalah seorang model.
Qenan yang dulu selalu berpenampilan perfeksionis dan terlihat tampan dengan rambut yang di tata rapi dengan senyuman manis yang membuat siapa saja akan jatuh cinta padanya. Kini Lusy menemuinya dengan penampilan aneh, tapi ia tetap mengenali Qenan yang pergi meninggalkannya begitu saja dan kabar yang kini terdengar olehnya adalah jika Qenan tengah melanjutkan pendidikannya di luar negeri.
"si siapa kamu?" tanya Qenan tampak ketakutan dan perlahan mundur menghindari sentuhan jemari tangan Lusy.
"aku Lusy, sayang. kamu kemana saja? aku merindukanmu." Lusy terus melangkah maju hendak meraih lagi wajah yang selama ini di rindukannya.
Qenan yang merasa dirinya terancam berusaha lari menghindari Lusy, namun Lusy tidak mau kehilangan Qenan lagi. Ia menyuruh kedua bodyguardnya mengejar Qenan dan membawanya pulang, Lusy berencana untuk membuat Qenan kembali mencintainya.
Qenan terus berlari tanpa arah tujuan hingga akhirnya ia sampai di rumahnya dan meninggalkan mobilnya di taman. Sesampainya di rumah, ia langsung di sambut oleh semua pelayan dan bu Rani yang sudah panik mencari keberadaannya.
__ADS_1
Dalam dekapan sang ibu, Qenan menangis dan menceritakan kejadian di taman tadi yang membuatnya lari meninggalkan mobilnya.
Bu Rani terus mengusap kepala Qenan dan menenangkannya, teringat saat Qenan kecil yang selalu mengadu saat di jahili oleh teman sekolahnya.
"aku memang rindu masa remajanya, tapi tidak seperti ini. Ya Allah, kembalikan ingatan anakku lagi." batin bu Rani menitikkan air matanya sambil mendekap dan membelai lembut kepala Qenan.
Keesokan harinya Qenan kembali keluar tanpa sepengetahuan siapapun dan membawa mobilnya yang kemarin sudah di ambil oleh sopir di taman. Ia kembali bermain di taman dan kembali lagi bertemu dengan Lusy. Qenan ingat jika orang yang kemarin ia takuti sama dengan orang yang saat ini mendekat ke arahnya, dengan cepat Qenan berlari dan terus berlari hingga ia menabrak seorang gadis yang tidak lain adalah Asty, kemudian Asty menolongnya terbebas dari kejaran bodyguard Lusy.
"terimakasih cewek galak." ucap Qenan dan pergi kembali mengambil mobilnya saat taman di rasa sudah cukup aman.
Qenan terus mengemudi mencari-cari gadis yang telah menolongnya untuk membalas budi. Akhirnya takdir mempertemukan mereka, Qenan mengantar Asty dengan selamat sampai di tempat tujuan walau Qenan sebenarnya hanya menerka keberadaan alamat tersebut.
Dari situ bu Rani menilai jika Qenan akan sembuh jika bersama Asty, mengingat karena dengan bertemu Asty, Qenan berusaha untuk mencarinya dan menemukan alamat walau ia tidak tahu pasti. Asty membuat Qenan berubah menjadi normal kembali, walau sedikit demi sedikit bu Rani yakin jika Asty akan membawa perubahan besar bagi Qenan.
Sejak kejadian itu entah kenapa Qenan memilih untuk diam di rumah, jika mau keluar rumahpun minta di temani sopir. Cukup aneh memang, setelah kemarin memberanikan diri mengantar Asty, kini ia kembali menjadi penakut.
Namun ternyata pilihan Qenan sangat tepat, mengingat di luar ada Lusy yang selalu mengincarnya, dan ternyata Qenan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Asty.
Keinginannya berkunjung ke minimarket mengantarnya bertemu dengan Asty, sang penolongnya.
__ADS_1