
"To..long, a...antarkan aku pergi menuju tempat kerjaku."
Indah meminta pada pria di depannya untuk mengantarnya pergi menuju tempat kerjanya.
Dengan senang hati, pria itu menerima permintaan tolong Indah untuk mengantarnya sambil tersenyum manis.
Indah yang mendapat tatapan juga senyuman manis itu langsung menundukkan kepalanya karena tersipu malu.
Pria itu langsung menjulurkan tangan kanannya bermaksud agar Indah menggenggamnya dan membantu wanita itu berdiri.
Dengan kedua pipi yang memerah, Indah menggandeng tangan pria itu dan perlahan berdiri.
"Terima kasih," ucap Indah pada pria yang membantunya berdiri walaupun wajahnya tidak menatap secara langsung.
Indah pun berdiri. Namun saat ia berjalan, badannya hampir terjatuh karena masih lemas. Untungnya dengan sigap pria disampingnya itu langsung menahan tubuh Indah.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya si pria merasa khawatir.
"Badanku masih lemas," jawab Indah pelan.
Tiba-tiba pria itu langsung mengangkat tubuh Indah dan menggendongnya bak putri raja.
Gambar 3.1 ( ilustrasi Indah digendong || Sc : google/wikohow)
Hal itu membuat Indah terkejut dan langsung menatap ke arah wajah pria yang tiba-tiba menggendongnya dengan tatapan bingung.
Namun, pria itu hanya tersenyum sambil meminta Indah untuk melingkarkan tangannya ke tubuh pria itu agar tidak terjatuh dan semakin kuat topangannya.
Walaupun ragu melakukan apa yang pria itu perintahkan padanya, Indah pun menurutinya karena hal itu juga demi keselamatan dirinya.
Pria itu pun mengatakan pada Indah untuk memberi tahu arah lokasi yang harus pria itu tuju.
Dengan perasaan canggung dan gugup, Indah memberi tahu arah jalan yang harus pria itu lewati.
Sepanjang perjalanan, mereka berdua terus mendapatkan tatapan tajam dari orang-orang sekitar.
Tatapan mata mereka juga berbeda-beda. Ada yang merasa terpesona dengan aksi pria yang menggendong tubuh Indah dan berkata bahwa pria itu adalah pria sejati.
Ada yang berkata, bahwa pria yang sedang menggendong Indah adalah pria baik hati yang rela menolong wanita kesusahan, dan lain sebagainya.
Di sisi lain, komentar orang lain juga ada yang berkata bahwa Indah adalah wanita murahan yang seenaknya menggoda pria agar menggendongnya. Tidak hanya itu, orang-orang juga berkomentar bahwa Indah tidak cocok di gendong oleh pria tampan dengan postur tubuh atletis itu.
__ADS_1
Karena malu terus mendapatkan tatapan dari orang-orang sekitar apalagi julitan mulut lemesnya, Indah meminta pria yang menggendong tubuhnya untuk menurunkannya. Namun, karena merasa Indah masih lemas dan tempat tujuannya juga belum terlihat, pria itu berkata pada Indah untuk tetap diam.
Karena orang-orang sekitar semakin menatap ke arah mereka, Indah kembali meminta agar pria itu menurunkan tubuhnya. Ia juga memberontak agar pria yang menggendong tubuhnya itu menurunkannya segera.
Tidak tahan dengan Indah yang terus memberontak, pria itu langsung menurunkan dengan wajah yang terlihat bingung.
"Maafkan aku, aku tidak biasa digendong oleh orang lain, apalagi seorang pria asing," ucap Indah pelan sambil memalingkan tatapannya.
"Maaf."
Pria itu meminta maaf pada Indah. Ia merasa bersalah karena seenaknya saja menggendong tubuh wanita itu.
"Tidak, kau tidak perlu meminta maaf," ucap Indah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Pria itu hanya terdiam sambil menatap ke arah Indah dengan tatapan bingung.
Suasana hening seketika, mereka berdua tidak tahu harus berkata apalagi untuk mencairkan suasana.
Suara kendaraan terdengar sangat jelas dari keheningan yang mereka berdua ciptakan.
Karena tidak ingin terus merepotkan pria yang telah membantunya itu, Indah memutuskan untuk pergi menuju tempat kerjanya sendiri.
"Terima kasih telah menolongku. Dari sini aku bisa berjalan sendiri hingga tempat kerjaku."
"Ta.. tapi kamu masih terlihat lemas," ucap si pria.
Indah perlahan berjalan meninggalkan pria yang menolongnya menuju tempat kerjanya. Ia terlihat masih lemas untuk berjalan, bahkan ia kembali hampir terjatuh dan dengan reflek pria itu berlari menuju arah Indah untuk membantunya.
Namun, Indah menolak pertolongan dari pria itu dan berkata bahwa dirinya tidak ingin merepotkannya lebih dari ini.
Karena Indah telah berkata demikian, dan pria itu juga tidak tahu apa yang harus dirinya lakukan lagi, ia berpamitan pada Indah untuk pergi meninggalkan dirinya. Karena ia juga masih ada keperluan untuk dirinya lakukan.
Belum juga satu menit, pria yang membantu Indah sudah tidak terlihat oleh matanya. Kini ia berjalan secara perlahan menuju tempat kerjanya.
"Pria tadi sangatlah tampan dan baik hati."
Di sepanjang perjalanan, Indah terus bergumam mengenai pria yang menolongnya tadi. Bahkan tanpa sadar ia terlihat senyum-senyum sendiri saat memikirkan dirinya di gendong oleh pria tampan itu.
Namun di sisi lain, ia merasa sedih dan kecewa. Ia sedih karena tidak tahu nama dari pria yang menolongnya itu, ia juga kecewa karena mungkin pertemuan dengan pria itu adalah pertama dan terakhir kalinya.
Berfikir dan terus berfikir, hingga akhirnya Indah tiba di depan bangungan lokasi tempat kerja dirinya.
Saat pandangannya tertuju pada bangungan di depannya, tiba-tiba salah seorang wanita keluar dari bangunan tersebut dengan wajah yang terlihat cemas.
__ADS_1
Wanita itu berlari hingga memeluk tubuh Indah.
"Indaaaaah, kemana saja kamu?! Aku sangat cemas dan khawatir," ucap wanita yang memeluk tubuh Indah itu.
Dengan suara yang lemas, Indah berkata bahwa saat perjalanan menuju tempat kerja, ada insiden yang membuat dirinya terlambat datang.
"Insiden apa itu? Pantas saja, jalanmu juga terlihat lemas dan sempoyongan. Bukan hanya itu, suaramu juga terlihat pelan. Ya sudah lebih baik kau istirahat dulu di dalam."
Kemudian, Indah dibawa masuk ke dalam bangunan. Saat di dalam, ia di suguhi teh hangat untuk menenangkan dirinya.
"Terima kasih Din," ucap Indah sambil meminum teh hangat yang di suguhi temannya itu.
Orang itu adalah Dinda. Teman Indah saat SMP sekaligus orang yang memberikan informasi lowongan pekerjaan pada Indah.
Wanita dengan rumbut panjang dengan kuncir kuda itu adalah teman terbaik Indah saat SMP. Kerena kebaikannya, ia rela melakukan apa saja untuk Indah.
Karena menurutnya, Indah adalah orang pertama yang mau menjadikannya teman saat murid-murid lain menjauhkannya bahkan merundungnya.
Bahkan karena kebaikannya itu, terkadang Indah mendapatkan imbas yang membuat dirinya ikut terbuli dan di jauhi oleh teman-teman SMPnya.
"Tapi herannya, karyawan baru lainnya juga terlambat datang saat hari pertamanya kerja," ucap Dinda memberi tahu Indah.
"Kok bisa?" Tanya Indah penasaran, ia juga lega karena bukan dirinya saja yang terlambat masuk kerja.
"Entahlah, dari pakaiannya juga terlihat acak-acakan dan kotor," tambah Dinda.
"Lalu kemana karyawan baru itu?" Tanya Indah penasaran.
"Ia sedang dibimbing secara langsung oleh kepala kedai ini."
"Dan beruntungnya kamu, karena akulah yang akan menjadi pembimbingmu selama sepekan ini," tambah Dinda memeluk Indah.
To Be Continued.......
...----------------...
...JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL DENGAN JUDUL...
..."MENGEJAR CINTA YANG SALAH"...
...DENGAN CARA LIKE, COMMENT, SHARE, DAN TAMBAHKAN FAVORIT UNTUK MENDAPATKAN UPDATE BAB TERBARU....
...DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGIKU...
__ADS_1
...TERIMA KASIH...
...----------------...