
"kenapa? bukanya bagus tidak ada ibumu, kita jadi leluasa..." seru Vian yang belum selesai bicara namun di potong oleh Asty.
"dasar kadal gila. sudahlah sana pergi sebelum para warga datang kesini mengusirmu." seru Asty bergegas memasuki rumah dan mengunci pintu tanpa mendengar Vian berkata lagi.
"leluasa mengobrol Asty, sepertinya pemikiran dia terlalu jauh. ahh tapi gue suka, berarti dia benar-benar pandai menjaga kehormatanya, gue jadi semakin mengaguminya." gumam Vian tersenyum menatap pintu rumah Asty sambil menyalakan motornya dan segera pergi.
Asty yang mengintip dari balik jendela rumah sejenak bernapas lega melihat Vian sudah pergi, ia berpikir bahwa Vian akan memaksa masuk ke rumahnya.
"hah, dasar kadal gila. baru sehari jadian, jantung gue udah lari-lari gak jelas gini. amit-amit dah jangan sampe dia nerobos masuk ke rumah, ihh..." gumam Asty bergidik ngeri dan segera pergi ke kamar mengganti pakaianya.
Seperti biasa setelah berganti pakaian dan makan siang, Asty berangkat latihan silat.
Betapa terkejutnya ia ketika keluar rumah sudah ada yang menunggunya didepan pintu.
"Astaghfirullah.. Vian, kamu sejak kapan ada disini?" tanya Asty terkejut memegangi dadanya menyelamatkan jantung yang hampir melompat dari tempatnya.
"tenang saja, aku baru sampai disini satu menit yang lalu. aku tidak sempat untuk mengintipmu." ledek Vian membuat Asty ingin sekali menampar wajah manis nan tampanya itu.
"terus kamu mau ngapain disini? aku mau pergi." tanya Asty lagi penuh selidik.
"aku mau nganter kamu latihan silat." jawab Vian super santai.
"apa...?!! kamu tau darimana aku latihan silat?" tanya Asty terkejut.
"bukanya aku udah bilang, aku tau segalanya tentang kamu sayang." seru Vian dengan senyuman yang sulit dijelaskan.
"iihh.. udahlah aku telat nih." seru Asty bergidik ngeri dan segera berjalan meninggalkan Vian.
Dengan sigap Vian berlari untuk menyalakan mesin motor dan merekapun berangkat menuju tempat latihan.
Sesampainya di tempat latihan, Asty segera turun dan meninggalkan Vian tanpa berkata apa-apa.
"heyy, kau bahkan belum berterimakasih." seru Vian menarik pergelangan tangan Asty.
"oh iya, terimakasih." ucap Asty pura-pura lupa agar Vian cepat melepaskan genggamanya, namun Vian enggan untuk melepasnya.
Asty menatap kesal wajah Vian.
"banyak lelaki tampan disini, tapi tidak ada yang lebih tampan dari aku. kau jangan macam-macam ya, kau hanya miliku seorang." bisik Vian membuat Asty kembali bergidik ngeri mendengar kekasih yang sangat percaya diri dan begitu posesif ini.
"hmm baiklah, aku pergi dulu." seru Asty memutar bola mata malas dan tanganya sudah dilepaskan oleh Vian.
"hati-hati jangan sampai terluka, aku tunggu sampai selesai." teriak Vian namun Asty hanya mengacungkan jempol tanganya ke arah Vian dan berlalu meninggalkan Vian.
"hah, kenapa jempol. bukanya dia memberikan aku kiss. ahh aku sudah tergila-gila pada gadis siput itu." gumam Vian terus tersenyum ke arah Asty.
__ADS_1
Kini Vian mulai benar-benar jatuh cinta pada seorang gadis biasa dan menepati janjinya untuk tidak berbuat onar disekolah.
Padahal banyak gadis cantik yang tergila-gila padanya karena sosoknya yang tampan dan juga kaya, tapi Vian sama sekali tidak tergoda.
Kali ini adalah pertama dalam sejarah hidupnya ia jatuh cinta, Asty menjadi cinta pertama untuknya.
Satu jam Vian menunggu Asty, sebelumnya selalu ia yang ditunggu oleh orang lain dan akan sangat marah jika ia menunggu walau hanya beberapa menit saja.
Namun kali ini ia rela menunggu begitu lama hanya untuk Asty, gadis yang mampu meluluhkan hati dan perilakunya.
"Vian, kamu kok masih disini?" tanya Asty heran.
"kan aku udah bilang mau nunggu kamu, masa aku berbohong sih." jawab Vian memberikan sebotol air mineral pada Asty.
"terimakasih.." ucap Asty meraih botol air mineral dari tangan Vian.
"kita jalan-jalan dulu yuk sebelum pulang." ajak Vian.
"hmm ngga deh, takut kesorean. ibu pasti udah nungguin." jawab Asty.
"baiklah, ayo kita pulang." ajak Vian. Merekapun meninggalkan tempat latihan, tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai dirumah Asty.
Terlihat bu Tatum tengah duduk didepan rumah menanti kedatangan Asty.
"waalaikumsalam,,, inii siapa Asty?" tanya bu Tatum melihat Vian yang berdiri disamping Asty.
"saya Vian tante," jawab Vian segera mencium tangan bu Tatum.
"dia temen aku bu, kebetulan tadi ketemu dijalan terus dia ngajak aku." jelas Asty.
"oh, yaudah duduk dulu nak Vian." ajak bu Tatum.
"makasih tante, tapi saya harus pulang keburu sore soalnya tante." seru Vian sopan, bu Tatum tersenyum melihatnya.
"tapi tante, boleh nggak kalo besok saya ngajak Asty jalan-jalan? besok kan hari minggu." tanya Vian mencuri kesempatan membuat Asty membulatkan matanya ke arah Vian, namun Vian hanya tersenyum mengapresiasi keberanianya meminta izin.
"besok ya.. ya sudah boleh, tapi sebelum makan siang kalian udah pulang yaa." jawab bu Tatum.
"yes, siap bu eh tante. kalo gitu saya pamit pulang dulu." seru Vian dengan senangnya dan segera pulang ke rumahnya.
Astypun segera masuk rumah dan membersihkan diri setelah latihan banyak mengeluarkan keringat yang membuat badanya tidak nyaman.
Setelah selesai, Asty menonton televisi bersama bu Tatum.
"Vian anaknya sopan juga ya. kayaknya dia anak baik." seru bu Tatum.
__ADS_1
"hmm.. mungkin iya bu." jawab Asty yang pikiranya sedang melayang membayangkan Vian.
"kamu suka sama dia yaa.." ledek bu Tatum.
"ibu..." rengek Asty.
Sementara dirumah Vian, ia tengah berbaring di tempat tidurnya sambil sesekali berguling-guling karena merasa senang karena besok adalah pertama kalinya ia akan berkencan.
Biasanya setiap malam minggu ia dan kawan-kawanya berkumpul untuk balapan liar, namun semenjak dekat dengan Asty, Vian lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah.
"sayang sekali dia gak punya hp, kan jadinya gak bisa kangen-kangenan deh." gumam Vian memandangi foto Asty di hp nya yang ia ambil secara diam-diam.
drt.. drt...
Tiba-tiba hp nya bergetar, terdapat panggilan masuk dari Toby.
"ahh ganggu ajah nih." seru Vian kesal mengangkat teleponya.
"halo, kenapa Tob?"
(Lu lagi ngapain sih, nih anak-anak udah pada nungguin lu..)
"sorry Tob, gue lagi gak mood kebut-kebutan. Lain kali ajah deh ya."
(Ahh.. paling lu lagi ngapel kan?)
"nggak, gue lagi dirumah."
(awas ajah lu kalo sampe jatuh cinta beneran.)
"iya bawel lu aah kayak emak-emak. dah gue mau tidur."
tutt., tuutt.. tuut...
Vian menutup teleponya.
"sialan, gue belum kelar ngomong udah dimatiin. kayaknya emang dia udah jatuh cinta beneran deh sama gadis bar-bar itu." gumam Toby.
"siapa yang jatuh cinta, Tob?" tanya Hara gadis sexy dengan pakaian yang kurang bahan itu menghampiri Toby.
.
.
bersambung...
__ADS_1