Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 18


__ADS_3

Mentari telah berada di ufuk barat, terlihat seorang anak lelaki yang tengah menikmati senja di balkon kamarnya yang bernuansa abu-abu sendirian. Ya, dia memang selalu menikmati senja sendiri sekedar menenangkan fikirannya. Kali ini hatinya tengah diliputi rasa bersalah dan khawatir yang teramat besar terhadap seseorang.


"hey adik gue yang ganteng, jangan ngelamun ntar gantengnya luntur." ledek Nico yang tiba-tiba muncul dan menepuk pundak Andri. Entah bagaimana abangnya itu muncul tiba-tiba dan mengagetkan lamunan Andri, mungkin karena Andri terlalu larut dalam lamunannya.


"apaan sih bang, ngagetin ajah. lagian masuk kok ga ngetok pintu dulu, gak sopan tau. ini kan kamar gue." seru Andri kesal menatap abang jangkungnya yang tengah berdiri di sampingnya.


"dari tadi gue udah ngetok berkali-kali Andri.... lo nya ajah yang ngelamun ga denger gue ngetok pintu." jelas Nico ikut terbawa kesal.


"ya udah deh, terus ada urusan apa lo kesini? mau curhat apa lagi?" tanya Andri meledek abangnya yang sering berbagi cerita padanya.


Memang baik Nico maupun Andri selalu berbagi cerita satu sama lain, itu yang membuat mereka saling menguatkan ketika harus di tinggalkan orang tua yang sibuk dengan bisnis masing-masing.


"emang bener tadi siang Asty ketabrak mobil?" tanpa basa-basi Nico langsung melemparkan pertanyaan.


"heemm.." jawab Andri dengan singkatnya sambil menatap ramainya lalu lintas yang ada di bawahnya.


"pantesan lo dari tadi ngelamun ajah. kok bisa sih, bukannya lo kalo pulang bareng dia terus?" Nico bertanya lagi dengan rasa penasarannya.


Dengan wajah lesu Andri menceritakan kejadian tadi siang "tadi emang gue ngikutin dia karena dia jalan sendirian, gue gak mau di liat orang pulang berdua ajah sama dia. Tapi gue ketauan, gue malu dong ketauan ngikutin dia dan gue marah-marahin dia terus gue jalan duluan. gak lama gue denger orang teriak dan udah banyak orang di tengah jalan, perasaan gue udah gak enak banget waktu itu, gue lari masuk ke kerumunan orang-orang, belum liat siapa orangnya gue liat udah banyak banget darah disana ternyata dia-" Nico segera memeluk adik kecilnya itu dan membuat Andri berhenti berbicara karena terlalu menyesakan dadanya, tanpa terasa air matanya sudah menetes begitu saja dalam dekapan Nico.


"gue ngerti, gue ngerasain ada di posisi lo. ngga apa-apa nangis ajah biar lo tenang." Nico mengelus kepala Andri mencoba menenangkannya.


"gue nyesel bang, kenapa gue tinggalin dia jalan sendirian. mungkin kalo sama gue, gak akan kayak gini jadinya bang." Andri terisak menyesali kesalahannya kala itu.


"ssstt... semuanya udah terjadi Andri, lo ga boleh bilang kayak gitu. lo nyesel juga ga akan ngerubah keadaan." seru Nico merenggangkan dekapannya dan mengusap air mata Andri. "sekarang tugas lo doain dia semoga dia baik-baik ajah." tambah Nico memegang pundak Andri dan menatapnya.


"iya bang, makasih ya bang cuma lo yang bisa ngertiin gue." seru Andri mengusap air matanya.


"sama-sama ade gue yang paling ganteng. udah laah jangan nangis lagi, ntar ganteng lo berkurang terus pindah ke gue jadi nambah deh kegantengan gue." ledek Nico remaja yang berkumis tipis itu dan mereka pun tertawa bersama.


Tiba-tiba terbersit satu pertanyaan dalam benak Nico untuk adiknya. "Dek, kamu suka yah sama Asty?" pertanyaan itu seketika terlontar dari mulut Nico membuat Andri menghentikan tawanya.


"gue juga gak ngerti bang, kayak ada rasa sepi kalo ga ada dia, khawatir kalo liat dia ngerasa kesakitan, pas liat dia lagi seneng, senyum hati gue ngerasa tenang, adem. cuma dia yang bisa bikin gue kayak gitu, gue juga gak ngerti apa mungkin di usia gue yang segini gue jatuh cinta bang?" jelas Andri sambil menatap langit.


"yaa, mungkin lo udah tau apa itu cinta. harusnya lo kejar dia yang bikin lo ngerasa nyaman, yang bikin hidup lo lebih berarti lagi. tapi sayangnya itu gak akan mungkin terjadi." seru Nico memegang pundak Andri dengan nafas yang berat.


"loh, kenapa emangnya bang?" Andri berbalik dan menatap abangnya.


"karena Mommy gak suka kalo kita berhubungan sama keluarga tante Tatum." jelas Nico menundukan kepalanya.

__ADS_1


"lo juga suka kan sama kakaknya Asty?" Andri menebak perasaan abangnya.


"waaahh asal nebak ajah lo, mana mungkin gue suka sama cewek galak kayak nenek lampir gitu." Nico menampikkan perasaannya.


"halaaah... lo boong kan, udah deh ngaku ajah sama gue." ledek Andri


"aduhh ni bocah minta di jitak kayaknya, sini lo. gue jitak pala lo biar benjol." Nico mengejar Andri yang terus meledeknya.


"ampun bang ampun.." seru Andri sambil tertawa. Mereka pun saling jitak menjitak sambil terus tertawa.


Seketika tawa mereka terhenti saat mendengar suara ketukan pintu. "masuk ajah gak di kunci." teriak Nico dari balkon sambil merapihkan pakaiannya yang semrawut setelah berperang dengan adiknya.


Setelah mendengar suara Nico pintupun terbuka dan terlihat sosok wanita yang tampak muda walaupun usianya hampir memasuki kepala empat itu.


"Mommy..." seru Andri dan Nico bersamaan menatap tajam ke arah Mommy Astrid.


"kenapa, apa ada yang salah sama mommy?" tanya Mommy Astrid berjalan menghampiri kedua anaknya yang berada di balkon.


"hmmm nggak mom, mommy tumben kesini ada apa?" tanya Nico penasaran.


"Mommy mau bicara sama Andri." jawab Mommy Astrid berjalan mendekati Andri.


Seketika perasaan Andri menjadi tidak enak, apa yang akan di lakukan oleh Mommy Astrid, apa mommy mendengar semua ceritanya.


"m-mommy mau ngomong apa?" tanya Andri terbata-bata tidak seperti biasanya yang selalu bersikap dingin, kali ini Andri merasa takut.


Andri takut mommy akan melakukan hal yang bisa menyakiti Asty karena ia tahu Mommy Astrid begitu membenci keluarga Asty dan Mommy akan nekad melakukan apapun yang di inginkannya tanpa menghiraukan akibatnya.


"besok Mommy mau ke kota, ngurus bisnis disana mungkin akan lama." seru Mommy Astrid.


"berarti gue bisa bebas deketin Asty." batin Andri sedikit melengkungkan bibirnya.


"kamu ikut Mommy yah, nanti kamu juga sekolah di sana." tambah Mommy Astrid mengejutkan Andri


"apa? pindah sekolah?" wajah Andri berubah yang semula senang menjadi kesal.


"iya kamu ikut Mommy ke sana, temenin Mommy. karena selama ini kan Mommy sering ninggalin kamu disini, jarang banget ada waktu buat kita, bikin kamu ngerasa canggung sama Mommy. jadi mommy mau memperbaiki semua kesalahan mommy sama kamu." jelas Mommy Astrid mengelus punggung Andri.


Melihat raut wajah Andri yang merasa kecewa, Nico berusaha mencari alasan agar bisa menggagalkan rencana Mommy Astrid.

__ADS_1


"terus aku gimana mom, aku disini sendirian donk." seru Nico dengan nada protes.


"kamu kan udah besar, bang. Mommy tugasin kamu buat jaga rumah ini, kalo kamu kesepian ajak ajah temen kamu nginep disini tapi awas yaah jangan bawa temen perempuan ke rumah." ancam Mommy Astrid mengacungkan jari telunjuknya.


"tapi mom..." Nico memprotes lagi, namun segera di hentikan Mommy Astrid.


"sudahlah, ikuti saja perintah mommy." seru Mommy Astrid beranjak dari duduknya membuat Nico dan Andri terdiam. "mommy mau mandi dulu, nanti kita makan malam bersama. jangan ada protes-protes lagi." tambah Mommy Astrid berjalan meninggalkan anak-anaknya.


Nico dan Andri masih tertunduk diam melihat Mommy Astrid keluar kamar. Beberapa saat kemudian Nico membuka pintu memastikan apakah mommy nya sudah pergi jauh.


"gawat ini Ndri, Mommy bener-bener mau pisahin lo sama Asty" seru Nico menutup pintu kamar setelah di rasa aman.


"iya bang, alesannya ajah mau memperbaiki hubungan padahal nanti juga di sana gue di cuekin lagi, dia sibuk sama bisnisnya." seru Andri membaringkan tubuhnya di sofa.


"terus gimana rencana lo, apa lo mau nurut ajah ikut Mommy?" tanya Nico kehabisan ide.


"gak tau bang, gue udah nyaman disini tapi gue bingung gimana cara nolaknya. pasti Mommy tetep maksa gue biar ikut dia." jelas Andri.


"emang kenapa sih bang Mommy sampe segitu bencinya sama keluarga tante Tatum?" Andri merubah posisinya menjadi duduk di dekat abangnya bersiap mendengar cerita Nico.


"yang gue denger dari oma dulu waktu masih SMA mommy sama om Reno itu pacaran. tapi pas mommy kuliah, mommy ketauan selingkuh jadi om Reno mutusin mommy. om Reno juga ngerasa kalo dia gak pantes buat mommy yang anak kuliahan sedangkan om Reno cuma lulusan SMA." jelas Nico mengingat cerita omanya dahulu ketika ia dimarahi mommy karena ketauan ikut bermain dengan Laras dan teman-temannya.


"lah itu kan masalah Mommy kenapa kita di bawa-bawa yaa." seru Andri kesal.


Belum sempat Nico menjawab tiba-tiba pintu kamar terbuka, membuat mereka terdiam dan membelalakkan mata.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2