
Sinar mentari yang sudah mulai hilang membuat Qenan dan Asty memutuskan untuk pulang ke rumah, mengingat bu Rani sudah mengkhawatirkan mereka karena sedari tadi ponsel Qenan terus berdering oleh panggilan bu Rani.
"Hah, memangnya kita masih anak kecil." Keluh Qenan menatap ponselnya.
"Sudahlah, aku juga lelah. Ingin segera merebahkan diri di atas tempat tidur yang nyaman." Ucap Asty tersenyum.
Mereka segera meninggalkan kedai es krim yang akan menjadi kedai kesukaan mereka berdua.
Sementara di sebuah apartemen, Gisel tengah berbaring di atas tempat tidurnya sendirian. Setelah memastikan keadaan Gisel baik-baik saja, Arka segera mengantarnya pulang ke apartemen Gisel.
Dalam hati Gisel, ia berharap jika Arka mau menemaninya dalam keadaan lemah. Akan tetapi Arka pergi begitu saja setelah memastikannya terlelap di atas tempat tidur. Gisel merasa cintanya hanya bertepuk sebelah tangan karena ia merasa jika Arka masih mengharapkan Asty yang jelas sudah menjadi istri Qenan.
Gisel beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju cermin, ia menatap pantulan dirinya dari cermin. Tanpa terasa air matanya menetes begitu saja, ia mulai menyesali perbuatannya yang rela menyerahkan harta paling berharga yang ia miliki, sedangkan Arka tampak tidak memperdulikannya.
Walau atas dasar cinta tetapi tindakannya benar-benar telah membuatnya menyesal, hidup di kota besar sendirian untuk mengejar karir pun kini sudah hancur karena ulahnya sendiri.
Kebahagiaan yang di harapkan tidak akan ia dapatkan lagi, kini keputusasaan tengah menghinggapinya. Menyesal pun sudah tiada artinya lagi, ia hanya bisa mencoba untuk bangkit kembali memulai semua dari awal.
__ADS_1
Berbeda dengan Asty yang juga pergi ke kota untuk mengejar karirnya, ia mendapat kebahagiaan yang tak pernah di duga sebelumnya. Sikapnya yang ramah dan peduli dengan sesama membuat kebahagiaan selalu datang padanya.
Kehangatan keluarga yang selalu ia rasakan dari kecil membuatnya menjadi sosok yang ramah dan membuat tenang siapa saja yang berada di dekatnya, seperti saat ini ketika Asty dan Qenan sampai di depan rumah.
Bu Rani dan pak Bagas sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut anak semata wayang dan menantu kesayangan, peluk dan cium bu Rani berikan pada Asty yang sudah di anggap sebagai anak sendiri sejak bekerja di minimarket nya. Melihat bu Rani yang lebih memperhatikan Asty dibandingkan dirinya, membuat Qenan merasa senang karena istrinya sangat di terima di keluarganya.
"Oh jadi sekarang aku udah gak di akuin lagi nih, ma." Seru Qenan melihat bu Rani yang sudah berjalan didepannya sambil merangkul Asty.
"Berisik ah, kamu kan sama papa. Biar kita perempuan sama perempuan dong." Ucap bu Rani menengok ke belakang kemudian melanjutkan kembali langkahnya sambil mengobrol dengan Asty.
Sedari dulu memang bu Rani menginginkan anak perempuan yang baik hati dan pemberani seperti dirinya dahulu waktu masih remaja. Sejak bertemu dengan Asty, ia merasa sangat bahagia dan berharap Asty akan menjadi anaknya. Doa-doa bu Rani ternyata terkabul, saat ini Asty telah benar-benar menjadi anaknya.
Arka menganggap jika bu Rani adalah penyebab perpisahan kedua orangtuanya karena saat orang tuanya bertengkar, ibunya pergi ke rumah bu Rani untuk menenangkan diri hingga akhirnya memutuskan untuk berpisah. Walaupun sebenarnya bu Rani telah mengingatkannya jika perpisahan bukanlah jalan keluar yang terbaik.
Perpisahan kedua orangtuanya membuat Arka merasa tidak ada gunanya lagi untuk bertahan hidup, ibunya yang entah pergi kemana dan ayahnya yang sudah memiliki istri baru membuatnya merasa terkucilkan.
Namun sejak ayahnya mengajaknya masuk ke keluarga barunya, semangat hidupnya kembali lagi di tambah dengan melihat keluarga bu Rani yang terlihat bahagia membuatnya berencana untuk menghancurkan kebahagiaan mereka dan berharap jika Qenan merasakan sakit yang ia rasakan selama ini.
__ADS_1
Perbuatan jahat Arka memang berhasil di awal, tetapi itu yang membawa Qenan bertemu dengan cinta sejati yang bersedia menerima apa yang ada pada dirinya. Karena sejatinya orang yang berpikiran jahat akan selalu merasa menderita.
Seperti saat ini, Arka menghabiskan malamnya sendirian di balkon kamarnya menatap bintang di langit yang selalu menemaninya tanpa meminta imbalan apapun. Pandangannya tertuju pada gelapnya langit malam itu yang seolah membentuk senyuman manis yang terdapat pada wajah Asty pada saat pertama kali mereka bertemu di masa sekolah dulu.
Dirinya cukup merasakan penderitaan saat tak dapat memiliki Asty seutuhnya, perasaan yang terus-menerus menyiksa batinnya. Hingga akhirnya muncul keinginan untuk membuat Asty juga merasakan kehancuran yang ia rasakan saat ini, ia tak akan pernah rela melihat Asty berbahagia apalagi merasakan kebahagiaan bersama Qenan, musuh terbesar dalam hidupnya.
Betapa bodohnya Arka yang selalu ingin mendapatkan kebahagiaan dari hasil merusak hubungan Qenan, padahal ia memiliki Gisel yang sudah rela memberikan harta yang paling berharga kepada Arka seorang.
Arka malah berencana untuk mencoba kembali menghancurkan hidup Qenan dan Asty, sedangkan Gisel ia anggap hanya sebagai mainannya saja seperti halnya saat ia bersama Lusy dahulu yang ia rebut dari Qenan.
Setelah Lusy mengetahui keburukan Arka, ia memilih pergi menjauh dari kehidupannya. Bahkan tak ada niat untuk kembali pada Qenan karena ia tahu jika Qenan tidak lagi mencintai penghianat seperti dirinya.
Kini Lusy memilih untuk memulai karir modelingnya di Paris, ia memfokuskan dirinya pada pekerjaannya yang sempat ia tinggalkan saat merasakan indahnya cinta bersama pemuda yang usianya lebih muda darinya, tetapi kini ia sudah menyadari jika perbuatannya di masa lalu adalah kesalahan terbesar.
Ia rela mengkhianati Qenan yang sudah jelas benar-benar mencintainya demi seorang pemuda yang berpura-pura menginginkannya. Tetapi saat ini menyesal pun sudah tiada guna, Lusy memilih untuk memperbaiki dirinya agar mendapatkan pria yang baik pula terhadapnya.
Lusy tersenyum bahagia saat menatap layar ponsel di sela-sela pemotretan yang sedang di lakukan nya di luar ruangan itu.
__ADS_1
"Akhirnya kalian bisa bersama lagi, semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian. Terlihat sangat serasi, Qenan memang pandai memilih wanita yang pantas untuk mendampinginya." Ucap Lusy melihat foto pernikahan Qenan dan Asty yang ia dapatkan dari temannya yang hadir di acara pernikahan mereka.
Lusy sudah benar-benar mengikhlaskan Qenan berbahagia bersama Asty. Sejak melihat Qenan yang begitu khawatir saat mencari keberadaan Asty yang tengah di sekap oleh Arka, Lusy meyakini jika Qenan dan Asty adalah pasangan yang akan selalu berbahagia dengan saling memahami keadaan masing-masing.