Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 26


__ADS_3

Di dalam rumahnya, Laras yang tengah duduk cengar-cengir sendirian mengingat kejadian tadi sepulang sekolah. Sebenarnya ia juga menyukai Nico, namun mengingat dari keluarga mana ia berasal, Laras hanya bisa menutupi perasaannya karena akan percuma jika ia menjalin hubungan dengan Nico, pasti orang tua Nico tidak akan menyetujuinya.


"ahhh pusing pala gue, kayaknya gue harus istirahat nih." gumam Laras menarik bantal dan tidur di depan televisi.


"Laras, kamu ngapain tidur di sini. Masuk kamar sana, istirahat di kamarmu saja. kamu kan lagi gak enak badan." seru pak Reno.


"hmm iyya ayah. aku pindah ke kamar." jawab Laras bergegas menuju kamar sebelum hilang rasa kantuknya.


Sementara Nico baru saja sampai di rumahnya, melepaskan helm dan jaket yang di pakainya kemudian bergegas menuju kamar Andri.


Sesampainya di dalam kamar, terlihat Andri masih terbaring dengan badan tertutup oleh selimut dan hanya kepalanya yang terlihat.


"Andri..." panggil Nico sambil menggoyangkan pundak Andri.


"hmm.. kenapa bang." jawab Andri dengan mata yang masih tertutup.


"Lo udah makan belum?" tanya Nico lembut.


"gue males mkan bang, ga nafsu." jawab Andri.


"lhaa.. kenapa sih? Lo lagi mikirin apa?" tanya Nico yang ingin tahu.


"gue juga gak tau bang." Jawab Andri sayu.


"Lo gak usah boong deh sama gue, gue tau lo mikirin si Asty kan? Ngaku ajah deh lo." Seru Nico maksa membuat Andri akhirnya menceritakan semuanya.


Nico sangat faham dengan perasaan Andri, sama seperti dirinya yang hanya bisa memandang dari jauh tapi tidak bisa memiliki. Apalagi Andri sampai diancam Mommy agar tidak berdekatan dengan Asty lagi karena ia ketahuan bertemu Asty.


"Jadi lo di ancem Mommy biar lo ngga deketin Asty?" Tanya Nico memastikan kebenarannya.


"Iya bang, gue takut Mommy nyakitin Asty. Mommy kan bisa ngelakuin apa ajah yang dia mau." Jelas Andri masih dari balik selimutnya.


"Ya udah sekarang lo turutin ajah apa maunya Mommy, toh lo juga masih bisa ketemu dia di sekolahan kan." Jelas Nico memberi Andri semangat dan hanya di jawab anggukan oleh Andri.


"Dah sekarang lo bangun, makan dulu terus diminum nih obat. Gue udah susah banget belinya ini tau gak sih lo." Seru Nico dengan wajah pura-pura kesal.


"Ya elah, apotek kan deket. Apa susahnya emang?" Tanya Andri heran.


"Ckk.. lo gak tau sih." Nico berdecak.


"Lah emang ngga tau, gue kan di rumah lagi tidur." Jawab Andri menjengkelkan Nico.


"Iya bocah .. lo gak tau gue hampir dikeroyok orang-orang." Jelas Nico membuat Andri terkejut hingga bangun dari tidurnya.


"Serius lo, bang? gimana ceritanya lo bisa di keroyok? tapi lo gak kenapa-kenapa kan?" rentetan pertanyaan keluar dari mulut Andri saking khawatirnya dia pada abangnya, Andri terus memutar-mutarkan badan abangnya, ia sangat takut jika abangnya itu terluka.


"hahaha..." Nico tertawa geli melihat wajah panik adiknya itu.

__ADS_1


"lo kenapa ketawa bang?" tanya Andri heran.


"gue gak kenapa-kenapa, Andri. gue tadi cuma ketemu segerombolan fans yang mau liat ketampanan gue." jelas Nico memegang dagunya dengan jempol dan jari telunjuknya, bergaya seolah ia paling tampan.


"iddiihhhhh... gue kira lo beneran di keroyok orang bang." seru Andri geli.


"haha.. dah sekarang lo kan udah bangun, nih di makan tuh bubur terus obatnya diminum." seru Nico memberikan semangkuk bubur ayam.


"suapin bang.." seru Andri manja.


"hadeeh... dah sini, buka mulut lo yang gede ya. aaaa" perintah Nico sambil menyodorkan sendok berisi bubur, sambil sesekali saling bercanda.


Kehangatan dalam keluarga hanya mereka berdua yang menciptakan dan mereka yang rasakan, tanpa hadirnya kedua orangtua.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.


"masuk ajah bi." teriak Nico


"ini tuan, ada temen-temennya mau nengokin katanya." seru bi Nina setelah membuka pintu.


"suruh masuk ajah bi, paling si Rehan sama si Topan." jawab Nico sambil menyuapi Andri.


Mereka pun masuk dan mengejutkan Andri.


"Asty.." gumam Andri terkejut melihat datangnya Asty.


"Lah Asty doank bang yang di ajak masuk, aku kok ngga?" tanya Rehan iseng.


"diih Lo, mau masuk tinggal masuk ajah. apa mau gue tarik kesini lo." seru Nico. Mereka memang sudah seperti keluarga yang sama-sama tengilnya.


"sini Asty duduk, nih terusin nyuapin bayi. gue udah pegel banget dari tadi gak selesai-selesai." pinta Nico sambil menyodorkan mangkuk bubur pada Asty.


Ketika Asty hendak menerimanya, tiba-tiba muncul suara dari dekat pintu.


"sini biar aku ajah bang." teriak seorang anak perempuan berdiri dekat daun pintu yang terbuka.


"Nuri.." seru semua orang di ruangan itu.


"kenapa si nenek sihir itu bisa ada di sini sih." bisik Topan.


"iya, gak ngerti gue. bisa-bisanya dia ikutan kesini." jawab Tina.


"aku dapet pesan dari Mommy Astrid, katanya aku harus jagain Andri selama dia sakit." seru Nuri dengan pedenya melangkahkan kaki menuju Nico dan mengambil mangkok bubur milik Andri.


"cuih.. jijik banget gue liat cewek modelan begini." decak Rehan sebal menatap ke arah Nuri.


"kalo kalian gak suka, silahkan keluar. biar aku berdua sama Andri disini, lagian Andri juga butuh istirahat. kalian gak usah ganggu." jelas Nuri dengan wajah angkuhnya.

__ADS_1


"Lo ngasih tau Mommy kalo gue sakit?" tanya Andri malas.


"iya donk, Mommy harus tau dan pasti khawatir kalo cewek gembel itu memanfaatkan situasi ini." seru Nuri yang sudah duduk di samping Andri sambil menatap ke arah Asty.


"Nuri, jaga ucapan Lo yaa..!" bentak Nico menunjuk wajah Nuri.


"Lhaa.. emang iya kak, dia kan gak selevel sama kita." jawab Nuri santai.


"Nuri..." Nico kesal dan hendak menampar wajah Nuri, tiba-tiba Asty menahan tangan Nico.


"udah kak, biarin ajah. dia udah biasa ngatain aku kayak gitu. aku ngga apa-apa kok, aku udah kebal." seru Asty dengan lembut dan bibirnya melengkungkan senyum manisnya membuat hati Nico sedikit tenang.


"tapi Asty, ini udah keterlaluan." seru Nico


"ngga apa-apa kak, aku pamit pulang ajah. takutnya kedatangan aku disini mengganggu." jawab Asty masih dengan senyumnya.


"ayo Tina, kita pulang." ajak Asty.


"tapi Asty, kita kan baru nyampe." jawab Tina.


"udah ngga apa-apa, yang penting udah liat keadaannya. terus kita doain ajh biar temen kita cepet sembuh." jelas Asty


"ya udah kak, aku pulang dulu." pamit Asty pada Nico tanpa melihat ke arah Andri kemudian berjalan menuju pintu.


Pintu terbuka ketika Asty hendak memegang gagang pintu tersebut. Ternyata Mommy Astrid sudah datang. Melihat ada Asty, Mommy Astrid pun tak kuasa menahan emosinya dan menampar wajah Asty.


Plakkk....


"ngapain kamu disini, berani yaa kamu menginjakan kaki kamu di rumah saya." bentak Mommy Astrid pada Asty yang tengah kesakitan memegangi pipinya.


Semua orang terkejut melihat kedatangan Mommy Astrid kecuali Nuri yang tengah tersenyum puas melihat Asty.


"Mm-mommy kok udah pulang sih?" tanya Nico terbata-bata.


"kamu kenapa gak ngabarin Mommy kalo Andri sakit, untung Nuri ngasih tau Mommy." tanya Mommy Astrid dengan wajah sangarnya.


"aku cuma gak mau ganggu Mommy yang lagi sibuk." jawab Nico tegas.


"biasanya juga Mommy gak pernah pulang kalo aku kabarin masalah apapun itu, Mommy selalu mentingin bisnis Mommy daripada kita kan." tambah Nico sedikit kesal.


Mommy Astrid hanya bisa diam mendengar kejujuran dari anaknya yang selama ini ia tinggalkan dan harus menjaga Andri.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2