Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
Berdua Di Gudang


__ADS_3

Indah berjalan perlahan masuk ke dalam gudang. Sambil membawa kardus yang berisikan gelas, ia terus memikirkan bagaimana caranya mengawali obrolan dengan pria tampan itu.


Ia terus berfikir dan berfikir hingga akhirnya ia menemukan topik untuk mengawali obrolan walaupun terkesan monoton.


"Anu... Kamu sedang apa di dalam gudang?" Indah bertanya pada Fattan.


Namun, tidak ada ada jawaban sepatah pun dari mulut Fattan.


Hal itu membuat Indah kembali overthinking dan menganggap Fattan tidak mempedulikan dirinya.


Jantungnya kembali dag dig dug ser, karena orang yang ia kagumi mendiamkannya begitu saja.


Ia memberanikan dirinya untuk menatap ke arah Fattan berada, untuk memastikan kenapa pria yang dirinya kagumi itu tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkannya.


Indah terkejut, saat melihat apa yang terjadi pada Fattan. Ia tidak melihat pria itu dimanapun dalam gudang. Hal itu membuat ia sedikit lega dan tahu jawabannya kenapa Fattan tidak menjawab pertanyaannya.


Di sisi lain ia merasa penasaran kemana perginya Fattan, hingga ia berjalan ke luar gudang untuk memastikan keberadaannya.


Namun, lagi-lagi ia tidak melihat keberadaan pria tampan itu dimanapun. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk menyimpan kardus berisikan gelas yang masih ia bawa-bawa.


Setelah kardus tersimpan di atas rak khsusu, ia bingung apa yang harus dirinya lakukan di dalam gudang. Ia tahu pak Ahmad memerintah dirinya untuk membantu merapikan gudang, hanya saja ia bingung harus memulainya dari mana, Apalagi keadaan gudang yang terlihat begitu berantakan.


Lama Indah melamun, hingga akhirnya Fattan kembali masuk ke dalam gudang.


Ia masuk dan menatap ke arah Indah sambil meluncur senyuman manisnya.


Hal itu kembali membuat hati Indah dag dig dug ser dan kembali memalingkan pandangannya dari arah wajah pria yang telah meluncurkan senyuman manisnya itu.


"Sial, kenapa aku kembali memalingkan wajah darinya?!" Gumam Indah menyesal.


"Apa dia menyadarinya? Bagaimana ini?!" Tambahnya dalam hati.


"Bagaimana jika Fattan membenciku, karena aku tiba-tiba memalingkan wajahku? Bagaimana ini?!"


Indah terus berkelahi dengan pikirannya hingga tanpa sadar ia membuat gerakan seperti menghentak-hentakan kakinya ke lantai.


Sehingga hal itu membuat Fattan penasaran dan bertanya padanya.


"Kenapa denganmu Indah?"


Indah tiba-tiba menyadari gerakan yang ia buat tanpa sadar. Pipinya langsung memerah apalagi ditambah dengan Fattan memanggil namanya secara langsung.


"Aku sungguh bodoh! Kenapa membuat gerakan yang tidak perlu di depan Fattan?! Apa dia mengaggapku wanita aneh?!" Gumam Indah cemas.


Namun di sisi lain, ia merasa senang bahwa Fattan mengingat namanya, hingga ia senyum secara tiba-tiba.


"Kamu benar baik-baik saja Indah?"

__ADS_1


Fattan kembali bertanya karena penasaran.


"Eh, aku baik-baik saja, maafkan aku telah membuatmu cemas," ucap Indah refleks.


"Sukurlah kalau begitu," pungkas Fattan dan langsung kembali beres-beres gudang.


Indah yang tengah berdiri pun, dibuat kecewa dengan kepergian Fattan begitu saja tanpa basa-basi lebih dengannya.


Namun, Indah tidak berhenti disitu saja, walaupun ia merasa kecewa, hati kecilnya masih berambisi untuk bisa mengajak ngobrol Fattan. Ia kembali berfikir untuk mencari topik yang pas agar bisa mengobrol panjang lebar dengan lelaki tampan itu.


"Cari topik, cari topik, cari topik, cari topik," gumamnya dalam hati dengan cepat sambil berjalan kesana kemari.


"TOPIIIIIIK KAU DIMANAAAAAAA?!"


Saking gregetnya mencari topik, kedua tangannya ia angkat setinggi dada dengan mengeraskan otot-ototnya. Hal itu membuat Fattan kembali penasaran.


"Apa benar kamu baik-baik saja, Indah?" Tanya Fattan terlihat sedikit cemas.


"A...aku baik-baik saja. Maaf telah membuatmu khawatir," ucap Indah malu-malu kucing.


Mendengar ucapan dari Indah bahwa dirinya baik-baik saja, Membuat Fattan kembali meninggalkan Indah untuk bekerja. Hal itu kembali membuat Indah sedih.


Karena mentok dan sangat ingin mengajak ngobrol pria yang sedang bersamanya di dalam gudang, Indah spontan bertanya padanya.


"Anu... Nama kamu siapa Fattan?"


"Aku... Fattan," ucap Fattan terlihat ragu dengan gaya memiringkan kepalanya.


Lagi-lagi wajah Indah memerah. Ia sangat malu karena telah bertanya hal bodoh pada lelaki tampan di depannya.


"Bodoh, bodoh, bodoh! Kau memang bodoh Indah!!"


Lagi-lagi Indah merasa kesal pada dirinya sendiri. Ia kembali memalingkan pandangannya hingga membelakangi Fattan.


"Tolong lupakan pertanyaanku barusan!"


Masih dalam keadaan memalingkan pandangannya, Indah meminta agar Fattan tidak mengingat ucapnya.


Lelaki itu menjawab dengan simpel permintaan Indah. Tidak membutuhkan waktu lama, Fattan kembali melakukan aktivitasnya.


Namun, tanpa di duga-duga, Fattan bertanya terkait Indah yang masih berada di dalam gudang.


"Apa ada urusan lain selain menyimpan kardus tadi?"


Mendengar pertanyaan dari Fattan, Indah merasa ada kesempatan untuk mengobrol dengan pria tampan itu. Ia juga langsung membalikkan badannya hingga menghadap ke arah Fattan.


Dengan mulut yang tiba-tiba tersenyum, tatap mata yang tidak bisa diam menatap ke berbagai arah, dan kedua jari telunjuk saling beradu, dalam keadaan malu-malu, ia berkata bahwa dirinya di suruh untuk membantu membersihkan area gudang oleh pak Ahmad.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Fattan menganggukan kepalanya satu kali sambil tersenyum manis ke arah Indah.


Ia juga langsung kembali untuk membereskan gudang yang terlihat acak-acakan dan kotor.


Hati Indah lagi-lagi dibuat meleleh dengan senyum manis Fattan. Namun ia juga kembali Fattan hiraukan.


Sadar Fattan kembali menghiraukannya, Indah langsung mendekati pria tampan itu untuk bertanya apa yang harus dirinya lakukan di gudang tersebut.


"A...anu, apa yang harus aku lakukan di dalam gudang ini?" Tanya Indah sedikit gugup sambil berjalan perlahan ke arah Fattan.


Saat sedang merapikan rak barang-barang, Fattan menengok ke arah Indah yang bertanya padanya.


Dengan mulut yang lagi-lagi tersenyum, ia menjawab pertanyaan Indah.


"Membersihkan dan merapikan yang sekiranya kotor juga berantakan."


Lagi-lagi Indah merasa bodoh dengan pertanyaan yang dilontarkan pada Fattan. Ia tahu memang pak Ahmad menyuruhnya untuk membantu Fattan membereskan gudang, namun ia berguman dalam hatinya kenapa dirinya bertanya hal yang sudah jelas jawaban.


Sibuk bertengkar dengan pikirannya, tiba-tiba Fattan memberikan lap meja dan berkata dengan lembut pada Indah.


"Indah, tolong rapikan dan bersihkan rak sebelah situ."


Fattan menunjuk ke arah rak paling pojok, hal itu membuat Indah bersemangat untuk melakukan apa yang di perintahkan Fattan padanya.


"SIYAP LAKSANAKAN KOMANDAN!"


Indah berteriak sambil memberikan hormat pada Fattan.


Fattan yang mendengar dan melihat hal tersebut sesaat terdiam, namun tiba-tiba ia tertawa lembut melihat tingkah konyol Indah.


"Haha, kau sangat lucu Indah," ucap Fattan sambil menutup mulutnya.


Mendapat pujian dari pria di depannya membuat kedua pipi Indah kembali memerah. Ia pun langsung pergi ke tempat rak paling pojok.


To Be Continued........


...----------------...


...JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL DENGAN JUDUL...


..."MENGEJAR CINTA YANG SALAH"...


...DENGAN CARA LIKE, COMMENT, SHARE, DAN TAMBAHKAN FAVORIT UNTUK MENDAPATKAN UPDATE BAB TERBARU....


...DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGIKU...


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2