
Seketika Brian menghentikan aksinya dan menoleh ke belakang. Windy masih nangis ketakutan setelah apa yang dilakukan Brian terhadapnya.
"Kamu lagi, rupanya! Kenapa kamu selalu menggangguku,!" ucap Brian dengan matanya yang melotot.
Windy seketika langsung berlari ke arah laki-laki tersebut dan langsung memeluknya sambil menangis sesenggukan. "Tolong saya Pak Bayu, saya takut, hiks.!"
Bayu seketika juga membalas memeluk Windy dengan layaknya laki-laki melindungi seorang wanita. Dia kasihan melihat Windy yang sepertinya sangat ketakutan sekali.
Brian semakin geram setelah melihat Bayu memeluk Windy. Dia kemudian mendekati Bayu dan mencoba memukul wajahnya tapi untung bisa di hindari oleh Bayu.
"Bu Windy sebaiknya menjauh sebentar, biar saya urus laki-laki ini," ucap Bayu.
Windy langsung menjauh dan bersembunyi di dalam Sedangkan Bayu dan Brian masih bersihtegang di ruang tamu.
"Saya harap kamu jangan ganggu Bu Windy lagi, dan saya juga nggak mau masalah ini berlanjut ke kekerasan," ucap Batu mencoba menenangkan.
"Ciiih.,! Bulsiiit dengan ucapanmu itu, kamu itu siapa, bukan siapa-siapa Windy. Kamu hanya atasannya saja. Sedangkan ini urusan saya dengan Windy," jawab Brian.
"Oke, saya memang nggak berhak ikut campur. Tapi, tadi saya mendengar Bu Windy teriak minta tolong, jadi saya berhak menolongnya."
"Jangan sok pahlawan kamu, sebaiknya kamu pergi dari sini biar masalah ini saya dan Windy yang menyelesaikannya," sahut Brian dengan wajah yang masih tegang.
"Maaf, saya tidak meninggalkan Bu Windy dalam keadaan tidak nyaman. Lihat itu, wanita nggak bersalah itu kini wajahnya pucat karena masih ketakutan," ucap Bayu sambil menunjuk Windy yang berdiri ketakutan.
Brian menoleh ke arah Windy dan sebenarnya dia juga nggak sampai hati dengan dia. Tapi, karena saking cintanya dia terhadap Windy, sampai-sampai dia nggak sadar kalau tindakannya nyaris melukai Windy.
Brian kemudian mendekati Windy dan mencoba menyentuh wajah gadis itu. Tapi, dengan satu gerakan Windy langsung menampiknya. Brian hanya diam memandangi Windy dengan tatapan lembut.
"Win, maafin aku ya. Bukan maksud aku menyakitimu. Tadi aku hanya emosi karena aku cemburu melihat kamu diantar pulang oleh bos kamu," ucap Brian pelan.
Windy masih terdiam dengan tatapan kosong. Dia seperti ketakutan sampai-sampai tubuhnya seperti menggigil. Bayu yang melihat keadaan Windy langsung ikut mendekati gadis itu.
"Bu Windy nggak apa-apa. Tubuh Anda dingin sekali, apa perlu saya antar ke rumah sakit,?" tanya Bayu sambil memegang tangan Windy.
Brian yang melihat Bayu seperti itu langsung saja dia berdiri sambil mengepalkan tangannya. Bayu nggak menghiraukan sikap Brian yang penting sekarang dia harus menyelamatkan Windy.
__ADS_1
Brian semakin geram karena sikap Bayu semakin lama semakin membuatnya emosi. Dengan satu gerakan tangannya langsung ditujukan pada tengkuk Bayu, tapi disaat bersamaan Windy yang melihat Brian hendak memukul Bayu langsung mendorong tubuh Bayu ke samping dan akhirnya dirinya yang kena pukul Brian.
"Awas Pak Bayu.,!" teriak Windy.
"Bugh.,!" hantaman itu tepat mengenai kepala Windy dan jatuh ke lantai.
"Aaarggh.,!"
Bayu yang tubuhnya terjatuh lantaran didorong Windy kini mencoba bangkit untuk menolong Windy, tapi sayangnya telat keburu Windy tersungkur ke lantai.
Brian yang melihat itu langsung gemetar, dia memperhatikan tangannya yang baru saja dibuat mukul Windy. Memang awalnya dia hendak memukul Bayu tapi justru Windy menyelamatkan Bayu dari pukulan Brian.
"Bu Windy.., Bu Windy bangun. Tolong, jangan seperti ini. Saya minta maaf karena gara-gara menyelamatkan saya, Anda jadi yang kena," ucap Bayu sambil mengguncang-guncangkan tubuh Windy.
"Windy, maafin aku. Aku nggak bermaksud menyakiti kamu. Windy bangun,!" kini Brian ikut bicara.
Tanpa menunggu waktu yang lama, Bayu langsung mengangkat tubuh Windy dan membawanya ke dalam mobilnya. Brian yang melihat Bayu lebih cepat satu langkah darinya semakin geram.
"Hey, mau kamu bawa kemana dia?!" teriak Brian.
Setelah Windy berhasil masuk, kini Bayu menyalakan mobilnya dan menuju rumah sakit. Dia tidak menghiraukan teriakan Brian di belakang.
Setelah itu Brian juga langsung mengemudikan mobilnya mengikuti mobil Bayu dari belakang.
.
.
.
Setibanya di rumah sakit, Bayu segera menggendong Windy dan minta pertolongan sama petugas. Seketika ada suster lalu membantunya membawa ke UGD.
"Sebaiknya Bapak tunggu di sini, biarkan saya menolong istri Bapak," ucap suster tersebut.
"Tapi dia bukan is--" Bayu tidak melanjutkan kalimatnya karena suter tadi sudah keburu masuk ke dalam ruangan UGD.
__ADS_1
Kini Bayu hanya menyesali apa yang terjadi barusan. Gara-gara menyelamatkan dirinya akhirnya Windy jadi korban pukulannya Brian. Dia jadi teringat pada saat kecelakaan sama Dini waktu itu.
Kini dia juga mengalami hal yang sama cuma kejadiannya beda. Bayu tidak mau kejadian yang dulu terjadi pada Dini menimpa Windy. Jika sampai kenapa-napa pada Windy dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri.
Bayu lantas bersandar di dinding kemudian ke bawah dan duduk di lantai rumah sakit. Wajahnya ditutup dengan kedua telapak tangannya. Tak sadar akhirnya dia menangis juga.
Tak selang lama Brian datang dengan wajah yang bercampur aduk antara panik dan geram. Dia kemudian mendekati Bayu yang kini duduk di lantai.
"Gimana keadaan Windy,?" tanya Brian dengan suara yang tidak di kontrol.
Bayu lantas berdiri dan mendekati Brian. Wajahnya kini berhadapan dengan wajah Brian. "Dia lagi di tangani di UGD, jika sampai kenapa-napa sama dia, kamu berurusan sama saya,!" ucap Bayu dengan wajahnya yang sudah memerah.
"Memang siapa kamu,!" jawab Brian.
"Sssttt, ini rumah sakit. Saya harap kamu bisa mengerti," ucap Bayu.
Kini mereka berdua hanya berdiri sambil menunggu kabar selanjutnya soal Windy. Bayu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi orang-orang yang harus dihubungi.
Bu Sumi adalah orang pertama yang Bayu hubungi karena dia juga tidak tahu mau hubungi ke siapa. Karena Windy tidak punya keluarga. Semuanya ada di luar Jawa.
Kemudian dia menghubungi Pak Adrian dan salah satu stafnya yang kebetulan temannya Windy. Bagaimanapun juga dia harus membantu Windy karena Bayu merasa kalau dirinya juga ikut andil dengan kejadian yang menimpa Windy. Kemudian suster keluar dan menghampiri Bayu yang sedang berdiri.
"Maaf Pak, istri Bapak masih belum sadar. Di kepalanya ada penggumpalan darah. Jadi tolong standbay terus disini, nanti akan saya kabari lagi. Dokter masih melakukan tindakan terhadap istri Anda," jelas suster itu.
"Ah iya sus, makasih,!" bibir Bayu bergetar saat menjawab apa yang dikatakan oleh suster tersebut.
"Baiklah saya masuk lagi, nanti kalau diperlukan apa-apa, Anda harus siap," ucap suster itu.
"Baik sus."
Kemudian Brian mendekati Bayu yang masih berdiri. "Kenapa suster tadi bilang kalau Windy itu istri kamu,?"
--------------------------------
Next....
__ADS_1