MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 27 (Tegang)


__ADS_3

Pak Arman kaget setelah Mamanya Bayu bilang kalau Aulia adalah calon istri Bayu. Dia nggak menyangka kalau secepat ini Bayu mendapatkan pengganti Dini. Sedangkan Bu Santy memang sengaja bilang seperti itu agar keluarga Dini bisa lepas dari Bayu.


"Oh jadi Nak Bayu sudah punya calon.?" tanya Pak Arman.


"Iya Pak."


"Oh pantas saja kamu menolak di jodohkan dengan Dinda. Ternyata kamu sudah dapat pengganti Dini.?" ucap Pak Arman dengan intonasi yang tinggi.


"Maaf sebelumnya Pak, dia memang calon istri saya. Dan itu tidak ada hubungannya dengan penolakan saya soal perjodohan sama Dinda." jawab Bayu.


"Lalu kenapa kamu menolak saat mau dijodohkan dengan Dinda sebelum kamu tahu kalau dia hamil.?" pertanyaan Pak Arman seolah memojokan Bayu.


"Kan sudah saya jelaskan diawal, sebenarnya saya memang tidak ada rasa sama Dinda dan menganggap dia sebagai adik sendiri, lalu dengan Dinda yang terus menerus menangis karena merasa kalian desak, maka dengan kelapangan hati, saya mencoba membuka hati untuk belajar menerima Dinda dan itu juga atas dorongan orang tua saya.


Tapi, setelah saya tahu kalau rengekan dan alasan dia kenapa mendesak saya untuk bisa menerima perjodohan ini lantaran memang ide dia sendiri dan bukan karena desakan kalian, saya kecewa sekali dan merasa dipermainkan oleh Dinda. Dan kalian juga mengakui kalau tindakan dia itu sangat memalukan bukan? Makanya saya tidak mau meneruskan perjodohan ini." jelas Bayu.


Pak Arman diam saja karena memang benar apa yang dikatakan Bayu barusan. Cuma saat ini dia kalut banget karena Dinda belum pulang dalam keadaan hamil pula.


"Maafkan Ayah Nak Bayu, saya seperti ini karena Ayah belum bisa terima kalau kamu menikah dengan wanita lain sedangkan Dinda masih terlunta-lunta nasibnya." jawab Pak Arman sambil menangis.


"Maafkan Bayu Yah, jujur Bayu nggak bisa menerima Dinda sebagai istri Bayu karena memang dari awal Bayu nggak cinta sama dia." jawab Bayu.


"Maaf juga Pak Arman, tolong jangan salahkan dan pojokan anak saya dalam masalah yang menimpa Dinda. Dia juga perlu melanjutkan hidupnya. Sampai kapan dia harus bergelut dengan kenangan Dini. Apalagi kalau misal dia jadi menikahi Dinda, apa nantinya hidup anak saya bisa lepas dengan bayang-bayang Dini.?" sahut Bu Santy dengan tegas.


"Ma, sudahlah. Saya sudah nggak apa-apa kok." jawab Bayu.


"Sekali lagi tolong bebaskan anak saya dari urusan keluarga Pak Arman. Bukannya saya melarang, tapi saya harus melihat realita saja bahwa hidup itu terus berjalan." sahut Bu Santy.


"Baiklah Bu, Pak. Saya permisi dulu." ucap Pak Arman.

__ADS_1


"Iya Pak." jawab Pak Ridwan.


Akhirnya Pak Arman meninggalkan rumahnya Bayu. Kini tinggalah Bayu dan keluarganya serta Aulia yang masih berdiri di teras.


"Maaf sebelumnya kalau saya lancang ikut bicara. Kalau memang Mas Bayu harus menikahi wanita lain, saya nggak apa-apa kok." sahut Aulia tiba-tiba.


"Aulia,! Apa yang kamu bilang.?" ucap Bayu.


"Iya Mas, mungkin kehadiranku membuat kamu membatalkan perjodohan ini."


"Lia, kamu kan sudah dengar apa yang aku jelaskan tadi. Aku nggak mencintai wanita itu.!" jawab Bayu.


"Iya Nak Lia, kamu jangan menolak. Bayu sangat mencintai kamu." sahut Bu Santy.


"Tolong Lia, jangan buat aku kehilangan untuk yang kedua kalinya." ucap Bayu dengan bibir bergetar.


"Tapi Mas, saya jadi nggak enak sama wanita itu. Kan awalnya kalian sudah dijodohkan. Soal urusan dengan Ayahku, nanti biar aku yang melunasinya." jawab Aulia.


Aulia menatap Bayu tanpa kedip, dia nggak tega karena Bayu sudah meneteskan air matanya. Kemudian perlahan dia mendekati Bayu.


"Mas, maafkan Aulia ya. Bukannya aku nggak mau. Tapi, aku hanya menghormati perjodohan kalian." ucap Aulia sambil memegang tangan Bayu.


"Tapi dia sedang mengandung anak laki-laki lain, Lia. Aku nggak bisa.!" jawab Bayu.


"Tapi dia butuh kamu, Mas.!"


"Ya Allah, Lia. Aku harus bicara apa lagi. Apa kamu tega melihat aku menikah dengan wanita yang tidak sama sekali aku cintai dalam kondisi hamil pula." jawab Bayu dengan penekanan.


"Nak Aulia, Bayu sudah jatuh cinta sama kamu. Jadi tolong jangan buat dia kecewa." sahut Bu Santy.

__ADS_1


"Tapi Bu, saya merasa berdosa jika membiarkan wanita yang sedang mengandung hidupnya nggak jelas karena Ayah bayi itu tidak mau tanggung jawab. Tapi, Kasihan bayi yang ada di dalam kandungannya. Yang dosa itu orang tuanya karena sudah melakukan hubungan sebelum sah jadi suami istri, tapi bayinya tetap aja suci." jelas Aulia.


"Ya ampun Nak, hatimu ini terbuat dari apa? Sehingga bisa memikirkan sejauh itu. Padahal kamu tidak kenal dengan wanita itu." ucap Bu Santy.


"Iya Bu, kasihan bayi itu. Kita jangan melihat orang tuanya. Tapi, lihatlah bayi itu kelak." jawab Aulia.


"Jadi kamu nggak mau menikah dengan aku.?" tanya Bayu sambil menatap mata Aulia tanpa kedip.


Aulia menggelengkan kepalanya, "Enggak bisa Mas, menikahlah dengannya. Aku nggak apa-apa." ucap Aulia sambil matanya berkaca-kaca.


"Kamu yakin kalau aku menikahi perempuan itu, tatap mataku dan bilang kalau kamu rela aku menikahi perempuan itu.!" seru Bayu sambil mencengkeram kedua pundak Aulia dengan kuat.


Aulia tidak bisa menjawab, dia hanya menahan jangan sampai air matanya jatuh. Kini dia semakin yakin kalau memang Bayu sangat mencintainya. Karena dia melihat pada sorot mata itu kalau dia begitu tersiksa ketika dirinya untuk menikahi Dinda.


"Kamu nggak sanggup jawab kan, Lia? Itu karena sebenarnya kamu juga nggak bisa jika aku menikah dengan dia. Sudahlah Lia, jangan siksa aku seperti ini.!" ucap Bayu sambil duduk bersimpuh di lantai karena dia sudah nggak bisa berkata apa-apa lagi.


"Mas, kita memang baru kenal. Aku percaya kalau kamu itu laki-laki baik. Dan sejak pertama kali aku bertemu kamu, aku merasa kalau kamu itu memang laki-laki baik. Itu sebabnya aku bersedia saat kamu memintaku untuk menjadi istrimu." ucap Aulia.


"Jadi, kamu mau kan melanjutkan rencana kita untuk menikah.!" tanya Bayu.


Aulia jadi nggak tega melihat raut wajah Bayu yang kuyuh karena dia merasa tersiksa. Bu Santy dan Pak Ridwan hanya bisa diam karena itu urusan mereka berdua.


"Mas Bayu, baiklah aku mau menikah dengan kamu.!" jawab Aulia sambil menatap Bayu.


"Alhamdulilah Lia, akhirnya kamu bisa memutuskan untuk menerimaku." ucap Bayu dengan mata berbinar.


"Karena aku lihat asa dalam mata kamu, Mas. Kamu telah meyakinkan hatiku untuk dapat menerimamu. Jadi aku nggak ada alasan lagi untuk menolak kamu." jawab Aulia.


---------------------------------

__ADS_1


Next...


__ADS_2