MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 68 (Surabaya)


__ADS_3

Bayu menjadi kikuk lantaran Windy menatapnya begitu lekat. Bu Sumi yang melihat ketidaknyamanan Bayu langsung membuka pembicaraan supaya tidak semakin berlarut.


"Oh iya Non, makan malam disini saja, ya?" tanya Bu Sumi.


"Nggak usah Bu, saya langsung pulang saja," jawabnya menolak.


"Iya Bu Windy, makan malam disini saja biar rame. Saya sama Bu Sumi saja disini, kalau Bu Windy ikut makan malam sekalian kan enak," kini Bayu menyaut.


"Tuh kan Non, Benar apa yang dibilang Den Bayu. Sudah, tunggu disini biar Ibu masakin lagi," tukas Bu Sumi sambil melangkah pergi.


Windy yang merasa nggak enak kalau hanya berduaan saja dengan laki-laki yang bukan muhrimnya di dalam kamar, akhirnya menyusul Bu Sumi ke belakang.


"Saya bantu Bu Sumi dulu, ya Pak.?"


"Iya silakan, Bu."


Bayu menatap kepergian Windy, dia heran kenapa wajah Windy sama persis dengan almarhumah Dini. Kini dia kembali terkenang dengan Dini. Wanita yang pernah mengisi hari-harinya sampai meninggalpun dipangkuannya.


"Dini, aku nggak tahu sekarang harus bagaimana. Mama dan Papa belum tahu kejadian kalau Aulia terpaksa menikah dengan Fatih. Aku kangen sama kamu, Din. Kenapa dulu kamu meninggalkanku seperti ini. Sekarang disaat aku sudah bisa menerima perempuan lain dihatiku tapi malah kejadian yang tidak diinginkan terjadi di dalam hidupku. Aku sayang sama Aulia, dan aku juga cinta sama dia. Malam ini adalah malam pertamanya. Tapi, aaaarrghh...,!" runtuknya kesal.


Malam ini akhirnya Windy makan malam di mess dengan Bayu dan Bu Sumi. Sekitar pukul sembilan malam Windy pamit untuk pulang karena besok pagi sudah masuk kerja lagi.


Bayu kini hanya ditemani Bu Sumi dalam kamarnya. Bu Sumi dengan telaten merawat dan menemani Bayu sampai akhirmya Bayu tertidur pulas. Lalu Bu Sumi meninggalkan Bayu yang sudah tidur.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Satu minggu kemudian, Bayu pergi ke Surabaya untuk dua hari saja. Dia hanya untuk berpamitan dan menyelesaikan tugas-tugasnya. Bulan depan, tepatnya hari senin minggu pertama dia resmi ditugaskan di Jogja.


Setelah promosi jabatan yang dia peroleh lalu pelatihan selama tiga bulan di Semarang, membuat prestasi dia menjadi lebih baik lagi. Kantor pusat menempatan dia di Jogja lantaran posisi menejer disana kosong.


"Bay, kamu sudah membicarakan masalah ini sama Aulia,?" tanya Mamanya.


"Belum Ma, lagian Aulia juga masih belum siap karena masih ingin menemani Ibunya. Sudahlah nggak apa-apa Ma. Santai saja," jawabnya.


"Kamu kok gitu, Bay. Kenapa kamu jadi nggak semangat kalau bicara soal pernikahan. Ada apa sama kamu,?" tanya Bu Santy dengan wajah yang sedikit cemas.


"Ma, aku nggak apa-apa kok. Baiklah, Bayu berangkat ke kantor dulu, ya,?" ucap Bayu sambil mencium tangan Mamanya.


"Loh Ma, Bayu sudah berangkat,?" tanya Pak Ridwan tiba-tiba.


"Barusan Pa. Mama heran dengan Bayu. Pas Mama tanya soal penempatannya di Jogja itu apa sudah dibicarakan dengan Aulia apa belum. Lalu soal rencana pernikahannya juga gimana. Tapi dia sangat cuek dan katanya belum membicarakan apa-apa sama Aulia," jelas Bu Santy.


"Kok bisa gitu, Ma. Apa mereka ada masalah," jawab Pak Ridwan.


"Mama juga nggak tahu, Pa. Coba nanti Mama temui Aulia di tempat kerjanya."


"Boleh juga, ya sudah kalau gitu kita berangkat dulu," ajak Pak Ridwan.

__ADS_1


"Baik Pa."


.


.


.


Malam harinya Bayu duduk-duduk di balkon kamarnya. Dia masih memikirkan soal Aulia. Dari hari dia menikah sampai sekarang Aulia belum menghubunginya sama sekali. Sedangkan dia nggak berani karena kini status Aulia sudah menjadi istri orang.


Bayu mencoba mengeluarkan ponselnya dan bermaksud mengirim pesan sama Aulia. Tapi, tiba-tiba dia mengurungkan niatnya karena takut mengganggu Aulia. Tapi, dia kangen banget sama dia.


"Aulia, gimana kabarnya,?"


Send..


Bayu berdiri sambil mondar-mandir sambil menunggu balasan dari Aulia. Sekitar hampir lima belas menit Bayu menunggu balasan dengan sesekali melihat ponselnya tapi masih saja belum ada balasan apa-apa.


Akhirnya Bayu putus asa dan memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya dan matanya masih menerawang keatas langit-langit kamar.


----------------------------


Next...

__ADS_1


__ADS_2