MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 44 (Semakin curiga)


__ADS_3

"Lia, benar kata kamu. Itu Rani teman Dinda yang kapan hari ketemuan sama Panji," jawab Bayu.


"Biarin saja Mas, bukan urusan kita juga."


"Iya juga, sih. Tapi, apa Irwan tahu kalau istrinya yang sedang hamil lagi keluyuran," jawab Bayu.


"Nah itu dia Mas. Mas Irwan masa nggak tahu," jawab Aulia.


"Ya sudahlah, kita pulang aja kalau gitu," ajak Bayu.


Akhirnya Bayu dan Aulia memutusan pergi meninggalkan tempat itu. Kini Bayu menuju rumahnya Aulia untuk mengantarkan pulang.


"Mas, kenapa ya Mbak Dinda seperti itu. Padahal kan dia sudah menikah dengan Mas Irwan."


"Mungkin Irwan tidak berani melarang Dinda, dia hanya memanjakannya karena Irwan sangat mencintai Dinda," jawab Bayu dengan mata yang masih fokus menyetir.


"Iya juga sih, kasihan Mas Irwan kalau dia nggak berani melawan Mbak Dinda."


"Kalau kamu kelak sudah sah menjadi istriku, apa juga akan keluar rumah dan keluyuran tanpa aku,?" tanya Bayu.


"Selama itu kepentingan yang mendesak dan kamu mengijinkan, aku akan berangkat sendiri," jawab Aulia.


"Bagus, aku tidak akan mengekang kamu. Selama kamu minta ijin, aku pasti ijinin kamu pergi," ucap Bayu.


Mereka berbincang-bincang di mobil dengan santai. Bayu sesekali memandangi Aulia yang duduk di sampingnya. Keduanya sangat kelihatan senang sekali karena memang lagi di mabuk cinta.


(***)


Malam harinya, Bayu lagi duduk santai sama Gani di teras atas. Udara malam hari sangatlah dingin sampai-sampai Gani membawakan Bayu secangkir kopi susu panas.

__ADS_1


"Kak, ini kopi susunya," ucap Gani sambil meletakan gelas berisi kopi susu diatas meja.


"Makasih Gan.,"


"Kak, rencananya Kak Bayu menikahi Kak Aulia itu, kapan,?" tanya Gani.


"Tinggal beberapa bulan lagi sudah ganti tahun, rencananya awal bulan februari," jawab Bayu.


"Oh sudah dekat, ya?" ucap Gani.


"Iya, Gan. Sudah nggak sabar ya,?" tanya Bayu.


"Ya nggak apa-apa, sih. Kalau Kak Bayu dan Kak Aulia sudah menikah, kan enak kita bisa tinggal bareng-bareng satu rumah," ucap Gani.


"Oh iya, ya. Jadi kita bertiga bisa ketemu tiap hari."


"Iya, Kak."


Gani terkejut ketika Bayu menanyakan hal itu sama dirinya. Kenapa Bayu masih bertanya soal itu, sedangkan mereka sudah tunangan dan sebentar lagi menikah.


"Kok Kak Bayu baru menanyakan hal itu sekarang? Apa kurang yakin dengan Kak Aulia,?" tanya balik Gani.


"Ya enggak, sih. Cuma kadang malah Kak Bayu yang minder dengan Kak Aulia. Dia kan anaknya rajin, ibadahnya kuat, dan pekerja keras. Ya wajar kalau aku takut," jawab Bayu.


"Kak Bayu ini bicara apa, Kak Bayu kan juga orangnya baik. Lagian kenapa sih, Kak punya pikiran kayak gitu,!" sahut Gani.


"Ish, kamu itu bisa saja. Kayaknya ini minta di traktir bakso, hehehe," ucap Bayu sambil ketawa.


"Hahaha, Kak Bayu tahu saja kalau lagi pingin ngemil," ucap Gani.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita turun cari bakso di depan. Siapa tahu ada tukang bakso lewat," ajak Bayu seraya berdiri diikuti oleh Gani.


Keduanya kemudian turun dan pergi keluar rumah. Kini Bayu dan Gani berdiri di luar pintu pagar depan sambil matanya begerilya mencari tukang bakso lewat.


Akhirnya Bayu duduk di trotoar sedangkan Gani masih berdiri di sebelah Bayu. Suasana malam itu nggak begitu ramai, mungkin di karenakan habis gerimis jadi orang-orang malas keluar.


"Kak, sampai kapan kita menunggu di sini,?" tanya Gani.


"Sabar dulu, nanti kan juga ada yang lewat. Apa kamu keburu lapar banget,?" jawab Bayu.


"Enggak juga sih, cuma sudah malam, Kak. Takutnya malah kenapa-kenapa !" ucap Gani ngawur.


"Huuusss,!! Kamu bicara apa, sudah-sudah jangan bicara seperti itu lagi, ya?" sahut Bayu.


"Maaf, Kak.!"


Tak lama kemudian dari arah sebelah kanan, perlahan ada orang jual tahu tek lewat. Bayu mencoba menawarkan pada Gani agar ebeli tahi tek saja, dari pada nunggu bakso lama.


"Gan, kita beli tahu tek saja, ya,?" tanya Bayu.


"Oke, terserah Kak. Yang penting perut kita terisi.!"


"Oke, sipp.!"


Akhirnya Bayu membeli tahu tek, kini mereka menunggu pas di depan rumahnya. Tak lama kemudian dari dalam rumah Irwan keluarlah Dinda yang juga pingin beli tahu tek.


Jarak rumah Bayu dan Irwan selisih tiga rumah saja, jadi kelihatan kalau pas ada yang mau keluar.


"Mas Bayu," ucapnya sambil berdiri di samping Bayu.

__ADS_1


--------------------------------


Next....


__ADS_2