
Hari ini Bayu resmi menjabat sebagai menejer. Tepatnya setelah satu minggu kemudian. Pak Ridwan dan Bu Santy datang ke Semarang.
Dan enaknya lagi Bayu nggak jadi ditaruh Jogja melainkan tetap di Semarang karena menejer yang lama minta di tempatkan di Jogja lantaran istrinya ngajarnya pindah ke Jogja.
Saat mobil masuk ke halaman Mess, Bayu sangat senang sekali. Pak Ridwan sengaja bawa mobilnya Bayu karena nanti disini Bayu membutuhkan mobil. Bayu membantu membawakan oleh-oleh dan barang yang dibawa oleh orang tua Bayu.
"Silakan masuk Pa, Ma," ucap Bayu.
"Tempatnya luas sekali, Bay. Bersih lagi," tukas Bu Santy.
"Pa, Ma. Mess ini selalu bersih lantaran Bu Sumi yang dengan telaten menjaga dan merawat mess ini," jawab Bayu seraya melirik ke Bu Sumi.
"Oh ini yang namanya Bu Sumi. Bayu sering cerita tentang Ibu ketika dia pulang ke Surabaya," ucap Bu Santy kalem.
"Iya Bu, saya Bu Sumi. Den Bayu sudah saya anggap seperti anak sendiri. Saya senang karena Den Bayu orangnya baik, rajin serta sholeh," jawab Bu Sumi.
"Aah, Bu Sumi suka bener ngomongnya, hehe," sahut Bayu sambil terkekeh.
"Tuh kan Bu, yang seperti ini yang saya suka dari dia. Ngelucu dan selalu bikin saya tertawa," ucap Bu Sumi.
"Makasih banyak loh, Bu. Saya jadi tenang kalau Bayu disini sama Bu Sumi. Nitip-nitip anak saya, ya Bu,"
"Iya Bu, tenang saja. Den Bayu akan aman kalau disini," jawab Bu Sumi.
"Oh iya kok masih berdiri, ayo kita duduk dulu," sahut Bayu.
Akhirnya mereka menuju ruang tengah untuk duduk-duduk. Bu Sumi bergegas pergi ke belakang untuk menyiapkan minuman buat orang tua Bayu.
"Pa, makasih ya karena sudah membawa mobil Bayu. Tadinya kalau pas libur mau Bayu ambil sendiri. Berhubung sudah Papa bawa kesini duluan ya nggak jadi," tukas Bayu.
"Iya sama-sama. Papa pikir kan lewat tol sekarang enak dan lancar, jadi sekalian saja Papa setir sendiri, meskipun banyak berhenti di rest area," jawab Pak Ridwan.
"Iya Pa, memang harus banyak berhenti nggak perlu dipaksakan."
"Bay, yang tinggal disini cuma kamu sama Bu Sumi saja,?" tanya Mamanya.
"Sebelumnya banyak, Ma. Pas Bayu pelatihan dulu itu ada sekitar tujuh orang. Malah ada yang sekamar dua orang. Setelah pelatihannya selesai, akhirnya mereka balik ke kotanya masing-masing. Hanya aku dan Bu Sumi. Tadi ada sih keponakan bos yang tinggal disini, tapi anaknya nggak asyik dn sedikit sombong. Kemudian dia sudah kontrak rumah sendiri, mungkin nggak kerasan," jelas Bayu.
"Tapi tempat ini besar banget loh, Bay. Ada berapa kamar.?"
__ADS_1
"Lantai satu dua kamar plus kamar pembantu di dekat dapur, yang lantai atas tiga kamar. Jadi total lima kamar," jawab Bayu.
"Kamar kamu yang mana.?"
"Kamar aku yang itu, pas dekat ruang tengah ini," jawab Bayu sambil menujukkan kamarnya.
"Terus kalau kamu nggak jadi dipindah ke Jogja dan tetap di Semarang, berarti kamu akan tinggal disini terus,?" sahut Pak Ridwan.
"Iya Pa, kan ini memang mess kantor. Tapi, itu terserah Bayu juga. Kalau Bayu ingin kontrak sendiri juga nggak apa-apa," jawab Bayu.
"Mendingan tinggal disini, sayang. Bu Sumi orangnya baik," ucap Mamanya.
"Iya Ma. Bayu akan tetap tinggal disini, kok."
Kemudian Bu Sumi datang sambil membawa minuman hangat buat mereka semua. Setelah itu Bu Sumi kembali lagi sambil membawa makanan kecil.
"Silakan dinikmati, Bu, Pak, maaf seadanya," ucap Bu Sumi.
"Wuaah ini sudah lebih dari cukup, Bu. Kenapa Bu Sumi kok repot-repot segala. Nanti kan Bayu yang bisa belikan di luar," jawab Bu Santy.
"Nggak apa-apa, Bu. Ini hanya makanan kecil saja. Den Bayu sering saya buatin seperti ini," jawab Bu Sumi.
"Makasih, ya Bu."
Bu Santy dan Pak Ridwan mencicipi makanan kecil yang dibuatkan oleh Bu Sumi. Sedangkan Bayu senang sekali karena orang tuanya sudah datang ke Semarang.
(***)
Keesokan harinya, Bayu bangun pagi-pagi karena mau mengantar Bu Sumi ke pasar tradisonal untuk belanja buat syukurannya nanti siang.
.
.
.
Sekitar pukul sepuluh pagi, semua masakan sudah selesai semua. Bu Santy membantu memasak buat acara nanti. Sedangkan Pak Ridwan membantu Bayu buat menyiapkan tempat dan menggelar karpet buat teman kantor Bayu.
Pas sekitar pukul sebelas siang, satu persatu teman Bayu sudah datang. Terutama teman kantor, karena Bayu di Semarang hanya punya teman di kantor saja.
__ADS_1
"Bay, masih ada lagi yang belum datang,?" tanya Bu Santy.
"Masih Ma. Pak Adrian serta staf yang lain juga belum datang," jawab Bayu.
"Oh ya sudah, Mama ke belakang dulu mau lanjutin bantuin Bu Sumi."
"Iya Ma."
Bayu kembali ke depan menemui teman-temannya sambil menunggu yang belum datang. Tak lama kemudian Pak Adrian datang juga.
"Selamat datang Pak Adrian, silakan masuk dan bergabung dengan yang lain," ucap Bayu.
"Iya Bayu, makasih ya. Maaf sedikit terlambat," jawab Pak Adrian.
"Oh nggak apa-apa Pak. Masih ada yang belum datang kok."
"Ya sudah kalau gitu. Saya masuk dulu."
"Silakan, Pak."
Kini Bayu masih berdiri sambil menunggu yang lainnya. Tak lama kemudian Windy datang dengan membawa mobilnya. Setelah turun dari mobil dia langsung masuk ke dalam.
"Sorry Pak Bayu, saya terlambat dan tidak bisa membantu menyiapkan semua," ucap Windy.
"Oh nggak apa-apa Bu, santai saja."
Keduanya pun masuk ke dalam rumah. Windy berjalan mengikuti Bayu masuk ke dalam. Windy langsung masuk ke belakang karena ingin melihat dan membantu Bu Sumi.
"Pak Bayu, saya lihat Bu Sumi dulu, ya,?" ucap Windy.
"Iya silakan Bu."
Perlahan Windy berjalan menuju dapur. Windy melihat ada dua orang perempuan yang tengah sibuk di dapur.
"Selamat siang Bu Sumi,?" sapa Windy dari ruang tengah.
Seketika yang di dapur langsung menoleh kearah sumber suara. Bu Sumi tersenyum melihat kedatangan Windy. Tapi, ketika Bu Santy menoleh dan melihat juga siapa yang datang, matanya langsung membelalak dan piring yang ada di tangannya langsung terjatuh.
"DINI.,!"
__ADS_1
---------------------------
Next...