
Keesokan harinya setelah mereka berdua selesai mandi, mereka langsung keluar hotel dan menuju restoran untuk menikmati sarapan pagi. Bayu mengajak istrinya duduk di tempat yang agak pojok.
"Sayang, kamu mau sarapan apa,?" tanya Bayu.
"Aku mau susu hangat saja," jawab Aulia.
"Kok cuma minum saja. Nggak makan,?" tanya Bayu sambil memegang tangan istrinya.
"Belum lapar, Mas. Lagian aku nghak biasa makan terlalu pagi gini," jawabnya lagi.
"Ya sudah kalau gitu, tapi aku pesenin roti isi, ya? Buat dijalan," ucap Bayu lagi.
"Terserah kamu saja, Mas. Kalau kamu mau sarapan nasi nggak apa-apa," ucap Aulia seraya menatap suaminya.
Bayu mengangguk pelan, kemudian dia memesan makanan untuk sarapan. Aulia melihat sekeliling restoran dengan wajah yang sumringah. Sepertinya dia bahagia sekali pagi ini bisa sarapan bareng suami untuk kali pertama.
Pagi ini kota Surabaya sangat cerah sekali. Secerah hari sepasang suami istri tersebut. Bayu tak henti-hentinya memandangi wajah cantik Aulia yang pagi ini tampak ceria.
"Kamu cantik sekali, sayang,!" seru Bayu.
Aulia pasang muka malu-malu karena pujian dari suami tercintanya. "Kamu ini apa, sih Mas. Biasa kali," sahutnya.
Perlahan Bayu meraih tangan istrinya tersebut lalu mencium punggung tangan tersebut. Aulia tersenyum senang karena mendapat perlakuan dari suami tercintanya.
"Beneran sayang, kamu semakin hari semakin cantik. Aku bangga punya istri cantik seperti kamu," seloroh Bayu.
"Sudahlah Mas, malu dilihat orang. Kayak dunia milik berdua saja," sahut Aulia sambil melirik kiri kanan.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang dan akhirnya keduanya menikmati sarapannya masing-masing. Sekitar setengah jam kemudian mereka berdua selesai sarapan dan meninggalkan restoran tersebut.
Bayu mengajak istrinya ke suatu tempat dimana dia sebelumnya sudah mempersiapkan buat istrinya tersebut. Bayu mengemudikan mobilnya menuju arah selatan kota Surabaya.
Dalam perjalanan mereka menghabiskan waktu dengan ngobrol sambil bercanda. Sampai akhirnya mereka nggak menyadari kalau sudah sampai di suatu tempat. Bayu membelokkan mobilnya ke sebuah perumahan.
Mobil Bayu terus masuk dan menuju ke salah satu rumah yang tak begitu besar tapi lumayan bagus. Aulia hanya biaa bingung karena dia belum tahu rumah siapa itu.
"Ayo turun," ucap Bayu.
__ADS_1
"Ini rumah siapa, Mas. Kamu kok nggak bilang kalau mau ke rumah saudara kamu," jawab Aulia.
"Hehe., sayang. Ini bukan rumah saudaraku, ayo ikut aku masuk," jawab Bayu seraya membuka pintu mobilnya.
"Baiklah Mas," jawab Aulia dengan pandangan yang masih penasaran.
Bayu lantas meraih tangan istrinya dan menggandengnya masuk ke dalam teras rumah. Aulia masih dibuat kebingungan karena dia sangat takjub dengan rumah tersebut.
Rumah dengan nuansa warna putih dengan desain yang klasik dan sangat bagus sekali. Tampak di halamannya ada taman dengan ukuran sedang menambah keasrian rumah tersebut.
Perlahan Bayu merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah kunci. Kemudian dia mendekati pintu tersebut dan membukanya.
"Sayang., selamat datang di istana kecil kita," ucap Bayu dengan merentangkan kedua tangannya.
Aulia tampak kaget dan melongo saat Bayu berkata seperti itu. Dia nggak menyangka kalau rumah ini adalah rumah Bayu sendiri.
"Kamu yang benar, Mas. Ini rumah kita,?" tanya Aulia meyakinkan.
"Iya sayang, ini hadiah pernikahan kita dari Mama dan Papa. Kamu suka,?" jawab Bayu.
"Iya sayang, sama-sama. Sebenarnya rumah ini sudah lama dibeli Papaku, sempat dikontrakan juga. Katanya nanti kalau aku sudah menikah, aku boleh menempatinya," jawab Bayu.
"Oh gitu Mas, Bagus rumahnya."
"Ayo kita masuk dulu. Kamu pasti ingin melihat dalamnya," ucap Bayu seraya menggandeng tangannya.
Mereka berdua masuk dan berkeliling untuk melihat-lihat dalam rumah tersebut. Rumah itu ternyata sudah lengkap perabotannya. Ruang tamu serta dua kamar juga sudah lengkap dengan kursi dan tempat tidurnya.
Lalu Aulia menuju ruang tengah dan dapur. Untuk ruang tengah masih kosong karena televisi dan pelengkapnya belum ada. Dapur dan meja makan letaknya berdampingan karena model meja makannya sangat mini dan menyatu dengan meja dapur.
"Mas, ini lengkap sekali," ucap Aulia.
"Iya sayang, hanya televisi saja yang belum ada. Dulu waktu di kontrak orang memang belum ada televisi, jadi orangnya bawa televisi sendiri. Kulkas saja baru aku belinya sebelum menikah," jelas Bayu.
"Lalu, kalau kita ke Semarang berarti rumah ini siapa yang nempati,?" tanya Aulia.
"Sayang, sementara kita tinggal disini selama aku di Semarang belum dapat kontrakan rumah. Jadi tiap jumat aku pulang Surabaya untuk bertemu istriku tercinta. Hari senin pagi-pagi sekali aku balik lagi," jawab Bayu.
__ADS_1
"Ya ampun, Mas. Tiap minggu kamu pulang apa nggak capek? Kalau memang capek dua minggu sekali pulangnya nggak apa-apa, kok," jawab Aulia.
"Janganlah sayang, kan kita masih nuansa pengantin baru. Kalau aku pulang dua minggu sekali, kapan nanti Bayu juniornya muncul, hehe.," jawab Bayu sambil terkekeh.
"Kamu ini apa sih, Mas. Malu kan aku," ucap Aulia dengan wajah yang sudah kayak kepiting rebus.
"Sama suami sendiri kok malu, kan aku sudah melihat kamu luar dalamnya. Ngapain malu lagi, hi..hi..," Bayu terus menggoda istrinya sampai Aulia hampir nangis.
"Sudah..sudah, Mas. Kuta ganti topik lain saja," ucap Aulia sambil tersenyum.
"Sayang, aku cuti masih satu minggu lagi. Nanti kita habiskan masa bulan madu kuta di rumah ini hanya berdua saja. Setelah itu kalau aku sudah masuk kerja, kamu disini boleh, di rumah Mama juga boleh. Disamping itu aku akan mencoba pastikan rumah yang di Semarang," jelas Bayu.
"Tapi rumah itu pasti ada, kan Mas.?"
"Ada, cuma aku belum ngomong lagi sama temanku. Kamu tahu sendiri pernikahan kita kan kilat, jadi aku belum sempat memastikannya lagi. Pak Adrian sih sempat menawari untuk tinggal sementara di mess, cuma aku nggak enak karena kan ada dua orang teman aku yang tinggal disitu. Bukannya apa-apa, sungkan saja," jawab Bayu lagi.
"Oh gitu, ya baiklah. Aku sih ngikut saja apa kata suamiku. Yang penting, kemanapun kamu berada, aku harus disisi kamu," jawab Aulia.
"Makasih sayang," jawab Bayu sambil meraih pundak istrinya dan menenggelamkan ke dalam pelukannya.
Aulia sangat bahagia sekali dengan semua ini. Dia merasa beruntung karena mendapatkan suami yang mapan sekaligus pengertian. Doa-doa yang dia panjatkan selama ini tidak sia-sia.
"Oh iya Mas, soal showroom kamu gimana? Apa perlu aku bantu,?" tiba-tiba Aulia menanyakan soal showroom sepatu miliknya.
"Astaga sayang, aku hampir lupa. Soal showroom. Terakhir aku cek dua bulan yang lalu. Dan aku hanya tinggal terima penjualan dan transfer gaji mereka saja. Sedangkan kalau ke lokasi aku belum sempat sama sekali," jawab Bayu kaget.
"Apa perlu aku yang pegang seperti dulu,?" tanya Aulia.
"Hmmm., boleh juga. Sementara kamu belum ikut ke Semarang, kamu yang pegang showroom itu. Kan, kamu sudah kenal sama semua karyawannya," jawab Bayu.
"Iya Mas. Aku siap membantu kamu untuk mengurus showroom tersebut."
"Makasih ya sayang, kamu memang istri yang baik. Aku makin cinta saja sama kamu," ucap Bayu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.
--------------------------------
Next..
__ADS_1