MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 50 (Semarang)


__ADS_3

Keesokan harinya, tepatnya di kita Semarang, Bayu bangun tidur sekitar jam lima pagi untuk sholat subuh. Dia melakukan aktivitas seperti biasa. Kamarnya lumayan luas dan kamar mandinya ada di dalam.


Jarak kantor dan mess tempat dia tinggal nggak begitu jauh. Memang satu komplek jadi, kalau pergi ke kantor bisa ditempuh dengan jalan kaki. Satu mess terdapat enam orang yang ikut dalam pelatihan tersebut, jadi Bayu ada teman baru.


"Tok..tok..,!" terdengar suara pintu diketuk.


"Iya sebentar.!"


Bayu membuka pintu kamarnya, dan ternyata seorang perempuan separuh baya sekitar berumur lima puluh tahun.


"Maaf Den, kalau mau sarapan nanti langsung ke ruang makan. Saya Bu Sumi yang bertugas di mess ini," ucap Bu Sumi.


"Oh iya Bu, saya Bayu dari Surabaya," jawab Bayu sambil mencium tangan perempuan itu.


"MashaAllah Nak, kamu baik sekali," ucap Bu Sumi.


"Saya sudah diajarkan oleh kedua orang tua saya harus hormat sama yang lebih tua," jawab Bayu.


"Ya sudah, Ibu mau ke kamar yang lain dulu, ya."


"Iya Bu, silakan."


Bayu kembali ke kamarnya. Dia belum sempat menata baju-bajunya yang masih di dalam koper. Sebagian saja yang dikeluarkan seragam dan beberapa kaos.


Sekitar jam setengah tujuh semua kumpul di meja makan sebelum berangkat ke kantor. Bayu sudah tiba duluan di meja makan, sedangkan yang lainnya perlahan datang.


"Selamat pagi," seru salah satu laki-laki yang kebetulan juga ikut pelatihan.


"Pagi juga, hai kenalkan aku Bayu. Dari kantor cabang Surabaya," jaeab Bayu seraya mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Oh iya, saya Rendi. Maaf semalam saya nggak sempat keluar saat Anda datang," ucapnya.


"Iya nggak apa-apa. Anda dari kantor cabang mana,?" tanya Bayu.


"Kebetulan saya dari Jogjakarta. Oh iya, kita ngobrolnya aku-kamu saja, ya. Biar nggak formal seperti ini. Hehe," jawab Rendi.


"It's oke, boleh juga. Biar enak ngobrolnya," jawab Bayu.


"Oh iya Bay, kebetulan aku sudah berkeluarga. Anakku satu umur lima tahun. Kalau kamu sudah berkeluarga apa belum,?" tanya Rendi.


"Aku belum menikah, masih single."


"Nggak apa-apa, masih muda juga. Yang penting karier bagus dan mapan. InshaAllah jodoh akan ngikut datang," jawab Rendi.


"Makasih ya supportnya, ya Ren."


"Iya sama-sama, nyantai aja."


"Kok kalian nggak nunggu kita,?" tanya dari salah satu pemuda itu.


"Oh iya silakan, kami berdua baru saja, kok," jawab Bayu.


Kedua dari ketiga pemuda tadi langsung ambil tempat duduk, tapi satu yang bicara tadi nggak mau duduk. Rendi kemudian tersenyum lalu mengajaknya duduk.


"Ayo kita sarapan bareng-bareng," ucap Rendi dengan sopan.


"Nggak usah, nanti saya sarapan di kantin kantor saja," jawabnya sambil mencomot teh yang ada di gelas, kemudian dia ngeloyor pergi.


Rendi langsung menoleh kearah Bayu dan kedua pemuda tadi. Bayu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Lalu Rendi kembali duduk dan melanjutkan sarapannya. Tak lama kemudian Bu Sumi datang menghampiri keempat pemuda yang kini tengah sarapan.

__ADS_1


"Maaf, Den Bayu, Den Rendi. Itu keponakan si Bos namanya Aditya. Sudah satu bulan dia pindah ke Semarang dan sebelumnya di Jakarta," ucap Bu Sumi.


"Kenapa Bu Sumi minta maaf kepada kita. Kan Bu Sumi nggak salah," sahut Bayu.


"Iya Den Bayu, Den Adit itu anaknya menang seperti itu. Saya sudah tahu sejak dia tinggal di mess ini. Tidak ada yang berani melawan dia," jawab Bu Sumi.


"Tapi tidak boleh seperti itu, Bu. Dia harus hormat sama yang lebih tua. Tapi, sudahlah nggak usah dibahas lagi. Sebaiknya kita urus diri kita masing-masing," jelas Bayu.


"Oh iya, kalian perwakilan dari kantor cabang mana saja," sahut Rendi pada kedua pemuda itu.


"Kenalkan, saya Bagus dari kantor cabang Solo," jawabnya sambil membalas uluran Rendi.


"Kalau saya Gibran dari kantor cabang Surakarta."


"Kita bicaranya biasa saja. Biar akrab dan nggak kaku. Aku Rendi dari Jogjakarta."


"Kalau aku Bayu, perwakilan dari kantor cabang Surabaya."


"Baiklah kalau kita sudah selesai sarapannya, kita langsung berangkat ke kantor sama-sama," sahut Bayu.


"Oke, kita berangkat," jawab Gibran.


Akhirnya mereka berempat berdiri dan langsung berangkat kerja. Berhubung kantornya dekat dengan mess, maka mereka jalan kaki menuju kantor.


Nggak sampai lima belas menit akhirnya mereka berempat sampai di kantor tersebut. Bayu langsung mencoba menuju meja resepsionis guna menanyakan ruangan Pak Hendrawan.


Setelah petugas resepsionis itu menerangkan dimana letak ruangan Pimpinannya, akhirnya mereka berempat menuju ruangan Pak Hendrawan.


Sekitar lima menit kemudian, mereka sampai di depan ruangan pimpinan itu. Bayu mencoba mengetuk pintu dan setelah itu pintupun dibuka.

__ADS_1


-----------------------------


Next....


__ADS_2