MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 93 (Penasaran)


__ADS_3

Bayu terkejut karena tanpa sengaja telah ditabrak seorang wanita yang barusan keluar dari ATM tersebut. Sontak tas yang dibawa wanita itu terjatuh dan isinya tercecer berhamburan ke tanah.


Bayu seketika membantu memunguti apa yang terjatuh barusan. Ada dompet, tak kosmetik serta beberapa lembar kertas yang berupa seperti kwitansi atau nota. Mata Bayu langsung membelalak ketika dia menemukan selembar kertas yang ternyata sebuah cek.


Cek tersebut asli dan masih utuh. Dia semakin kaget dengan tulisan angka yang tertera di lembar cel tersebut. Beberapa digit membuat dia yakin pasti wanita ini orang kaya. Tapi, ketika matanya menangkap sebuah tulisan yang menyebutkan nama AULIA NUR . A, dia sontak kaget.


"Hey Mas,! ini punya saya,!" seru wanita itu sambil menarik kertas yang dipegang Bayu.


"Eh., maaf Mbak, ini saya bantuin membereskan barang-barang Anda. Maaf jika saya menabrak Anda," ucap Bayu asal. Padahal dia tahu kalau wanita itulah yang menabraknya.


Wanita itu memperhatikan Bayu dari atas sampai bawah. Kemudian dia tersenyum manis seolah terkesima dengan penampilan Bayu kali ini. Lalu tangannya diulurkan kearah Bayu.


"Kenalkan, nama saya Sonya,!" ucapnya.


Wanita itu ternyata Sonya mantan iatri pertama Fatih. Bayu sempat ragu diajak kenalan oleh Sonya. Tapi kemudian Bayu menyambut uluran tangan Sonya yang mengajaknya kenalan.


"Bayu,!" jawab Bayu singkat.


"Kalau boleh saya tahu Mas ini mau ambil uang juga,?" tanyanya nggak penting.


"Ya iyalah Bu, masa saya ke sini mau belanja,!" sahut Bayu.


"Hehe, Mas ini bisa ngelucu juga, masa panggil saya Ibu. Apa saya kelihatan sudah tua,?" ucap Sonya sambil memasang muka sok dimanis-manisin.


"Maaf Bu, saya permisi mau ambil uang dulu," ucap Bayu sambil masuk ke dalam ATM.


Sonya tampak kecewa dengan sikap Bayu yang angkuh. Akhirnya dia melangkah pergi menuju tepi jalan raya. Sedangkan di dalam ATM Bayu sudah selesai ambil uangnya lalu kembali ke mobilnya.


Saat berada di dalam mobil dia nggak langsung mengemudikan mobilnya melainkan terdiam sambil melamun. Gani heran dengan sikap Kakaknya yang tiba-tiba berubah.


"Kak, ada apa,?" tanya Gani.


"Gan, Kakak tadi nggak sengaja bertabrakan dengan perempuan. Saat Kakak membantu memunguti barang-barangnya yang terjatuh, tak sengaja Kakak menemukan sebuah cek yang berisikan uang sejumlah seratus juta rupiah. Dan cek tersebut yang bertanda tangan bernama AULIA NUR AFIFAH," jelas Bayu tanpa menoleh ke arah Gani.

__ADS_1


"Itu kan namanya Kak Aulia,! untuk apa Kak Aulia memberikan uang sebanyak itu,?" tanya Gani kaget.


"Kakak juga nggak tahu, Gan."


"Apa perlu kita tanyakan lagi ke Kak Aulia,?" ucap Gani lagi.


"Jangan dulu, lagian Kakak nggak mau ikut campur soal itu."


"Tapi misal aku yang tanya gimana, Kak,?" tanya Gani.


"Nggak usah Gani, biarkan saja itu menjadi urusan mereka, kita jangan ikut campur," jawab Bayu.


"Baiklah kalau begitu, kita pulang saja, Kak," ajak Gani.


"Iya, kita pulang saja."


Bayu menyalakan mobilnya lalu meninggalkan pelataran ATM tersebut. Dalam perjalanan dia masdih memikirkan kejadian di ATM tadi.


Gani melirik kearah Bayu yang mengendarai mobilnya pelan-pelan sekali tidak seperti biasanya. Dan juga Bayu kelihatan memikirkan sesuatu karena dari tadi dia masih terdiam.


"Aaah., akhirnya aku bisa merebahkan tubuhku di kamar ini lagi. Baru semalam aku tidur disini dan sekarang aku sudah mggak sabar ingin berlama-lama di kamar kesayanganku ini," ucap Bayu pelan.


Bayu teringat lagi dengan perempuan yang nggak sengaja menabrak dia di depan ATM. Dia nggak heran kalau Aulia sekarang bukanlah Aulia yang dulu. Almarhum suaminya telah memberinya warisan yang nggak habis dimakan tujuh turunan.


Cuma yang nggak habis fikir, siapa perempuan dewasa itu. Ada hubungan apa dia sama Aulia. Secara dia tahu bahwa keluarga Aulia sekarang tinggal Ibu dan adiknya.


Bayu menutup wajahnya dengan telapak tangannya karena pikirannya tertuju dengan kejadian tadi. Kemudian Bayu bangun dan menuju kamar mandi untuk mandi dan menyegarkan tubuhnya.


Tapi belum sampai dia melangkah ke kamar mandi, tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.


"Iya silakan masuk," jawab Bayu.


Akhirnya Bayu mengurungkan niatnya untuk mandi. Dia membuka pintu kamarnya dan ternyata Gani.

__ADS_1


"Ada apa, Gan,?" tanya Bayu.


"Kak, tadi Gani lupa bilang sama Kak Bayu. Besok antarkan Gani ke Mall ya. Karena Gani mau beli sepatu buat futsal," ucap Gani.


"Ya ampun Gani, kenapa tidak bilang tadi. Tahu gitu kan mampir sekalian," jawab Bayu.


"Tadi Gani lupa Kak, maaf ya,?" ucap Gani.


"Eh Gan, sini masuk dech. Ada yang mau Kakak tanyakan," ucap Bayu.


Kemudian mereka masuk dan keduanya kini ngobrol duduk di tempat tidur. Bayu mencona menanyakan sesuatu barangkali Gani tahu sesuatu.


"Eh Gan, selama Kak Aulia menikah dengan Fatih. Dan setelah itu apa Kak Aulia mengalami suatu masalah atau apa gitu,?" tanya Bayu penasaran.


"Emmm, apa ya. Gani nggak tahu apa-apa kak," jawab Gani.


"Oh ya sudah kalau gitu."


"Emangnya kenapa Kak,?" tanya Gani balik.


"Nggak apa-apa, kok."


"Tapi Kak Bayu sepertinya gelisah gitu. Ada apa Kak, kali aja Gani bisa bantu," ucap Gani.


Bayu kelihatan gelisah karena masih penasaran. Dia sepertinya nggak tenang jika ada yang ganggu Aulia. Bagaimanaun Aulia adalah wanita yang di cintainya.


"Ya sudah nggak usah di bahas lagi. Sekarang kamu balik ke kamar kamu. Kakak juga mau mandi dan istirahat. Capek," jawab Bayu sambil tangannya mendorong pelan keluar kamar.


"Iya., iya Kak. Gani balik,!" seru Gani sambil berlari.


Bayu kembali menutup pintu kamarnya dan lamgsung masuk kamar untuk manid dan bersih-bersih tubuhnya.


----------------------------

__ADS_1


Next...


__ADS_2