MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 107 (Kebetulan)


__ADS_3

"Mas Bayu kenapa tanya orang itu,?" ucap Aulia.


"Nggak apa-apa. Kok wajahnya mirip kamu," jawab Bayu.


"Hemm., Mas Bayu bisa aja. Dia masih kuliah dan kerja part time di salon yang ngerias aku ini," jawab Aulia.


"Ya sudah kalau gitu silakan dilanjut makannya. Nanti keburu dingin," sahut Ibunya Aulia.


Mereka akhirnya melanjutkan makan siang. Acara tersebut berlangsung lama sampai-sampai nggak terasa kalau hari semakin siang.


Setelah mereka sepakat untuk segera mempercepat pernikahan Bayu dan Aulia, kini keluarga Bayu pamit pulang. Tampak wajah Bayu sangat sumringah karena sebentar lagi dia bakal menikah dengan gadis pujaannya itu.


Dalam perjalanan pulang, Bayu tak henti-hentinya berucap syukur dalam hati karena telah dimudahkan urusan yang satu ini, dan mudah-mudahan sampai hari dimana mereka bakal resmi menjadi sepasang suami istri yang sah.


Perjalanan kisah cinta Bayu dan Aulia memang tidak semulus orang perkirakan. Semuanya melewati banyak rintangan dan cobaan. Dan juga mereka sempat terpisahkan oleh dinding yang begitu kuat dan seperti sudah tidak bisa disatukan lagi.


Tapi hari ini Tuhan berkehendak lain dan merekapun berencana untuk melangsungkan pernikahan. Dengan sabar mereka berdua menunggu waktu yang tepat untuk membangun kembali cinta mereka yang sempat putus.


Karena pengalamanlah yang membuat Bayu tidak akan lama-lama untuk segera mempersunting Aulia. Dia nggak menyadari jika Papa dan Mamanya memperhatikannya dari balik kaca spion.


"Lihat tuh Ma, anak kamu. Senyum-senyum sendiri kelihatan kalau dia lagi bahagia banget," celetuk Pak Ridwan.


"Iya Pa. Dari tadi Mama perhatikan dia senyum-srnyum sendiri. Sepertinya dia sangat bahagia sekali," sahut Bu Santy.


"Mama sama Papa ini apaan, sih! Bayu jadi malu, kan?" jawab Bayu sambil tersenyum.


"Nggak apa-apa, Nak. Mama sama Papa senang sekali jika kamu juga bahagia," jawab Bu Santy.


Semuanya ikut bahagia jika Bayu juga bahagia. Karena bagaimanapun juga Bayu sempat mengalami banyak kekecewaan dalam urusan asmara.


Kini dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan saat Aulia sudah memberi lampu hijau soal kelanjutan hubungan mereka berdua.


(***)


Satu minggu kemudian, Bayu yang berencana menikahi Aulia bulan depan kini mulai menyiapkan segala sesuatunya. Setelah dia dari rumah Aulia dengan orang tuanya seminggu yang lalu, semua persiapan sudah mulai dipersiapkan.


Awalnya Aulia juga kaget karena acaranya lebih cepat dari rencana awal. Tapi setelah Bayu menjelaskan semuanya akhirnya Aulia mengerti dan menyetujuinya.


Berhubung Bayu kesehariannya berada di Semarang, jadi untuk apapun urusan keperluan pernikahan di serahkan orang tuanya dan Aulia. Sedangkan Bayu tinggal telpon dan sekiranya ada yang kurang maka dia akan bilang dan Aulia akan melaksaksanakannya.


Pagi ini dia berada di kantornya seperti biasa. Sehabis memarkirkan mobilnya di tempat parkir, dia berjalan menuju dalam kantor.

__ADS_1


"Bay.. Bayu,!" panggil seseorang.


Seketika Bayu menoleh dan kaget. Karena sepengetahuan dia, kalau di kantor ini tidak ada yang memanggilnya dengan sebutan nama saja. Semuanya memanggil dia dengan sebutan "Pak".


Dia mengernyitkan alisnya dan mencoba mengingat siapa dia. Orang itu mempercepat langkahnya untuk mendekati Bayu yang masih bengong di tempatnya berdiri.


"Hai., kamu masih ingat aku,?" ucap orang itu.


"Maaf, siapa ya. Apa kita sebelumnya pernah ketemu atau kenal,?" tanya Bayu balik.


"Aku Radit. Teman SMA kamu dulu, masa kamu lupa," jawab Radit.


"Sebentar, Radit siapa, ya?" jawab Bayu sambil mengernyitkan alisnya untuk mengingat.


Sesaat dia menoleh dan membelalakan matanya sambil membuka mulutnya lebar-lebar.


"Radit,! Raditya agung purnomo. Anak Ahmad yani yang terkenal badung itu,!" seru Bayu dengan antusias.


"Iya aku Radit. Anak badung yang berubah jadi rajin gara-gara seorang Bayu anggara memberikan kesempatan untuk bergabung dalam ganknya. Gank yang terkenal jiwa sosialnya tinggi," jawab Radit dengan senyumnya yang khas.


"Ya ampun Radit, kamu beda sekali. Aku kangen tahu sama anak-anak," jawab Bayu seraya merangkul Radit kedalam pelukannya.


"Aku kabarnya baik, Dit. Aku belum menikah. Tapi, bulan depan inshaAllah aku menikah, iya aku hampir satu tahun pindah ke Semarang," jawab Bayu.


"Syukurlah, aku sudah menikah tapi baru setahun istriku meninggal karena sakit. Ya jadi jomblo lagi," jawab Radit.


"Oh iya ngomong-ngomong kamu di sini ada perlu apa,?" tanya Bayu heran.


"Oh kebetulan aku ada perlu sama Om aku, dia juga kerja di kantor sini. Pas aku lihat kamu tadi sepertinya aku kenal, akhirnya aku ingat dan panggil kamu tadi," jawab Radit.


"Siapa Om kamu.?"


"Om Adrian."


"Pak Adrian? Pimpinan kantor ini,?" jawab Bayu kaget.


"Iya Bay, Om Adrian adalah adiknya Papaku. Aku kesini lantaran aku mau ada event dan kerja sama dengan kantor ini," jawab Radit.


"Sebentar, kamu sekarang tinggal dimana.?"


"Aku awalnya di Bandung, setelah kantor aku menugaskan aku di Solo, akhirnya aku menetap di sana. Ya dekat kan dari Semarang," jawab Radit.

__ADS_1


"Iya..iya., kita pasti akan sering ketemu. Eh.., ayo masuk ke ruanganku. Masih pagi, Pak Adrian belum datang. Sekalian lanjut ngobrol-ngobrol," ajak Bayu.


"Oke."


Bayu mengajak Radit masuk ke ruangannya tak lupa dia minta tolong OB untuk membuatkan dua kopi panas buat Radit dan dirinya.


"Ruangan kamu asyik sekali, Bay. Pak Menejer yang keren, ruangannya juga keren," ucap Radit sesampinya di ruangan Bayu.


"Ah.. kamu bisa saja. Ini aku sendiri yang menata. Awalnya ya biasa saja gimana ruangan kerja itu. Lalu aku tambahin sendiri hiasan serta pernak-perniknya," jawab Bayu.


"Oh iya Bay, kalau menikah aku jangan lupa diundang, ya,?" ucap Radit.


"Iya tenang saja. Kamu akan aku jadikan among tamu, siapa tahu nanti ketemu perempuan yang membuat hati kamu bergetar," jawab Bayu asal.


"Bisa aja kamu, Bay. Mentang-mentang aku duren alias duda keren, mau kamu pajang biar cepat laku lagi," seloroh Radit sambil meninju lengan sahabatnya itu.


"Kamu keren, kerjaan bagus pasti cepat dapat perempuan. Tenang saja," sahut Bayu.


"Itu juga nggak jadi jaminan, Bay. Banyak eksekutif muda yang keren dan kaya malah nikahnya disaat usianya dudah menginjak angka tiga puluh," jawab Radit.


"Hemm iya juga, sih! Bay the way.. kamu janjian ketemu Pak Adrian jam berapa,?" tanya Bayu.


"Om Adrian bilang sih jam delapan-sembilanan, ternyata aku tadi kepagian maklum aku saking semangatnya," jawab Radit.


"Tok..tok... !" suara pintu ruangan Bayu diketuk.


"Masuk saja,!" seru Bayu dari dalam.


Kemudian pintupun terbuka dan ternyata Windy sambil membawa beberapa berkas yang harus di tanda tangani Bayu.


"Oh Bu Windy, masuk saja. Itu berkas yang buat even tahunan, kan,?" tanya Bayu.


"Iya Pak," jawab Windy pelan.


Radit perlahan menoleh kearah pemilik suara lembut tersebut. Matanya kini menatap gadis cantik yang sedang memberikan beberapa lembar kertas kearah Bayu.


"Cantik sekali,!" gumam Radit pelan.


---------------------------------


Next..

__ADS_1


__ADS_2