MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 28 (Ke makam Dini)


__ADS_3

Akhirnya setelah Aulia menyetujui rencana Bayu untuk mempersuntingnya, semuanya telah sepakat kalau mereka akan melangsungkan lamaran. Tepatnya kapan memang belum tahu, karena pembicaraan sebelumnya cuma membahas kalau akan diadakan lamaran.


"Bay, kok kamu kelihatan sumringah." tegur Irwan saat di kantor.


"Nggak apa-apa. Lagi senang aja." jawab Bayu.


"Bay aku mau nanya sama kamu soal Dinda, gimana kabarnya sekarang.?" pertanyaan Irwan mengingatkan dia kalau Dinda sudah pulang apa belum.


Wajar saja kalau Irwan itu menanyakan kabar Dinda, karena dia baru saja dapat tugas ke Kalimantan selama sebulan dari kantor. Jadi dia nggak tahu kabar Dinda.


"Irwan, aku mau cerita sama kamu, tapi setelah aku cerita kamu jangan sampai menyalahkan dan menyudutkan seseorang." ucap Bayu.


"Iya Bay, kamu mau cerita apa.?"


"Dinda hamil, Ir.!"


Pyaaaaaar..! gelas yang kebetulan Irwan bawa langsung jatuh pecah. Dia gemetar karena mendengar ucapan Bayu barusan. Matanya kemudian memerah nahan air matanya supaya tidak jatuh.


"Kamu serius Bay.!"


"Iya Ir, dia dijebak oleh teman-temannya saat acara ulang tahun temannya. Sedangkan laki-laki yang sudah menodainya sudah kembali ke tempat asalnya diluar kota, karena dia juga nggak tahu kalau Dinda sedang mengandung anaknya." jelas Bayu.


"Ya ampun Dinda, kenapa kamu keras kepala banget sih. Misal dari awal kamu menerima cintaku pasti kita sudah menikah!" ucap Irwan sambil mendaratkan tubuhnya ke kursi.


"Ir, awalnya aku dan Dinda dijodohkan oleh orang tua Dinda. Karena Ibunya bilang biar posisi Dini digantikan oleh Dinda. Tapi aku tidak mau. Lalu setelah aku pikir-pikir, apa salahnya aku menerima perjodohan ini, lagi pula Dinda nangis terus karena merasa ditekan oleh orang tuanya.


Tapi setelah aku dan Papa Mama datang ke rumahnya, ternyata orang tua dia nggak pernah memaksa dia untuk menikah denganku. Memang mereka punya keinginan menjodohkan kita, tapi kalau salah satu dari kita nggak seruju nggak apa-apa. Semua itu cuma akal-akalan Dinda saja supaya aku menikahinya lantaran dia sudah dalam keadaan hamil." jelas Bayu.


"Sampai segitunya Dinda hanya untuk mendapatkan laki-laki untuk menutupi kehamilannya." jawab Irwan.


"Iya Ir, aku juga sudah punya pilihan sendiri untuk aku jadikan istri. Jadi aku juga nggan bisa membantunya." ucap Bayu pelan.


"Bay, aku mau menikahi Dinda dan sekaligus menjadi Ayah buat bayi yang ada dikandungannya." kalimat Irwan seolah menjadi oase ditengah teriknya mentari.


"Kamu serius, Ir.?"


"Iya Bay, aku akan menikahi Dinda. Bagaimanapun juga aku mencintai Ibunya, jadi aku harus bisa terima anaknya." jawab Irwan dengan tegas.


Bayu seketika langsung memeluk Irwan dengan eratnya, "Makasih banyak ya Ir, kamu memang sepupuku yang hebat. Aku percaya kamu akan mencintai Dinda dan anaknya."


"Iya Bay, aku janji akan membahagiakan Dinda dan anaknya. Jadi, kamu bisa antarkan aku kesana." ucap Irwan.


"Nanti aku akan ke makam Dini dulu sama Aulia, jadi setelah aku akan antar kamu kesana." ucap Bayu.


"Iya Bay, aku sih terserah kamu.!"

__ADS_1


"Baiklah, nanti pulang kerja saja kita kesana." jawab Bayu.


.


.


.


Sore harinya sepulang dari kerja, Bayu berencana mengajak Aulia ke makam dini. Dia menunggu Aulia pulang dari kerja sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Bay, emangnya pacarmu kerja dimana sih kok kita nggak jemput dia saja.?" tanya Irwan.


"Depan itu kan tempat kerja dia.?" jawab Bayu tanpa menoleh.


"Maksud kamu, apa sih!" sahut Irwan bingung.


"Iya, dia kerja di toko buku seberang jalan depan itu." jawab Bayu.


Tak lama kemudian Aulia datang dengan mengendarai motor maticnya. Kemudian dia memarkirkan motornya di garasi karena nanti ditinggal keluar.


Irwan kaget dengan pacarnya Bayu, dia gadis berhijab yang penampilannya sangat sederhana sekali. Kalau wajahnya memang cantik, cuma style dan bawaannya sederhana banget.


Bayu tersenyum ketika melihat Irwan yang memperhatikan Aulia seperti melihat sesuatu yang aneh saja. Dia lalu mendekati Irwan dan meninju pundaknya.


"Kenapa kamu kok ngelihatinnya gitu amat.?" tanya Bayu.


"Iya Lia, aku tunggu. Masuk saja ada Mama kok." jawab Bayu datar.


Aulia melempar senyum sambil menundukan badannya kearah Irwan. Setelah itu dia masuk rumah Bayu seperti sudah terbiasa.


"Bay, dari dekat cantik juga pacarmu itu.!" ucapnya.


"Jelaslah Ir, pacar Bayu kan mesti cantuk." jawab Bayu narsis.


"Gayamu Bay..Bay.. pancet ae kemenyek (gayamu Bay..Bay tetap aja belagu)." jawab Irwan.


.


.


.


Dalam perjalanan menuju makam Dini mereka bertiga mengendarai mobil Bayu. Yang menyetir Irwan disuruh Bayu, sedangkan Bayu duduk disamping Irwan. Aulia sendiri duduk di bangku belakang.


Tak lama sekitar dua puluh menit kemudian mereka sampai makam. Mereka bertiga lalu turun dari mobil dan menuju makam Dini. Bayu menggandeng tangan Aulia dengan erat ketika memasuki makam.

__ADS_1


Setelah sampai di depan pusara Dini, kini mereka bertiga berjongkok untuk mendokan almarhumah. Bayu memegang batu nisan sambil mengucapkan doa.


Sekitar lima menit kemudian dia mengakhiri doanya lalu menoleh kearah Aulia. "Din, ini aku datang bersama Aulia. Dia ini yang akan mendampingi hidupku. Aku harap kamu akan senang karena sekarang aku bisa melanjutkan hidup."


"Mbak Dini, aku janji akan menemani dan menjaga Mas Bayu seperti Mbak Dini dulu selalu mendampinginya." sahut Aulia.


"Oh iya, Din. Ini Irwan sepupu aku yang akan menikahi Dinda. Jadi kami datang kesini untuk meminta restu untuk menikah." ucap Bayu.


"Mbak Dini, aku juga janji akan mencintai Dinda dan anaknya." sahut Irwan.


Suasana haru ketika mereka mencoba berbicara dengan almarhumah Dini. Apalagi Bayu dia yang kelihatannya sangat sedih dengan semua ini. Tak terasa dia meneteskan air mata.


Aulia yang mendapati Bayu meneteskan air mata buru-buru dia mengeluarkan tisu lalu mengusap air mata Bayu yang sudah menetes. Seketika Bayu menoleh kearah Aulia dan tersenyum.


"Makasih Lia, kamu baik banget." ucapnya lirih sambil memegang tangan Aulia.


"Sama-sama Mas Bayu." jawabnya singkat.


"Gimana Ir, kita langsung ke rumahnya Dinda.?" tanya Bayu.


"Baiklah, kita kesana aja."


***


Sesampainya di rumah Dinda, mereka bertiga turun dari mobil. Bayu tak lupa selalu menggandeng tangan Aulia. Irwan berjalan disamping Bayu dan Aulia.


Di teras rumah kebetulan Dinda lagi duduk sendirian. Dia kaget karena melihat kedatangan Bayu dan yang lainnya.


"Mas Bayu,!" ucap Dinda sedikit kaget.


Lalu matanya turun kebawah yang melihat tangan Bayu menggandeng tangan Aulia. Kemudian dia ganti menoleh kearah Irwan.


"Hai Din, Ibu ada.?" tanya Bayu.


"Oh Ibu ada, Mas. Silakan masuk." ucap Dinda sedikit gugup.


Mereka semua masuk rumah lalu Dinda menyuruh mereka duduk sedangkan Dinda masuk ke dalam memanggil Ibunya. Setelah itu dia keluar dengan Bu Heny.


Bayu langsung menyalami Bu Heny diikuti oleh Aulia dan Irwan.


"Nak Bayu, tumben ini ada apa ya Nak.?"


"Begini Bu, saya kesini mengantarkan Irwan sepupu saya. Biar dia ngiming sendiri sama Ibu." ucap Bayu sambil melirik ke Irwan.


"Baiklah Bu, saya kesini punya niatan untuk menikahi Dinda.," ucapnya pelan.

__ADS_1


----------------------------


Next...


__ADS_2