MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 112 (Wedding part 2)


__ADS_3

Bayu semakin penasaran setelah Aulia bicara seperti itu. Kemudian Bayu mengajak duduk wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya tersebut.


"Memangnya apa yang mau kamu katakan, Lia.?"


"Mas, maaf jika kalimatku ini sedikit pribadi dan mungkin Mas Bayu akan kaget," ucap Aulia.


"Memangnya apa, sih Lia.?"


"Hehe., Mas Bayu sepertinya penasaran banget," jawab Aulia santai.


"Ya jelas dong, sayang. Gimana aku nggak penasaran, kamu bicaranya muter aja," sahut Bayu.


"Mas Bayu, sampai detik ini aku masih bisa menjaga kehormatan aku. Jadi, hal yang satu itu nanti aku bisa persembahakan buat suamiku," jawab Aulia dengan wajah yang malu-malu.


Degh,!


Bayu kaget sampai tangannya sedikit gemetar. Dia nggak percaya dengan apa yang dikatakan Aulia barusan. Bayu menatap wajah istrinya dengan lekat sekali sampai tak berkedip.


"Mas..Mas Bayu,!" seru Aulia.


"Eh.. iya sayang,!" jawab Bayu kaget.


"Kamu kenapa bengong.?"


"Emm., nggak apa-apa kok," jawabnya bohong.


"Kenapa Mas, kamu pasti nggak percaya dengan apa yang aku katakan barusan.?"


"Bukan gitu, tapi--"


"Mas, aku nggak bohong. Aku masih Aulia kamu yang dulu, yang belum pernah di sentuh oleh laki-laki lain meskipun itu Mas Fatih. Dia memang laki-laki yang baik dan perubahannya membuat aku kagum dengan dia. Mas Fatih memang sengaja nggak menyentuh aku karena dia nantinya tahu kalau aku bakal kembali ke kamu. Maaf, bukannya aku memuji laki-laki lain di depan suamiku sendiri. Tapi, dia sudah aku anggap sebagai Kakakku sendiri. Mas Fatih juga sangat berterima kasih sekali sama kita terutama sama kamu, karena sudah memperbolehkan aku untuk menjadi istrinya. Maka dari itu dengan cara inilah dia membalas kebaikan Mas Bayu," jelas Aulia.


"MasyaAllah Fatih, sungguh baik sekali hati kamu. Meskipun sikapmu juga salah karena tidak memberikan nafkah batin pada istri kamu, tapi aku tetap menghargai pengorbanan kamu. Iya Lia, dulu memang pengacaranya pernah bicara sama aku kalau suatu saat nanti akan melepaskan kamu buat aku. Tapi, takdir berkata lain, sebelum dia melepaskanmu buat aku, dia sudah dipanggil oleh Allah. Makasih ya Lia, kamu juga bisa menjaganya buat aku," jawab Bayu sambil mengecup tangan istrinya itu.


Aulia tersenyum sambil menatap wajah Bayu tanpa kedip. Mereka kini resmi menjadi pasangan yang halal dan menjadi keluarga yang bahagia.

__ADS_1


(***)


Beberapa kam kemudian, tepat pukul enam sore mereka akan melangsungkan acara resepsi pernikahan. Acara tersebut diselenggarakan di sebuah gedung yang bernama RUMAH CANTIK QUEEN.


Gedung tersebut memang tak ubahnya seperti guest house yang konsepnya menyerupai hotel tapi kecil. Ada halaman yang luas dibagian belakang yang nantinya dipakai buat acara tersebut.


Semua para undangan perlahan sudah hadir, bahkan teman-teman Bayu dari Semarang juga sudah datang. Nampak Windy dan Brian datang berdua memasuki gedung tersebut. Tak lama kemudian Pak Adrian juga datang beserta istri dan yang lainnya.


Bayu dan Aulia sudah sampai di tempat tersebut diiringi oleh pengiring pengantin dan keluarga mereka. Bayu dan Aulia memakai pakaian muslim modern. Bayu memakai stelan jas warna silver dengan iner warna putih. Dia semakin kelihatan gagah.


Sedangkan Aulia memakai dress full brokat warna senada dengan yang dikenakan Bayu. Dengan hijab modern dan payet yang menempel di bajunya semakin membuat Aulia nampak cantik dan anggun.


Tak lama kemudian acaranya pun dimulai dan semua tamu undangan sudah memasuki area acara tersebut. Master of ceremony sudah memberikan memulai membacakan susunan acara tersebut.


Sekitar hampir satu jam akhirnya acara sudah sampai di penghujung. Kini tinggalah para tamu menyalami kedua mempelai. Satu persatu para tamu undangan naik ke pelaminan untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Kini tampak giliran teman-teman Bayu yang dari Semarang naik untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai. Dimulai dari Pak Adrian dan istri, kemudian disusul Radit yang kebetulan juga ponakan dari Pak Adrian.


"Selamat ya Pak Bayu, semoga rumah tangga kalian berdua bisa langgeng dan bahagia," ucap Pak Adrian.


"Oh iya Bay, selamat ya. Kamu akhirnya menikah juga. Semoga bahagia selamanya," kini Radit ikut memberikan ucapan selamat.


"Makasih Dit, kamu sempetin datang juga," jawab Bayu.


Tak lama kemudian tampak Windy dan Brian mendekati pelaminan untuk memberikan selamat buat Bayu dan Aulia. Ketika Windy dan Brian naik ke pelaminan, tampak ada sepasang mata sedang memperhatikan keduanya.


Irwan yang sedang berdiri ambil minum kaget karena melihat Windy diatas pelaminan. Tak lama kemudian Dinda mendekati suaminya karena Zahra nangi mencari Papanya.


"Mas., ini Zahra cariin kamu. Nggak tahunya kamu ada disini," ucap Dinda tiba-tiba.


"Dini," gumamnya.


"Apa Mas,! Apa yang barusan kamu katakan,?" sahut Dinda.


"Emm, anu sayang, itu teman Bayu kok ada yang mirip sekali dengan almarhum Kakak kamu," jawab Irwan sambil matanya masih menatap pelaminan.

__ADS_1


"Masa sih? Yang mana emangnya,?" kini Dinda bertanya.


"Itu, yang sekarang lagi menyalami Bayu dan Aulia," jawab Irwan.


Seketika Dinda menoleh ke pelaminan dimana Bayu dan Aulia sedang menerima ucapan dari Windy dan Brian. Tapi, berhubung kehalang orang yang lalu lalang, jadi dia nggak begitu jelas.


"Nggak kelihatan, Mas. Sudahlah biarkan saja. Memang kalau ada yang mirip dengan Mbak Dini, terus kita mau ngapain juga," jawab Dinda.


"Iya juga sih, ya sudahlah Din. Mana Zahra biar sama aku," jawab Irwan datar.


Tak terasa akhirnya pesta sudah di penghujung acara. Satu persatu para tamu undangan sudah meninggalkan tempat tersebut.


Kini tinggalah benerapa tamu saja khususnya teman Bayu yang dari Semarang karena menunggu mobil jemputan. Tampak Windy dan Brian, serta yang lainnya mssih berdiri.


Sedangkn dari pihak keluarga masih tampak keluarga dekat yang masih ada. Keluarga Pak Arman dan Bu Heny juga masih tampak karena juga nunggu sampai acara selesai. Bu Heny dan Dinda lagi ngobrol ditemani Pak Arman.


"Bu, tadi Mas Irwan bilang dia melihat teman Mas Bayu yang mirip sekali dengan Mbak Dini," ucap Dinda pelan.


"Uhuk..uhuk..," Bu Heny tiba-tiba tersedak saat meminum minumannya.


"Ibu kenapa? Maaf kalau perkataan Dinda mengingatkan Ibu sama Mbak Dini," ucap Dinda.


"Nggak apa-apa, sayang. Ibu hanya kaget saja," jawab Bu Heny.


"Tapi Ibu jadi kesedak gini,?" jawab Dinda.


"Terus, sekarang mana teman Bayu yang suamimu maksud tadi,?" tanya Bu Heny.


"Emm, nggak tahu lagi Bu. Mungkin juga sudah pulang."


"Din, kamu belum tahu. Sebenarnya Kakak kamu itu kembar. Ibu juga kaget saat Ayah kamu bilang tempo hari. Ibu sampai syok dan akhirnya Ibu putuskan untuk keluar makan sama teman Ibu buat nenangin pikiran. Apa orang yang dimaksud suamimu tadi itu adalah kembaran Dini," ucap Bu Heny dalam hati.


----------------------------------


Next....

__ADS_1


__ADS_2