
Sebulan setelah perikahannya dengan wanita pilihannya yaitu Aulia, Bayu sementara memilih ldr sama Aulia dikarenakan mereka masih ada aktivitas masing-masing.
Seperti pagi ini tepatnya di Surabaya, Aulia kembali beraktivitas untuk mengurus showroom sepatu. Sedangkan Bayu sudah berada di Semarang sejak dua minggu yang lalu.
"Ma, Aulia berangkat ke showroom dulu, ya,?" ucap Aulia setelah selesai sarapan.
"Kok pagi, sayang? Ini baru jam setengah tujuh," ucap Bu Santi sembari melirik jam tangannya.
"Iya Ma, karena hari ini mau ada stock op name. Mas Bayu bilang saya disuruh ngecek ulang stock barang yang ada di gudang. Karena mendekati lebaran gini stock barang harus cukup," jelas Aulia.
"Oh gitu. Ya sudah kalau gitu. Hati-hati sayang," jawab Bu Santi.
Aulia lantas menyalami Ibu mertuanya itu lalu pergi menuju motornya yang sudah terparkir di halaman. Setelah beberapa menit kemudian Aulia sudah meninggalkan rumahnya.
"Loh Ma, Aulia kemana,?" tanya Pak Ridwan sesampainya di ruang makan.
"Menantumu itu rajin sekali, Pa. Pagi gini sudah berangkat ke showroom," jawab Bu Santy.
"Aku memang sudah yakin dari pertama kali melihat dia, Aulia itu memang gadis yang baik dan pantas buat Bayu," jawab Pak Ridwan.
"Hmmm., yang lagi muji menantunya, dulu aja Papa sempat nggak suka sama Aulia, hehe..," ledek istrinya.
"Iya Ma, aku dulu memang dibutakan oleh Dinda anak Arman. Tapi, alhamdulilah aku lekas sadar dan bisa melihat dari sudut lain mengenai Aulia," jawab Pak Ridwan.
"Ya sudah kalau begitu, Papa lanjut sarapannya," ucap Bu Santy.
(****)
SHOWROOM.
Pagi ini Aulia datang ke tempat usaha suaminya. Disitu sudah datang karyawan showroom. Rata-rata karyawannya baru semua karena karyawan yang sebelumnya sudah resign karena ada kerjaan baru.
Meskipun nggak begitu besar tapi usaha Bayu tersebut lumayan laris dikarenakan memang letak showroomnya, dan barang-barangnya bagus dan sangat rekomended sekali.
Hampir seharian Aulia beraktivitas di tempat tersebut sampai nggak twrasa hari sudah siang dan waktunya makan siang dan sholat.
"Maaf, saya ijin keluar sebentar cari makan. Nanti kita lanjut lagi. Kalau mau istirahat nunggu yang shift kedua datang ya,?" ucap Aulia kepada salah satu karyawannya.
"Baik Bu. Nanti saya akan gantian sama yang lain," jawab karyawan itu.
Aulia bergegas meninggalkan showroom tersebut dan menuju ke sebuah Masjid di dekat situ. Setelah memarkirkan motornya di tempat parkir, dia langsung menuju tempat wudhu.
Hampir setengah jam dia berada di Masjid kini dia bersiap-siap untuk balik. Tapi, saat dia hendak keluar, tiba-tiba dia ada yang memanggil.
"Nak Aulia.,!" seru orang tersebut.
__ADS_1
Aulia langsung menoleh, "Iya.,!" jawabnya.
Ternyata seorang perempuan paruh baya yang memanggilnya tadi. Perempuan itu mendekati Aulia sambil mengilas senyum.
"Nak Aulia masih ingat Ibu,?" tanya perempuan itu.
"Emm., maaf ya, Ibu siapa ya,?" jawab Aulia sambil mengernyitkan alisnya.
"Saya Martini, saya adalah salah satu orang yang langganan setrika baju ke Ibu kamu dulu. Saya kenal baik dengan Ibu kamu, Ibu pernah ke rumah Nak Aulia. Apa masih ingat,?" jelas Bu Martini meyakinkan.
Aulia mencoba untuk mengingat dan beberapa detik dia menoleh lagi ke Bu Martini sambil membulatkan matanya.
"Oh.. iya Bu. Sekarang saya ingat. Ibu kok bisa mengenali saya, sedangkan saya saja hampir tidak ingat sama Ibu. Ibu sehat kan?" seru Aulia sumringah lantas menyalaminya.
"Iya Nak, Ibu sehat. Dulu kan juga sering ke rumah. Ibu tahu saat Nak Aulia mau berangkat kerja. Nak Aulia masih cantik sama seperti dulu," ucap Bu Martini.
"Maafkan Aulia, ya Bu? Saya sampai nggak mengenali Ibu," jawab Aulia.
"Iya nggak apa-apa, Nak. Memang dulu Ibu sering memperhatikan kamu, karena--," Bu Martini tidak melanjutkan kalimatnya.
"Karena apa, Bu. Ibu mau bilang apa,?" ucap Auli sambil mengajak perempuan itu duduk di sudut Masjid.
"Ibu dulu punya keinginan untuk menjodohkan Nak Aulia dengan anak Ibu. Tapi Ibu nggak berani karena Ibu takut kalau ditolak," jawab Bu Martini sambil matanya tak lepas memandangi Aulia.
Aulia tersenyum lembut lalu meraih tangan perempuan itu. Kemudian dia mencium kembali tangan tersebut.
"Iya Nak. Tapi, sekarang apa Nak Aulia sudah menikah?"
"Iya sudah Bu. Saya baru satu bulan menikah. Sekarang saya sudah menjadi istri orang," jawab Aulia pelan.
"Oh syukurlah kalau begitu, Ibu ikut senang mendengarnya," jawab Bu Martini sambil memandang lembut kearah Aulia.
"Oh iya Bu, memangnya Ibu mau kemana kok sholat disini,?" tanya Aulia.
"Oh iya kebetulan Ibu dan anak Ibu mau ke Malang jenguk saudara. Ini tadi mampir untuk sholat Dhuhur," jawab Bu Martini.
"Oh jadi Ibu sama anak Ibu? Dimana dia sekarang,?" sahut Aulia sembari matanya mencari seseorang.
"Kebetulan anak saya masih di dalam, mungkin sebentar lagi keluar," jawabnya lagi.
"Ya sudah kalau gitu Bu, saya mohon pamit duluan, ya. Soalnya saya mau lanjut kerja lagi," ucap Aulia pelan.
"Oh..iy..ya Nak. Silakan, salam sama Ibu kamu, ya?" jawab Bu Martini.
Aulia langsung menyalami perempuan itu dan meninggalkannya sendirian. Kini Bu Martini sendiri lalu keluar ke teras Masjid. Tak lama kemudian ada pemuda yang menghampirinya.
__ADS_1
"Ma., maaf kalau Panji lama. Mama sampai nunggu lama," ucap pemuda tersebut.
"Nggak apa-apa, Ji. Ini tadi kebetulan Ibu ketemu anak teman Mama. Jadi ada trman ngobrol sambil nungguin kamu selesai sholat," jawab Bu Martini.
"Oh iya, siapa Ma.?"
"Itu si Lia, aah.. seandainya Mama cerita kamu juga nggak kenal sama dia," jawab Bu Martini.
"Oh jadi anak teman Mama itu cewek. Emm.. cantik nggak, Ma?" ucap Panji sambil mengedipkan matanya.
"Anaknya cantik, sholeha dan sopan. Mama sempet tertarik sama dia buat Mama jodohkan sama kamu. Tapi itu dulu, sekarang anaknya sudah menikah," jawab Bu Martini.
"Ya itu namanya bukan jodoh Ma. Ya sudah, kita lanjutin perjalanan kita," sahut Panji.
"Iya Nak. Rumah Om Hendra masih jauh.. kita harus sampai sana sebelum gelap," sahut Bu Martini.
Keduanya langsung menuju mobil yang terparkir. Kini mereka melanjutkan perjalanannya kembali.
Ditempat berbeda Aulia sudah selesai membelikan makan siang untuk karyawannya dan siap untuk kembali ke showroom. Tapi, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
"Mas Bayu,!" gumam Aulia.
"Assalamualaikum Mas.,"
"Waalaikum salam, sayang. Kamu dimana.?"
"Aku baru saja belikan anak-anak makan siang. Kamu juga istirahat.?"
"Iya, aku baru saja selesai makan. Kamu sudah makan, kan? Jangan sampai telat makan, ya.?"
"Iya sayang. Aku sudah makan, kok. Jumat besok kamu pulang, kan.?"
"Iya pulang dong., sekarang kan nggak ada alasan aku untuk tidak pulang."
"Kamu itu bisa aja, Mas. Ya sudah kalau pulang besok hati-hati, ya sayang.?"
"Oke sayang. Love you.. muaaach!"
"Love you more.. Assalamualaikum suamiku."
"Waalaikumsalam istriku."
Aulia menutup kembali ponselnya dan memasukannya dalam tas. Kemudian dia menyalakan motornya dan meninggalkan rumah makan itu untuk kembali ke showroom.
--------------------------------
__ADS_1
Next..