
Bayu menatap Aulia setelah mengucapkan kalimat itu. Sedangkan Aulia sendiri langsung tegang dan wajahnya merah nahan malu. Dia hanya tersenyum sambil membalas tatapan Bayu sambil senyum.
Kemudian dia menganggukkan kepalanya dengan malu-malu. "Iya Mas, aku siap,!"
Bayu perlahan meraih pundak istrinya lalu mencium kening Aulia penuh kelembutan. Tanpa di beri komando Aulia perlahan melepaskan mukena yang baru saja ia kenakan sholat isya bareng suaminya.
Bayu meletakkan peci di atas meja dan mengganti bajunya dengan kaos oblong santai dan celana pendek. Aulia tampak cantik dan Bayu terkesima ketika melihat istrinya membuka hijabnya. Ternyata rambut istrinya selama ini panjang sekali dan lebat.
"Sayang, rambut kamu sangat indah. Aku baru melihatnya kali ini sangat kaget karena begitu indahnya mahkotamu yang satu ini," ucap Bayu seraya membelai rambut istrinya yang panjang.
"Iya Mas, sekarang aku sudah halal buat kamu, jadi memang sengaja aku buka supaya suamiku bisa melihatnya," jawab Aulia.
Bayu lalu mengangkat dagu istrinya dan saat ini muka mereka berdekatan saling tatap dengan mesra. Kemudian tangan Bayu memegang kepala Aulia dan kini dia menatap istrinya begitu lekat. Sedangkan Aulia sendiri sudah berani menggelayutkan tangannya di pinggang suaminya.
Dengan hati-hati Bayu mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya sehingga hidung keduanya bertemu. Aulia sedikit gemetaran karena memang moment seperti ini adalah baru pertama kali ia alami meskipun sudah pernah menikah.
"Sayang, ijinkan malam ini aku melaksanakan kewajibanku sebagai suami yang utuh buat kamu," ucap Bayu tanpa melepaskan tatapannya itu.
"Iya Mas, laksanakanlah. Aku siap," jawab Aulia lirih.
Bayu mulai mengusap kening istrinya yang ada anak rambutnya. Dengan besuara lirih dia megucapkan sesuatu. "Bismillah."
Aulia merasakan dalam dirinya sesuatu yang beda malam ini, sekujur tubuhnya mulai merasakan getar-getar yang mungkin selama ini dia belum pernah merasakannya. Dengan lembut bibir Bayu mendarat di kening Aulia kemudian berpindah ke kedua pipinya yang mulus.
Aulia memejamkan matanya untuk memberi keleluasaan pada suaminya agar bisa mengksplor ke semua bagian wajahnya. Setelah itu bibirnya sudah mendarat di bibir Aulia yang ranum.
Awalnya Aulia merasa canggung, tapi lama kelamaan dia juga menikmatinya. Perlahan Bayu mennuntun isitrinya ke ranjang tanpa melepaskan ciumannya. Kali ini memang keduanya sudah masuk ke dalam dimensi yang berbeda yang hanya mereka berdua saja yang bisa meraskan.
Sentuhan-sentuhan lembut Bayu membuat Aulia merasa terbang dan melayang ke sebuah fase dimana sepasang suami istri yang sudah halal memadu kasih.
Pergulatan itu berlangsung lama karena ini adalah kali pertama mereka melakukannya sebagai pasangan suami istri. Malam pertama yang kebanyakan orang bilang adalah malam yang di tunggu-tunggu oleh semua sepasang pengantin baru.
"Aaaawww.,!" teriak Aulia lirih sambil meringis.
__ADS_1
"Maaf sayang, sakit, ya?" ucap Bayu.
Aulia mengangguk pelan dengan malu-malu. " Iya Mas."
"Baiklah kalau gitu tidak aku teruskan, kasihan kamu sayang," ucap Bayu sambil mengelus wajah istrinya.
"Tidak apa Mas, laksanakan apa yang sudah menjadi kewajibanmu malam ini. Aku akan menerimanya apapun itu resikonya, itu sebagai bukti aku sebagai istri kepada suaminya," jawab Aulia.
"Kamu yakin.?"
"Iya Mas. InsyaAllah aku yakin, semuanya aku serahkan kepada Allah apapun itu resikonya," jawabnya bijak.
"Baiklah sayang, aku akan menuruti apa yang kamu katakan," jawab Bayu dengan tersenyum.
Bayu melanjutkan apa yang sudah dia lakukan sebelumnya. Kali ini dia melakukannya dengan hati-hati karena dia tidak ingin istrinya merasakan sakit. Aulia terlihat menahan sakit sampai air matanya keluar tanpa sengaja.
Dengan ucapan basmalah Bayu akhirnya bisa menjalankan kewajibannya sebagai suami yang utuh malam ini. Aulia merasa senang karena sudah mejalankan kewajibannya sebagai istri yang utuh malam ini.
Terlihat air mata kebahagiaan mengiringi malam pertamanya dengan suami tercinta. Bayu langsung mengusap air mata istrinya itu dan langsung mengecup kening Aulia dengan mesra.
"Makasih ya sayang, malam ini adalah malam yang sangat luar biasa buat aku. Kamu benar-benar menjaga itu semua buat aku," ucap Bayu seraya mengelus rambut Aulia.
"Iya Mas, aku bahagia sekali karena bisa mempersembahkan semuanya buat suamiku tercinta. Aku juga bangga punya suami yang hebat seperti kamu," jawab Aulia.
Bayu tersenyum lalu dia menegakan tubuhnya dan kini dengan posisi duduk dengan bersandarkan kepala tempat tidur. Dia lalu melirik ke bawah dengan membuka selimutnya dan ada noda merah sebagai simbol kesucian cinta istrinya kepada dirinya.
"Sayang, noda merah itulah sebagai saksi dan bukti bahwa kamu memang selama ini masih suci dan akulah orang pertama yang menerima kesucian cintamu malam ini," ucap Bayu sambil menatap istrinya.
"Iya Mas. Hanya itu yang aku jaga dan persembahkan buat kamu. Makasih sudah bisa menerimaku dengan segala kekuranganku," jawab Aulia.
"Iya sayang, sama-sama. Aku juga sangat berterima kasih sekali sama kamu karena sudah menjaganya buat aku," ucap Bayu.
"Oh iya Mas, apa kamu lapar,?" tanya Aulia.
__ADS_1
"Kenapa kamu bertanya seperti itu,?" jawab Bayu dengan mengernyitkan alisnya.
"Aku mendengar sesuatu dalam perut kamu," jawab Aulia lirih.
Sontak muka Bayu langsung merah menahan malu. Dia kemudian mengangguk pelan. "Iya sayang, dari sore aku belum makan."
"Pantesan perut kamu bunyi. Baiklah, aku ada roti serta makanan kecil yang tadi dibawakan oleh Ibu aku. Dia sengaja membawakan buat kita di hotel. Karena Ibu pikir kita nggak mungkin keluar buat cari makan," jelas Aulia pelan.
"Oh iya, Ibu kamu memang mertua idaman sekali. Tahu saja menantunya ini pasti lapar setelah bekerja keras," ucapnya sambil mengedipkan matanya.
"Kamu ini bisa saja Mas, ya sudah aku ambilkan," jawab Aulia seraya mencubit pinggang suaminya.
Kemudian Aulia menggenakan kimono tidurnya dan turun dari tempat tidur. Bayu hanya memandangi istrinya yang tengah sibuk membuka sebuah kotak kue dengan ukuran sedang.
Lalu dia mengeluarkan beberapa roti serta makanan lainnya. Kemudian mereka berdua makan roti untuk sekedar mengganjal perutnya. Aulia dengan sengaja menyuapi suaminya dengan penuh kasih.
Bayu senang sekali mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya. Aulia sangat keibuan sekali meskipun secara usia dia masih tergolong sangat muda sekali. Usia dua puluh dua bagi Bayu adalah usia yang sangat muda sekali, tapi Bayu tidak pernah mempermasalahkannya.
Bayu memandangi wajah istrinya yang cantik tanpa kedip. Aulia sangat kikuk karena dari tadi Bayu menatapnya tanpa kedip. Bayu melihat ketidaknyamanan istrinya saat dirinya menatap seperti itu.
"Kenapa sayang, aku kan sudah resmi jadi suami kamu. Kenapa aku lihat kamu kok kikuk gitu," ucap Bayu.
"Nggak apa-apa, Mas. Kadang aku masih merasa kita ini masih masa pacaran jadi aku merasa salah tingkah saat kamu tatap seperti tadi," jawab Aulia.
"Kamu itu sudah resmi jadi nyonya Bayu anggara. Jadi kenapa harus malu," ucap Bayu sambil mencubit pipi Aulia.
"Iya Mas. Maafin aku, ya? Lain kali aku tidak akan seperti ini lagi."
"Iya sayang, nggak apa-apa. Aku faham kok. Ya sudah kalau gitu kita istirahat saja. Besok pagi kita kan harus bangun lagi dan menikmati masa-masa bulan madu kita," ucap Bayu.
"Iya Mas."
Aulia membereskan makananannya dan setelah itu mereka bergantian ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan gosok gigi setelah itu melanjutkan istirahatnya.
__ADS_1
--------------------------------
Next...