MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 87 (Kecewa)


__ADS_3

Aulia yang tengah minum air dalam botol yang diberikan oleh Bi Lastri, tiba-tiba tersedak lantaran pertanyaan Ibunya. Dia mencoba menenangkan dirinya agar bisa menjawab pertanyaan Ibunya.


"Mereka biasa saja, Bu. Cuma Bu Santy bilang kenapa Aulia mau menerima tawaran Mas Fatih. Kan Aulia sudah tunangan, katanya seperti itu. Lalu Aulia menceritakan semuanya," jawab Aulia hati-hati.


"Mereka tidak menyalahkanmu, kan? Takutnya kan kamu menjadi penyebab batalnya pernikahan anaknya dengan kamu," ucap Bu Santy.


"Mereka mengerti kok, Bu."


"Ya sudah kalau begitu, Ibu takut kalau mereka salah faham dan marah sama keluarga kita."


"Nggak Bu, Pak Ridwan mengerti akan masalah ini."


"Syukurlah kalau begitu,"


Drrttt....drrrrttt... Ponsel Aulia bergetar.


"Bi, tolong ambilkan ponsel saya," tukas Aulia.


Bi Lastri langsung mengambil ponsel yang ada di atas meja kemudian memberikannya sama Aulia. Kemudian Aulia membuka pesan yang masuk ke ponselnya.


"Mas Bayu,!" gumamnya lirih.


"Aulia, gimana kabar kamu. Katanya kamu habis kecelakaan? Maaf aku belum bisa pulang ke Surabaya. Soalnya aku habis kenaikan jabatan dan sekarang ada gatrhering ke Bali. InshaAllah pulang dati Bali aku usahakan pulang ke Surabaya,"


Seketika wajah Aulia langsung menampakan keceriaan. Dia tersenyum sambil matanya terus memandangi ponselnya.


"*Iya Mas nggak apa-apa, makasih kamu telah hubungi aku. Maaf nomer aku yang lama ke blokir dan kontak hilang semua."


"Iya aku minta tolong Juno untuk mencari nomor hape kamu yang baru. Ya sudah aku lanjut kerja, ya. Lain waktu di sambung lagi, take care."


"Iya Mas, kamu juga jaga kesehatan. Jangan capek-capek, tetap semangat*."


Aulia menutup ponselnya lalu meletakannya disampingnya. Bu Dewi penasaran, Aulia chatingan sama siapa.


"Kamu chating sama siapa, Lia. Kok kelihatannya senang banget," ucap Bu Dewi.


"Itu pesan dari Mas Bayu, Bu. Aulia senang banget karena Mas Bayu masih peduli dengan Aulia," jawabnya dengan wajah yang sumringah.


"Bayu,?" seru Bu Dewi.


"Iya Bu, Mas Bayu sekarang naik jabatan sebagai menejer, yang sebelumnya hanya staf biasa. Memang dia dulu ke Semarang lantaran ada training," jelas Aulia.

__ADS_1


"Alhamdulilah kalau dia naik jabatan, itu tandanya karirnya semakin meningkat."


"Mbak Aulia kelihatannya sangat senang sekali, Mbak Aulia kangen ya sama Mas Bayu,?" sahut Bi Lastri.


"He'em, Bi. Aulia kangen banget sama dia. Sudah lama kami nggak ketemu sampai ada kejadian itu. Jadi tambah lama nggak ketemunya," jawab Aulia dengan mata berkaca-kaca.


"Sabar, ya Mbak. Kalau memang kalian berdua ada jodoh, pasti kalian dipertemukan lagi," ucap Bi Lastri.


"Iya Bi. Lagian dia juga masih sibuk karena ada gathering di Bali. Belum tahu sampai kapan dia disana," jawab Aulia lagi.


"Tapi ingat, Nak. Sekarang statusmu sudah tidak sama seperti dulu. Jadi jangan terlalu berharap nanti kecewa," sahut Bu Dewi.


"Iya Bu, Aulia juga tahu diri kok. Yang penting niat kami baik."


Akhirnya malam ini Aulia ditunggui Ibunya sama pembantunya. Mereka ngobrol-ngobrol sampai tak terasa kalau hari semakin larut.


(***)


Keesokan harinya ternyata Aulia sudah diperbolehkan pulang. Karena luka Aulia sudah tidak mengkawatirkan lagi, dokter memutuskan untuk memberi ijin dia pulang.


Pak Bardi selaku asistennya kini mengurus segala keperluan administrasinya. Aulia kini hidup bak putri yang tinggal di istana dengan dikelilingi harta serta asisten-asistennya.


Memang dalam hal materi kini hidup Aulia sudah tidak seperti dulu, menyandang status jandanya Fatih membuat hidupnya berubah. Tapi meskipun demikian hidupnya tetap seperti dulu. Kemana-mana dia selalu sendiri pakai motor.


"Semuanya sudah siap, Bu. Semuanya susah beres," ucap Pak Bardi.


"Baik Pak, terima kasih."


Pak Bardi membantu mendorong kursi roda yang ditumpangi Aulia. Bu Dewi dan Bi Lastri berjalan di sampingnya menuju parkiran. Sesampainya di parkiran, Aulia demgan dibantu Pak Bardi dan Ibunya masuk ke dalam mobil yang sudah disediakan.


.


.


.


"Mbak Aulia sekarang istirahat aja dulu, dan jangan banyak bergerak," ucap Bi Lastri sesampainya di rumah.


Bi Lastri dengan setia dan telaten membetulkan selimut Aulia, sedangkan Ibunya sedang di dapur untuk menyiapkan makam malam buat semua yang ada di rumah itu.


"Bu Dewi, kenapa Ibu disini? Sebaiknya Ibu istirahat saja. Nanti yang masak biar saya saja," ucap Bi Lastri setibanya di dapur.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, Bi. Saya hanya membantu supaya cepat selesai. Lagian saya itu nggak biasa diem, nggak enak Bi," jawab Bu Dewi.


"Ya sudah kalau gitu Bu, silakan dilanjutkan lagi. Saya bantu ya.?"


"Iya Bi."


"Bi.. Bi Lastrii..,!" teriak Pak Bardi dari luar.


"Iya Pak. Ada apa,?" tanya balik Bi Lastri.


"I..tuu.. Di lu..ar ada Bu Sonya," jawab Pak Bardi terbata.


"Apa, Bu Sonya,?" jawab Bi Lastri.


"Iya Bi.!"


"Maaf, memangnya siapa itu Bu Sonya,?" tanya Bu Dewi.


"Emm, itu. Anu, Bu. Itu--"


"Itu siapa Bi,?" tanya Bu Dewi dengan memotong kalimat Bi Lastri.


"Mmm, Maaf Bu Dewi. Bu Sonya itu mantan istri pertama bos Fatih," sahutPak Bardi.


"Mantan istri Fatih? Ada apa dia kesini,?" jawab Bu Dewi.


"Dia ingin bertemu dengan Bu Aulia," jawab Pak Bardi.


"Tapi Mbak Aulianya kan baru saja istirahat, gimana ini Pak,?" tanya Bi Lastri.


"Sebaiknya saya yang temui dia dulu aja Bi," sahut Bu Dewi.


"Baiklah kalai gitu, Bu Dewi ikut saya," ajak Pak Bardi.


Bu Dewi berjalan dibelakang Pak Bardi menuju ruang tamu yang dimana Bu Sonya sudah duduk. Ketika Bu Dewi dan Pak Bardi sampai di ruang tamu, Bu Sonya langsung berdiri.


"Maaf, Apa saya bisa ketemu dengan Mbak Aulia,?" ucapnya datar.


"Ada perlu apa ya mau ketemu anak saya,?" jawab Bu Dewi sambil memperhatikan Wanita itu.


------------------------------

__ADS_1


Next...


__ADS_2