MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 51 (Hari pertama)


__ADS_3

Semuanya masuk ke ruangan pimpinan kantor pusat. Bayu dan yang lainnya duduk di kursi yang sudah di sediakan. Mereka yang hadir rata-rata orang baru semua. Karena mereka datang dari kantor cabang masing-masing kota.


Tak lama kemudian masuklah laki-laki sekitar umur lima puluh an masuk ruangan tersebut. Dia berjalan dengan membawa beberapa berkas, kemudian dia duduk di depan.


"Selamat pagi, semua,!" sapa laki-laki itu.


"Pagi, Pak,!" jawab mereka serempak.


"Baiklah, saya disini selaku pimpinan kantor pusat, mungkin sebagian sudah ada yang kenal dan ada yang belum kenal. Bagi yang belum kenal, perkenalkan nama saya Adrian riawanto. Biasanya dipanggil Adri," ucap Pak Adrian.


Perkenalan dan sedikit tanya jawab berlangsung sekitar tiga puluh menit. Setelah kembali pada urusan pekerjaan. Pak Adrian menjelaskan semua tentang bagaimana urusan pekerjaan.


Dia menjelaskan dengan lengkap dan detail bahkan sampai ke point-point terkecil Pak Adrian menyampaikannya dengan jelas.


Meeting di hari pertama berlangsung serius namun tidak membosankan. Meskipun secara usia Pak Adrian sudah tidak muda lagi namun penampilannya sangat modis dan kelihatan lebih muda dari usianya.


Sekitar kurang lebih dua jam, kini tibalah di waktu santai dan tanya jawab seputar pekerjaan. Semua diberi kesempatan untuk menanyakan jika belum jelas. Bayu dan Rendi duduk bersebelahan. Mereka terlibat pembicaraan yang serius mengenai pimpinan mereka kali ini.


"Baiklah kalau begitu, jika sudah tidak ada pertanyaan lagi, saya akan lanjutkan lagi dengan pembagian tugas. Event yang akan diselenggarakan perusahaan kita kali ini adalah event tahunan yang besar. Selain lounching produk baru juga akan ada promo besar-besaran.


Saudara Bayu selaku staf marketing akan saya beri wewenang untuk mengurus pameran di hotel and resto Wijaya. Nanti saudara Bayu akan di dampingi saudari Windy yang kebetulan hari ini dia masih ada meeting dengan pihak hotel Wijaya," terang Pak Adrian.


"Baik Pak, saya siap melaksanakan tugas tersebut," jawab Bayu.


"Oh iya, saudara Rendi Anda akan membantu saudara Bayu untuk menghandle big event tahunan ini," ucap Pak Adrian.


"Siap Pak,!" seru Rendi.


Setelah itu Pak Adrian kembali melanjutkan pembagian tugas. Setelah panjang lebar Pak Adrian menjelaskan semuanya, kini tiba saatnya makan siang.


Bayu dan Rendi terlihat duduk bersama dalam satu meja. Sedangkan yang lainnya sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ketika mereka sedang menikmati makan siang, tiba-tiba Pak Adrian mendekati Bayu dan Rendi.

__ADS_1


"Gimana Pak Bayu, Pak Rendi. Mudah-mudahan kerasan ya di Semarang,?" tanya Pak Adrian tiba-tiba.


"Eh Pak Adri, iya Pak. Kita akan berusaha semampu kita untuk bisa menjalankan semua tugas," jawab Bayu.


"Iya Pak, mudah-mudahan kita berdua kerasan," sahut Rendi.


"Oh iya kalau boleh saya tahu, apakah kalian berdua sudah berkeluarga,?" tanya Pak Adrian.


"Kalau saya kebetulan sudah, anak saya usianya lima tahun," jawab Rendi.


"Kalau saya masih belum Pak, hehe," jawab Bayu dengan tertawa.


"Oh jadi Pak Bayu ini masih single,?" tanya Pak Adrian.


"Iya, Pak."


"Usia Anda berapa Pak Bayu,?" Pak Adrian terus mencercah pertanyaan.


"Oh masih muda. Dulu saya menikah usia tiga puluh. Karena sibuk dengan kerjaan jadi soal urusan nikah sedikit terabaikan," jawab Pak Adrian.


"Iya Pak, kalau tidak ada halangan awal tahun depan saya akan menikah."


"Oh jadi Pak Bayu ini mau menikah, tapi bagaimana rencana menikahnya kalau ada tugas di Semarang,?" tanya Pak Adrian.


"Ya nggak apa-apa Pak. Sementara ditunda dulu. Yang penting setelah tiga bulan dari pelatihan ini saya akan melangsungkan pernikahan," jawab Bayu.


"Oh iya-iya, begitu juga bisa. Jadi nanti setelah naik jabatan langsung menikah. Hebat Pak Bayu dalam jangka waktu yang bersamaan dua status dia sandang," sahut Pak Adrian.


"Pak Adri bisa saja, hehe," jawab Bayu sambil terkekeh.


Disaat mereka bertiga sedang ngobrol-ngobrol, tiba-tiba ada salah satu karyawan menghampiri mereka.

__ADS_1


"Maaf Pak Adri, Bu Windy sudah datang."


"Oh iya, suruh langsung masuk."


"Baik Pak," jawab karyawan itu sambil melangkah pergi.


"Oh iya, Pak Bayu. Bu Windy ini nanti yang akan menjadi patner Anda dalam event besar kita. Dia adalah salah satu karyawati terbaik kantor ini. Dia masih single dan cantik lagi. Coba saja kalau Pak Bayu belum bertunangan, pasti akan saya jodohkan," jelas Pak Adrian sambil tertawa.


Ketiganya langsung tertawa setelah Pak Adrian berucap seperti itu. Bayu mukanya merah karena menahan malu, sedangkan Pak Adrian terus menggoda Bayu dengan kalimat-kalimat yang jenaka.


Tak lama kemudian datanglah perempuan cantik dengan potongan rambut pendek. Dia kelihatan anggun dan cantik sekali dengan balutan busana kerja. Ditangannya terdapat sebuah tas kerja warna hitam yang menambah keanggunannya.


"DINI,!" ucap Bayu pelan.


Seketika Pak Adrian dan Rendi saling pandang ketika Bayu tanpa sengaja menyebutkan nama Dini. Sedangkan wanita yang bernama Windy tersebut dengan penuh percaya diri menghampiri ketiga pria tadi.


"Nah ini dia yang kita tunggu. Bu Windy ini Pak Bayu dan Pak Rendi. Mereka inilah yang akan mendampingi Anda saat acara big event tahunan di hotel dan resto Wijaya," ucap Pak Adrian sambil menunjuk Bayu dan Rendi.


Rendi tersenyum sambil mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya, sedangkan Bayu masih terdiam dan matanga tak lepas dari sosok Windy itu. Pak Adrian dan Rendi semakin bingung kenapa Bayu sebegitunya memandangi Windy dengan tanpa kedip.


"Maaf Pak Bayu, ada yang salah dengan penampilan saya,?" tanya Windy.


"Pak Bayu,!" seru Rendi sambil menyenggol lengan Bayu.


"Oh iya, maaf. Iya saya Bayu,!" ucap Bayu dengan menyambut uluran tangan Windy.


Windy hanya tersenyum manis sambil menatap Bayu. Sedangkan Bayu sendiri sesekali melirik kearah Windy dan Windy pun begitu. Rendi sempat memperhatikan sikap Bayu yang demikian.


"Ya Allah, kenapa perempuan itu mirip sekali dengan Dini. Aku seperti melihat dia hidup kembali. Tidak ada yang beda sedikitpun antara Windy dan almarhumah Dini," ucap Bayu dalam hati.


-----------------------------

__ADS_1


Next...


__ADS_2