MENGENANGMU

MENGENANGMU
.MENGENANGMU Part : 41 (Kerja sama)


__ADS_3

Bayu mengenalkan Panji dan Irwan. Mereka akhirnya berjabat tangan dan menyebutkan namanya masing-masing.


"Ji, Irwan ini sepupu aku yang kebetulan satu divisi sama aku. Dia baru saja menikah," ucap Bayu.


Panji hanya tersenyum saja sama Irwan begitu juga sebaliknya. Setelah itu Irwan pamit langsung masuk ke ruangannya. Kini tinggalah Bayu dan Panji berdua saja.


"Bay, kamu kerja disini lama banget, ya. Seingatku dulu setelah lulus kuliah kamu langsung diterima di kantor ini," ucap Panji.


"Iya, Ji. Alhamdulilah aku jodoh di kantor ini," jawab Bayu sambil melirik jam tangan di pergelangan tangannya.


"Bay, kalau kamu mau masuk tinggal saja nggak apa-apa, biar aku tunggu di sini sendiri," ucap Panji.


"Iya, aku masuk dulu ya. Nanti kalau ada apa-apa kamu hubungi aku," ucap Bayu sambil berdiri.


Bayu melangkah meninggalkan Panji yang duduk di ruang tunggu. Kini dia menuju ruangannya. Saat di tengah jalan dia bertemu sekretarisnya Pak Agung pimpinanannya.


"Pagi Bu Sinta," sapa Bayu.


"Pagi juga, Bay. Oh iya, apa kamu di luar bertemu dengan seseorang yang mencari Pak Agung,?" tanya Bu Sinta.


"Iya, Bu. Tadi di depan ada yang mencari Pak Agung, dan sekarang lagi menunggu di ruang tunggu," jawan Bayu.


"Tolong kamu temui dulu Bay, soalnya Pak Agung lagi ada halangan. Anaknya masuk rumah sakit dan kini beliau tidak dapat masuk kantor," jelas Bu Sinta.


"Baik, Bu. Saya laksanakan,!" jawab Bayu.


"Makasih, ya Bay."


"Sama-sama, Bu."


Akhirnya Bayu balik lagi ke depan untuk nemui Panji. Untung saja klien Pak Agung itu tak lain adalah temannya sendiri. Setibanya di ruang tunggu, dia melihat Panji lagi mainin ponselnya sambil duduk di kursi.


"Ji, maaf ya. Atasanku lagi kena musibah, anaknya masuk rumah sakit, jadi beliau tidak masuk kerja," ucap Bayu sesampainya di ruang tunggu.


"Oh gitu, ya sudah nggak apa-apa. Kalau gitu aku langsung balik saja," ucap Panji.


"Maafkan kami, ya Ji? Kamu sudah datang ternyata Pak Agungnya nhgak masuk kantor," ucap Bayu.


"Nggak apa-apa, Bay. Santai saja, kan masih ada lain hari," jawab Panji.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, lain kali kalau sudah masuk, aku kabari kamu."


"Oke Bay, aku permisi dulu."


Panji kemudian melangkah pergi meninggalkan kantor Bayu dengan langkah gontai. Dia langsung menuju parkiran dan masuk mobil.


Bayu kembali masuk dan menuju ruangannya. Kini dia melangkah dengan penuh percaya diri karena hari ini dia merasa bahagia lantaran sudah meminang gadis yang dia cintai.


"Bay, hari ini kan Bos nggak masuk. Aku boleh minta ijin nggak mau pulang cepat, Dinda tadi mau diantar ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya," ucap Irwan setengah merajuk.


"Jam berapa kamu rencana ke dokternya,?" tanya Bayu.


"Nanti sekitar jam setengah dua belas siang," jawab Irwan dengan pasang muka melas supaya di ijinin oleh Bayu.


Bayu melihat wajah Irwan yang memelas seperti itu jadi nggak tega. Akhirnya dia menganggukan kepalanya.


"Baiklah, nanti pasti kamu kepotong gaji,!" ucap Bayu.


"Iya nggak apa-apa, demi anak dan istriku aku harus jadi suami yang siaga," jawab Irwan.


"Bagus itu, okelah aku kasih ijin kamu. Tapi, kamu sebelum kamu pulang, kamu ke ruangan Bu Maria bagian HRD dulu untuk minta surat ijin," jawab Bayu.


"Makasih ya Bay, sekali lagi aku ucapkan banyak terima kasih,!" ucap Irwan.


Di tempat yang berbeda, Dinda di rumah sendirian menunggu Irwan menjemputnya untuk ke rumah sakit. Kemudian dia ambil ponselnya dan menelpon temannya.


"Hallo, Ran. Kamu lagi ngapain.?"


"Hay Din, aku lagi di kerjaan, nih."


"Oh aku ganggu kamu dong.?"


"Tidak, aku lagi santai saja. Nggak banyak kerjaan di kantor."


"Ran, aku sudah menikah dengan Mas Irwan."


"Apa, Irwan cowok yang katamu sudah lama naksir sama kamu itu.?"


"Iya betul.!"

__ADS_1


"Dia tahu kalau kamu hamil.?"


"Iya sudah tahu, dia terima aku apa adanya."


"Syukurlah kalau begitu, aku ikut senang."


"Oh iya, gimana kabar teman kamu itu.?"


"Siapa, Din.?"


"Ayah dari bayi yang aku kandung.?"


"Oh dia, Dia nggak kasih kabar aku sama sekali, Din."


"Oh ya sudah kalau gitu."


Dinda menutup kembali ponselnya dan kembali duduk sendirian di rumah. Sejak menikah dengan Irwan, Dinda pulang ke rumah Irwan, tapi sesekali pulang ke rumah Ibunya.


(***)


Sekitar sebulan kemudian, Bayu dapat reward dari kantornya sebuah ponsel keluaran terbaru karena selama tri wulan pertama dia bisa mencapai target. Selain itu dia mendapatkan promosi jabatan untuk kedudukan yang lebih tinggi lagi. Hal itu langsung disambutnya dengan hati yang gembira.


Untuk merayakannya, dia berencana mengajak Aulia pergi makan malam di restoran, dan memberikan ponselnya kepada Aulia, karena dia melihat ponsel Aulia sangat sederhana dan keluaran lama.


Sekitar jam kima sore akhirnya mereka berdua sampai di restoran yang bagus. Aulia sangat terkagum-kagum ketika sampai restoran tersebut. Dia mengedarkan pandangannya melihat tempat makan yang belum pernah dia masuk sebelumnya.


"Mas, kenapa kita makan di tempat sebagus ini,?" tanya Aulia sesampainya di meja yang sudah di pesan Bayu.


"Nggak apa-apa, sayang. Ya aku kan mau kasih kamu kabar bagus."


"Kabar apa itu, Mas.?"


Bayu lalu memegang tangan Aulia dengan lembut, lalu dia meletakan tangan yang satunya diatas tangan Aulia. Kemudian dia tersenyum dan menatap wajah Aulia dengan mesra.


"Lia, alhamdulilah hari ini aku dapat reward dari kantor sebuah ponsel keluaran terbaru, dan yanga lebih penting lagi, aku di promosikan untuk naik jabatan,!" ucap Bayu sambil menatap mesra wajah Aulia.


----------------------------


Next....

__ADS_1


__ADS_2