MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 109 (Curiga)


__ADS_3

Malam harinya Bayu nggak bisa tidur lantaran masih memikirkan perkataan Pak Arman tadi siang. Bu Retno yang meninggal itu apa sama dengan Bu Retno teman Pak Arman.


Dia jadi teringat saat Bu Retno cerita kalau temannya dulu punya rahasia yang tidak diketahui keluarganya apalagi istrinya soal anak kembarnya.


Kalau Bu Retno pernah cerita kepada dirinya kalau Ayah dari bayi kembar tersebut telah menyerahkan salah satu anak kembarnya untuk menebus hutang laki-laki itu pada seorang pengusaha tempe kala itu.


"Lalu, kalau jika laki-laki yang dimaksud Bu Retno adalah Ayah Arman, terus siapa yang kembar. Dini apa Dinda,?" ucap Bayu pelan.


Bayu semakin penasaran dan bingung dengan masalah ini. Dia mondar-mandir sambil terus berfikir.


"Ddrrrttt....ddrrrtt..."


Bayu langsung menoleh kearah meja. Ponselnya bergetar, kemudian dia langsung mengambil ponsel itu dan membukanya.


"Aulia," gumamnya lirih.


Dia sampai lupa untuk menghubungi Aulia soal catering yang akan di pesannya untuk acara pernikahannya itu.


"Ya Allah.. Aku sampai lupa kalau aku janji hubungi Aulia soal catering. Gara-gara memikirkan soal Bu Retno dan Ayah Arman aku jadi nggak fokus," ucapnya lirih.


"Mas., kamu sibuk kah.?"


"Maaf sayang, aku tadi masih ada teman aku. Aku nggak sibuk, kok."


"Soal catering aku sudah hubungi pemiliknya, katanya tanggal pas kita menikah itu kosong. Jadi, kita bisa pakai catering tersebut."


"Syukurlah kalau gitu. Soal catering sudah beres, ya. Nanti aku transfer depenya."


"Nggak usah, Mas. Semuanya sudah aku bayar."


"Jangan Aulia, nanti aku transfer. Itu uang peninggalan suamimu. Aku nggak mau kita menikah pakai uang mantan suami kamu."


"Jangan kawatir, Mas. Ini murni uang Lia. Ini semua hasil tabungan Lia."


"Baiklah kalau begitu. Tapi tetap saja nanti aku ganti. Karena bagiku semua biaya pernikahan harus dari pihak laki-laki."


"Iya Mas. Semuanya terserah kamu saja."

__ADS_1


"Soal undangan aku yang handle. Jadi kamu nggak usah mikirin soal undangan lagi."


"Baik Mas. Oh iya, Mas Bayu sabtu besok pulang, kan.?"


"InshaAllah aku usahakan untuk pulang. Soalnya aku juga harus lihat gedung yang mau aku sewa."


"Baiklah kalau gitu. Ya sudah Mas, aku mau istirahat dulu. Mas Bayu juga istirahat, jaga kesehatan dan jangan lupa sholat."


"Oke sayang. Kaamu juga. Bye.."


Bayu lalu meletakan kembali ponselnya ke atas meja. Kini dia mau ambil air wudhu karena dia belum sholat Isya.


(***)


Jumat siang sepulang kerja Bayu berencana langsung tancap ke Surabaya. Dilihatnya jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul dua siang. Kalau dia langsung berangkat pakai mobil sendiri, takutnya kecapek'an dan akhirnya dia pergi ke stasiun mau lihat keberangkatan kereta api ke Surabaya.


Dan setelah di cek semua kursi penuh. Jadi mau nggak mau dia pakai mobil untuk pulang ke Surabaya. Tanpa pulang ke mess lagi dia langsung tolak ke Surabaya. Mungkin sampai Surabaya agak malaman.


Keesokan harinya Bayu bangun agak siang karena dia semalam sampai rumah larut malam. Mama dan Papanya sudah pergi ngajar dan Mamanya sudah menyiapkan makanan diatas meja makan.


Setelah selesai mandi dia turun ke bawah untuk sarapan. Perutnya sangat lapar sekali karena memang semalam dia belum sempat makan malam. Saat dia mau makan, tiba-tiba Gani turun dan ikut gabung sarapan dengan Kakaknya.


"Hari ini Gani masuk siang jam sebelas. Karena kelas tiga ada ujian," jawab Gani.


"Lah kamu kelas berapa.?"


"Iissh,! Kak Bayu aneh, masa nggak tahu Gani kelas berapa. Gani kan baru kelas satu SMP, Kak,!" jawab Gani sewot.


"Ya ampun Kakak sampai lupa Gani kelas berapa. Nggak terasa kamu ikut Kakak sudah hampir dua tahunan, ya Gan? Dulu seingat Kak Bayu kamu ikut Kakak kelas lima SD," ucap Bayu.


"Iya Kak. Gani juga nggak menyangka kalau bakal hidup di tengah-tengah keluarga Kak Bayu," jawab Gani.


"Ya sudah kita sarapan, yuk. Jangan lupa sekolah yang pinter, biar kelak bisa jadi orang sukses dan berhasil," ucap Bayu sambil mengacak rambut adiknya itu.


"Amin., makasih ya Kak.?"


Keduanya akhirnya makan berdua. Bayu mrnikmati masakan Mamanya yang sudah lama dia tidak menikmatinya. Sejak kepindahannya ke Semarang, Bayu jadi jarang makan masakan Mamanya kalau nggak pas pulang seperti sekarang.

__ADS_1


"Oh iya Kak, hari ini Kak Bayu mau kemana,?" tanya Gani.


"Kakak mau ngecek gedung buat acara pernikahan Kakak nanti. Kenapa emang? Kamu mau ikut,?" tanya Bayu.


"Oh enggak Kak. Kan jam sebelas Gani berangkat sekolah. Biar Gani yang jaga rumah saja, lagian sekarang sudah jam sembilan," jawab Gani.


"Oke. Jaga rumah baik-baik, nanti kalau ada apa-apa langsung telpon Kakak."


"Siap Kak.!"


"Ya sudah, Kak Bayu berangkat dulu. Jangan lupa kunci pintunya, ya,?" ucap Bayu seraya berdiri meninggalkan meja makan tersebut.


Kemudian dia menuju garasi untuk ambil mobilnya. Dan tak lama kemudian dia sudah meniggalkan halaman rumahnya dan menuju jalan raya.


Sesampainya di lokasi, Bayu menemui pemilik gedung tersebut. Dia disambut oleh ownernya dengan ramah. Kemudian Bayu diajak keliling melihat seluruh lokasi.


Gedung tersebut memang menyerupai guest house yang di belakangnya terdapat taman dan kolam ikan yang sangat luas. Biasanya gedung ini memang sering di sewakan untuk acara pernikahan dengan konsep garden party.


Bayu sangat menyukai lokasinya dan tidak begitu terbuka karena bagian belakang dikelilingi pagar yang sangat tinggi. Banyak tanaman hias dan bunga yang menambah kasrian tempat itu.


"Oh iya Mas Bayu, nanti kalau Mas Bayu kurang pas atau mau ditambahi apa gitu tinggal koordinasi sama EO dan pengelolah gedungnya," ucap Pak Ardi pemilik gedung itu.


"Baik Pak."


"Oke, terima kasih sudah mempercayakan acara Mas Bayu di tempat kami. Semoga acaranya lancar sampai hari H," ucap Pak Ardi sambil menyalami tangan Bayu.


"Iya Pak sama-sama. Sekarang saya permisi dulu, ya. Sekali lagi terima kasih," jawab Bayu.


Akhirnya Bayu meninggalkan tempat tersebut dan mau menemui Aulia di rumahnya. Tadi sengaja Bayu nggak ajak Aulia ke tempat dimana akan diselenggarakan pernikahan mereka karena Aulia masih ada urusan.


Bayu janjian di sebuah rumah makan untuk ketemu Aulia sekalian makan siang. Di tempat yang dulu mereka selalu ketemuan kini Bayu sudah sampai.


Ketika dia mau duduk di tempat yang sudah disediakan, tiba-tiba matanya menangkap perempuan paruh baya lagi duduk sendiri sambil menangis terisak.


Bayu mengeryitkan alisnya untuk memastikan siapa wanita yang menangis tersebut. Dia kaget karena setelah dia perhatikan ternyata itu Bu Heny yang tak lain adalah Ibunya almarhum Dini.


"Ada apa Bu Heny disini sendiri sambil menangis," gumam Bayu.

__ADS_1


---------------------------------


Next...


__ADS_2