
Bayu kaget karena Bu Windy mrnanyakan foto yang masih ada di laptopnya. Memang foto itu tidak dihapus ataupun dipindahkan oleh Bayu karena memang buat mengenang sosok seorang Dini. Aulia pun juga menyetujuinya karena sebelumnya justru Aulia yang melarang Bayu untuk menghapusnya.
"Oh ini, dia namanya Dini. Dia mantan tunangan saya," jawab Bayu lirih.
"Foto mantan kok masih disimpan di laptop kerja,?" tanya Bu Windy heran.
"Iya karena ini mantan terindah, hehe," jawab Bayu sambil tertawa.
"Oh gitu, asyik dong."
"Bukan begitu Bu Windy, ini karena orang yang ada dalam foto ini sudah meninggal. Dia kecelakaan dan meninggal di tempat pas dipangkuan saya."
"Oh maaf Pak bayu, saya tidak bermaksud mengingatkan Pak Bayu soal mantannya itu," ucap Bu Windy ketakutan.
"Oh tidak apa-apa, foto ini memang tetap saya pasang bukan karena saya belum move on atau apa, ini murni karena calon istri saya yang menginginkannya agar tetap dipasang disini. Dia juga ingin mengenang Dini sebagai sahabat. Maka dari itu saya dilarang menghapus foto ini oleh calon istri saya sekarang," jelas Bayu.
"MasyaAllah baik sekali hati calon istri Pak Bayu sekarang, dia malah mengijinkan foto mantan Pak Bayu masih dipasang disini," jawab Bu Windy.
"Iya Bu Windy, Aulia memang calon istri yang baik. Hatinya lembut dan keibuan. Saya sungguh beruntung sekali punya dia," ucap Bayu.
"Saya pertama kali lihat foto itu kaget sekali. Maaf, wajahnya kok mirip dengan saya," ucap Bu Windy pelan.
"Iya Bu Windy, saya pas pertama kali bertemu dengan Anda juga kaget. Kok wajah Bu Windy mirip sekali dengan Dini mantan tunangan saya yang sudah meninggal," jawab Bayu.
"Kata orang sih, di dunia ini ada kembaran kita itu tujuh orang. Ya mungkin sayalah salah satu kembaran Dini," sahut Bu Windy.
"Ya mungkin saja, Bu."
Bu Windy menatap Bayu dengan senyuman. Akhirnya mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Bayu masih sibuk dengan laptopnya, sedangkan Bu Windy sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
(***)
SURABAYA
Aulia mencoba menelpon Bayu untuk minta ijin menjenguk Fatih yang lagi sakit di rumah sakit. Karena sudah hampir satu minggu dia belum menjenguk lantaran memang belum sempat.
"Gimana Lia? Apa Nak Bayu sudah bisa di hubungi,?" tanya Ibunya.
"Belum bisa Bu, hapenya Mas Bayu sibuk."
"Mungkin dia memang lagi sibuk. Atau kita langsung ke rumah sakit saja, nanti kamu ciba lagi hubungi saat di rumah sakit, gimana,?" ucap Ibunya.
"Ya sudah gitu juga nggak apa-apa. Kita langsung ke rumah sakit saja. Nanti ciba aku telpon Mas Bayu lagi dari sana," jawab Aulia sambil membetulkan helmnya.
Ibunya juga memakai helmnya dan kemudian dia naik keatas motor. Aulia menyalakan mesin motornya kemudian dia melajukan meninggalkan pelataran rumahnya.
Kebetulan jarak rumah sakit dari rumah Aulia tidak brgitu jauh, jadi tidak membutuhkan waktu yang lama. Sekitar dua puluh menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah sakit.
"Assalamualaikum.," ucap Aulia sambil membuka pintu kamar.
Didalam ternyata ada Fatih saja yang terbaring diatas tempat tidur. Aulia dan Ibunya langsung masuk ke dalam kamar. Fatih langsung menoleh kearah Aulia dan Ibunya.
"Gimana keadaan kamu, Mas,?" tanya Aulia.
"Aulia, Ibu, kalian datang juga," ucap Fatih lirih.
"Maaf Mas, aku baru bisa jenguk kamu. Kerjaanku banyak, Ibu juga ada pesanan kue banyak," ucap Aulia.
"Iya nggak apa-apa, Lia. Kalian datang saja saya sudah senang sekali."
__ADS_1
"Nak Fatih gimana keadaannya sekarang,?" kini Ibunya ikut bertanya.
"Alhamdulilah sudah enakan Bu, sudah agak mendingan," jawab Fatih.
"Sykurlah kalau gitu, mudah-mudahan setelah ini Nak Fatih bisa sembuh."
"Makasih Bu, maafin jika saya ada salah sama Ibu dan keluarga," ucap Fatih.
"Sudahlah Nak Fatih, sudah lupakan semuanya yang sudah terjadi. Setelah ini kita buka lembaran baru lagi," ucap Ibunya Aulia.
"Mas, sudahlah jangan bicara yang nggak penting. Sekarang Mas Fatih fokus sama kesembuhan Mas fatih saja. Jangan berfikiran macam-macam," ucap Aulia.
"Lia, bolehkah saya bicara sesuatu sama kamu," ucap Fatih.
"Iya Mas, bicara saja. Ada apa,?" jawab Aulia.
"Kenapa kamu belum menikah juga,?" pertanyaan Fatih membuat Aulia kaget.
"Kenapa Mas Fatih bertanya seperti itu,?" tanya Aulia.
"Dulu waktu kamu memutuskan pertunangan kita, dan mau menikah dengan laki-laki lain, aku ikhlas mungkin memang dia jodoh kamu. Tapi, sampai sekarang melihat kamu masih sendiri dan belum menikah juga, perasaan bersalahku timbul. Kenapa dulu aku membiarkan kamu untuk laki-laki itu," jelas Fatih.
"Mas Fatih, aku dan Mas Bayu memang belum menikah karena itu kemauan aku, Mas. Aku masih ingin membantu Ibu dulu dan menunggu tahun depan," jawab Aulia.
"Kenapa kamu belum mau menikah, apakah Bayu tidak sayang sama kamu,?" ucap Fatih.
"Enggak Mas, Mas Bayu sangat sayang sama aku, karena memang akunya yang nggak mau keburu menikah,!" jawab Aulia tegas.
"Kalau memang dia belum siap menikahi kamu, aku siap kok untuk menikahi kamu," ucap Fatih sambil melirik ke Ibunya Aulia.
__ADS_1
--------------------------
Next.....