MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 84 (Aulia membaik)


__ADS_3

Windy kaget dan nggak percaya kalau Aulia telah menikah dengan orang lain. Bayu menceritakan alasan Aulia menikah dengan orang lain itu. Memang semuanya juga tidak lepas dari keputusan Bayu.


Dalam perjalanan mereka banyak ngobrol dan tak terasa sampai di sebuah apotik. Bayu turun sendiri, sedangkan Windy menunggu di dalam mobil sendirian. Tak sampai sepuluh menit Bayu sudah kembali dan kini mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang.


(***)


SURABAYA


Di rumah sakit mana Aulia dirawat, kini terlihat Bi Lastri pembantunya Fatih sedang menungguinya. Ibunya barusan pulang karena dia terlanjur menerima pesanan sebelum Aulia kecelakaan.


Karena kondisi Aulia tidak begitu mengawatirkan, makanya Bi Lastri menyuruh Ibunya Aulia pulang. Dia akan menunggui Aulia sendiri di rumah sakit.


"Selamat pagi.," sapa dokter yang masuk ke kamar Aulia.


"Pagi dokter," jawab Bi Lastri.


"Gimana Mbak Aulia, Bu. Semalam dia tidurnya nyenyak,?" tanya dokter.


"Alhamdulilah sudah, dok."


"Bagus, kalau dua sampai tiga hari kedepan keadaan Mbak Aulia menunjukkan perubahan yang baik, maka dia boleh pulang," tukas dokter itu.


"Oh iya makasih dok."


"Obatnya jangan lupa di minumkan, ya Bu. Semoga luka di kepalanya lekas mengering," jawab dokter itu lagi.


"Iya dok."


"Oke Bu, saya tinggal dulu."


Setelah dokter keluar, Aulia perlahan membuka matanya dan mencari seseorang. Bi Lastri langsung mendekati majikannya itu.


"Mbak Aulia sudah bangun. Mau minum, Mbak,?" tanya Bi Lastri.


"Ibu mana, Bi.?"


"Ibu Mbak Aulia saya suruh pulang. Kasihan dari kemarin beliau belum istirahat. Kebetulan hari ini Ibu Mbak ada pesanan yang sudah terlanjur diterima sebelum Mbak Aulia kecelakaan. Nanti kalau orangnya komplin gimana, jadi saya suruh pulang saja. Kan, sudah ada Bibi," jelas Bi Lastri.


"Makasih ya Bi. Kalau tidak ada Bi Lastri saya nggak tahu mau bilang apa," ucap Aulia pelan.

__ADS_1


"Sudahlah Mbak, saya itu sudah biasa seperti ini. Dulu selama Den Fatih sakit saya juga yang merawatnya. Saya kerja ikut Pak Broto sudah lama sekali, makanya saya sudah dianggap seperti keluarga sendiri," jelas Bi Lastri.


"Oh iya Bi, sekarang kan Mas Fatih sudah tidak ada, misalkan saya kembali pulang ke rumah Ibu saya gimana,?" tanya Aulia tiba-tiba.


"Loh,! Memangnya Mbak Aulia mau meninggalkan kita semua. Saya, Pak Karim serta kedua asisten Den Fatih mau kerja dimana,?" jawabnya memelas.


"Bi Lastri, kalian ya tetap tinggal di rumah itu. Jaga semua peninggalan Mas Fatih."


"Mbak, semua harta kekayaan Den Fatih sudah di serahkan sama Mbak Aulia, jadi Mbak Aulia lah yang harus menjaga semuanya."


"Bi, saya tahu itu. tapi kalau saya sendirian juga nggak bisa."


"Mbak, sudahlah jangan dipikir terlalu dalam. Yang penting sekarang Mbak Aulia harus sembuh dulu."


Aulia tersenyum sambil menatap Bi Lastri dengan lekat. Dari sudut matanya tiba-tiba keluar bulir bening yang jatuh ke pipinya.


"Mbak Aulia kenapa menangis, jangan bersedih dong, Bibi jadi ikut menangis," jawab Bi Lastri.


"Aulia menangis bukan karena bersedih, saya menangis karena senang telah dikelilingi orang-orang baik seperti kalian semua. Andai tidak ada Bi Lastri, Pak Karim, Pak Bardi serta Pak Jhony. Mereka semua baik sama saya," jelas Aulia.


Tak lama kemudian pintu kamar terkuak karena ada yang masuk. Pak Ridwan dan Bu Santy datang menjenguk Aulia.


"Waalaikumsalam.," jawab Aulia dan Bi Lastri barengan.


"Gimana keadaan nak Aulia,?" tanya Pak Ridwan.


"Alhamdulilah sudah mendingan Pak, Bu," jawab Aulia sambil menyalami tangan kedua orang tua itu.


"Sudah jangan dipaksa gerak dulu, kamu tiduran saja," sahut Bu Santy.


"Maafin Aulia, ya Bu, Pak. Karena Aulia telah membuat Bapak dan Ibu kecewa," ucapnya sambil menangis.


"Sudahlah jangan dipikir lagi akan hal itu, yang penting kamu sembuh dulu. Nggak usah mikir aneh-aneh dulu," ucap Pak Ridwan.


"Mau gimana lagi semuanya sudah terjadi, mungkin kamu dan Bayu belum jodoh. Nggak usah disesali," sahut Bu Santy.


"Ma, ngomongnya kok gitu. Dia kan lagi sakit," ucap Pak Ridwan lirih.


Aulia yang melihat sikap Pak Ridwan seperti itu, dia merasa bersalah. Dia menjadi nggak enak karena dia telah membuat keluarga Bayu kecewa.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, Pak. Memang benar apa yang dikatakan Bu santy. Saya dan Mas Bayu memang belum berjodoh. Dan sekali lagi saya minta maaf karena telah mengecewakan keluarga Pak Ridwan," jawab Aulia.


"Tidak ada yang perlu di maafkan Nak Lia, semuanya memang sudah kehendak Allah. Jadi jangan pernah merasa bersalah," jawab Pak Ridwan.


"Oh iya, ini punya kamu,?" tiba-tiba Bu Santy mengeluarkan sebuah cincin dan menunjukkannya pada Aulia.


Seketika Aulia membelalakan matanya karena melihat benda kecil yang ada di tangan Bu Santy. Kemudian dia melihat jarinya dan ternyata memang cincin tunangannya sama Bayu nggak ada.


"Bu Santy dapat itu dari siapa,?" tanya Aulia.


"Ini terjatuh tak jauh dari tempat kamu mengalami kecelakaan tempo hari. Waktu saya dan Papanya Bayu mengejar ternyata kamu sudah dibawa ke rumah sakit," jelas Bu Santy.


"Makasih telah menemukan cincin itu. Saya tidak sadar kalau cincin itu lepas dari tangan saya," jawab Aulia.


"Ini saya kembalikan sama kamu, meskipun kamu nggak jadi menikah sama anak saya, tapi ini tetap hak kamu," ucap Bu Santy sambil menaruh cincin tersebut di atas kasur.


Perlahan Aulia mengambil cincin tersebut dan memakainya kembali. Dia sangat senang sekali karena cincin itu sudah kembali pada dirinya.


"Makasih, ya Bu. Sudah menemukan cincin ini."


"Iya sama-sama, Nak Lia."


Pak Ridwan melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. Kini sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Kemudian mereka pamit pulang.


"Nak Lia, kami permisi pulang dulu, ya. Semoga lekas sembuh dan cepat pulang ke rumah," ucap Pak Ridwan.


"Iya Lia, maafkan jika ada sikap Ibu yang kurang berkenan. Semoga cepat sembuh, ya," ucap Bu Santy.


"Iya Bu sama-sama. Aulia juga minta maaf jika sikap saya kurang berkenan di hati Ibu dan Bapak," jawab Aulia sambil mencium tangan kedua orang itu.


Akhirnya Bu Santy dan Pak Ridwan meninggalkan kamar dimana Aulia dirawat. Kini Aulia tinggal sama Bi Lastri saja berdua.


Aulia merasa kalau Mamanya Bayu sikapnya berubah sama dirinya, mungkin karena keputusannya untuk menikah dengan Fatih. Tapi, bagaimanapun juga itu tidak lepas dari sikap Bayu juga.


Karena Aulia menerima tawaran Fatih lantaran dia dapat ijin dari Bayu, jadi dia merasa kalau tindakannya ini bukan hanya salah dia saja.


"Maafkan Aulia Pak, Bu. Sebenarnya Aulia sangat ingin menjadi istri Mas Bayu," ucapnya dalam hati.


--------------------------------

__ADS_1


Next.....


__ADS_2