MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 37 (Semakin mesra)


__ADS_3

Aulia langsung malu ketika Bu Rina selalu memujinya. Dia langsung berbalik menuju dapur, tapi belum sampai dia melangkah, Bu Santy langsung memanggilnya.


"Nak Lia, mau kemana? Gabung sini rame-rame, karena kita kini lagi santai," panggil Bu Santy.


"Iya Bu, Lia mau menaruh ini dulu di dapur," jawab Aulia sambil menunjukan nampan yang di bawahnya.


Bu Santy mengangguk sambil tersenyum. Bayu senang sekali melihat Mamanya bisa dekat dan suka sama gadis yang di cintainya.


"Bay, kamu dapat gadis seperti Aulia itu dimana,?" tanya Tantenya.


"Tante Rina ini ada-ada saja. Bayu pertama kali lihat dia itu setelah satu hari sepeninggalnya Dini. Waktu itu Bayu ada di balkon kamar, lagi berdiri di pagar melihat ke arah jalan raya. Tiba-tiba ada mobil hampir saja menabrak seorang gadis, sektika Bayu teriak dari atas balkon lalu berlari turun menuju tempat itu. Dan gadis itu adalah Aulia. Setelah itu Bayu ketemu dia lagi di rumah singgah anak-anak jalanan, karena dia senang mengajari anak-anak tersebut membaca," jelas Bayu.


"Oh gitu, berarti Allah telah menyiapkan pengganti Dini buat jodoh kamu, Bay. Firasat Tante dialah jodoh yang di kirim Allah buat kamu," jawab Bu Rina.


"Ya mungkin juga seperti itu. Bayu awalnya juga kagum dengan dia lantaran kepribadianya. Lalu lama-lama Bayu sayang sama dia," jawab Bayu.


Aulia mendengarkan semua perkataan Bayu dari dapur yang cuma terhalang sebuah dinding yang tingginya setengah badan. Dia merasa bangga dengan Bayu karena mencintainya dengan tulus.


Dia merasa senang sekali karena keluarga Bayu begitu baik menerimanya. Belum jadi bagian dari keluarganya saja, Aulia sudah diperlakukan seperti keluarga sendiri.

__ADS_1


Tak lama kemudian Bayu berdiri menuju dapur, lalu dia mengajak Aulia ke atas menuju balkon dimana dia dulu pertama kali melihat Aulia.


Aulia juga bingung kenapa Bayu mengajaknya ke atas. Dan setelah sampai atas, Bayu mengajak Aulia duduk-duduk melihat jalan raya dari atas balkon kamarnya.


"Dulu aku pertama kali lihat kamu mau ditabrak mobil ya dari atas sini," ucap Bayu sambil melihat kebawah.


"Mas, kalau dari sini memang terlihat jelas ya toko buku Semeru," ucap Aulia.


"Iya, Lia. Aku paling senang meghabiskan waktuku disini."


"Memang tempatnya adem Mas, meskipun Surabaya ini lumayan panas, tapi dari sini lumayan semilir anginnya."


"Aulia, kamu bersedia kan menjadi Ibu dari anak-anakku kelak,?" tanya Bayu sambil memegang tangan Aulia.


"Mas, sudah berapa kali aku menjawab. Apa masih kurang buat kamu,?" jawab Aulia.


"Enggak sayang, aku cuma memastikan ke kamu saja, bahwa kamu benar-benar mau dan siap," jawab Bayu.


"Aku siap, Mas. Dan aku akan berusaha menjadi istri dan Ibu yang baik buat anak-anak kita."

__ADS_1


"Makasih, Lia. Aku nggak sabar untuk menikahi kamu."


"Sabar, Mas. Kita akan berjuang menuju hari dimana kita akan mengucap janji selamanya," jawab Aulia sambil tersenyum


"Iya, aku sabar kok. Dan nantinya jika kita sudah resmi menikah, aku tidak akan melarang kamu untuk bekerja. Terserah kamu mau mengesklpor semua kemampuan kamu dalam karier kamu," jelas Bayu.


"Aku ingin menjadi guru, Mas. Dari dulu aku pingin mengajar anak-anak di sekolah. Berhubung terbentur biaya, jadi aku kerja dan tidak bisa kuliah," ucapnya pelan.


Bayu trenyuh mendengar penuturan Aulia yang begitu memprihatinkan. Dalam sorot matanya, tertanam sebuah harapan besar untuk sebuah cita-cita.


"Lia, kamu bisa melanjutkan kuliah setelah menikah dengan aku nanti," ucap Bayu.


"Benarkah, Mas,?" ucapnya sumringah.


"Iya, aku serius. Aku akan membiarkan kamu terus bekerja di toko buku itu dan hasilnya bisa kamu kasihan Ibu dan Adik kamu," jawab Bayu.


"Kamu baik banget, Mas. Aku beruntung sekali bisa bertemu dengan orang sebaik kamu, aku manut saja apa yang kamu perintahkan," ucap Aulia.


----------------------

__ADS_1


Next....


__ADS_2