MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 42 (Berkah)


__ADS_3

"Alhamdulilah., itu rejeki dari Allah," jawab Aulia dengan mimik bahagia.


"Iya, Lia. Kamu juga membawa berkah buat aku," ucap Bayu.


"Mas, itu mungkin suatu kebetulan saja. Rejeki kamu untuk menerima reward itu setelah kita resmi tunangan," jawab Aulia.


"Lia, setelah nanti kita menikah, aku bebaskan kamu masih mau terus bekerja atau tidak itu terserah kamu. Karena aku bertemu kamu itu sudah dalam keadaan bekerja di toko buku itu," ucap Bayu sembari memegang tangan Aulia.


"Mas, seorang wanita kalau sudah menikah itu pasti menjadi hak penuh sang suami. Jadi dia harus nurut apa kata suami. Jika nanti Mas Bayu masih mengijinkan aku bekerja, ya aku akan tetap bekerja," jawab Aulia.


"Iya, Mas akan tetap mengijinkan kamu bekerja. Apalagi tempat kerja kamu dekat dengan rumahku, jadi aku nggak kawatir kalau melepaskan kamu keluar bekerja," ucap Bayu.


"Iya, Mas. Aku nurut saja," jawabnya.


"Makasih Lia, kamu memang pengertian banget."


"Mas Bayu bisa saja, aku hanya ingin belajar menjadi istri yang baik," ucap Aulia sembari menatap mata Bayu.


"Oh iya Lia, handphone ini rencananya akan aku kasihkan ke kamu. Biar handphone kamu ganti yang lebih bagus lagi. Bukannya aku menghina kalau handphone kamu jelek, cuma secara fitur kan lebih lengkap. Gimana, kamu mau apa nggak,?" ucap Bayu sambil mengeluarkan sebuah kardus kecil.


"Yang benar, Mas. Tapi, apa Mas Bayu tidak membutuhkannya,?" ucap Aulia.


"Iya Lia, kebetulan handphone aku masih bagus dan belum waktunya ganti. Jadi ini mendingan kamu pakai saja nggak apa-apa," jawab Bayu.


"Makasih Mas, kamu juga baik banget sama aku dan keluargaku."


"Itu wajib, karena kamu adalah calon istriku," jawab Bayu.


Bayu menatap Aulia dengan lembut, Sedangkan Aulia hanya bisa tersenyum sambil menundukan wajahnya. Bayu senang kalau Aulia tersipu malu seperti ini.


Hari demi hari kondisi hatinya Bayu sudah kembali, dan kini dia sudah memantapkan hatinya untuk memilih Aulia sebagai pendamping hidupnya. Hari-harinya kini selalu gembira karena telah hadir sosok perempuan yang mampu mengembalikan suasana hatinya kembali bersinar.

__ADS_1


Dulu sebelum bertemu dan mengenal lebih dekat dengan Aulia, Bayu hanya menghabiskan waktunya di tempat kerja, kalau di rumah pasti langsung di kamar. Kalau keluar pasti ke tempat anak-anak jalanan.


Kali ini kehidupan Bayu sudah bisa berjalan normal seperti dulu, dan kini dia bisa menerima kalau Dini sudah pergi untuk selamanya.


Aulia melihat Bayu yang sedang melamun, perlahan dia memegang tangan Bayu dan mengelusnya sambil tersenyum.


"Mas Bayu, ayo makannya di lanjutin, nanti keburu dingin nggak enak," ucap Aulia tiba-tiba.


"Eh iy..aa,! Maaf Lia, aku sedikit melamun," jawab Bayu gugup.


"Iya nggak apa-apa, Mas."


Bayu dan Aulia melanjutkan makannnya dengan lahap. Kini mereka berdua sedang menikmati kebersamaan yang begitu romantis. Bayu sengaja mengajak Aulia untuk makan berdua tanpa ada yang ganggu.


Tiba-tiba Aulia menghentikan makannya karena melihat seseorang yang pernah dia lihat sama Bayu waktu itu. Dia langsung memberitahu Bayu soal itu.


"Mas, coba deh Mas Bayu lihat laki-laki yang duduk di kursi itu,!" ucap Aulia sambil menunjukan seseorang yang duduk di kursi.


Bayu sontak menoleh kearah yang dikasih tahu oleh Aulia. Dia melihat seorang laki-laki yang pernah dia lihat, dia akhirnya ingat juga.


"Panggil saja, Mas. Ajak gabung dengan kita nggak apa-apa."


"Emang boleh, kan kita lagi berduaan,?" ucap Bayu.


"Nggak apa-apa."


Akhirnya Bayu berdiri dan menuju meja dimana Panji lagi sendirian.


"Ji, kamu disini juga,?" tanya Bayu.


Seketika Panji menoleh dan memandang Bayu. Seketika Panji tersenyum dan berdiri.

__ADS_1


"Aku lagi nunggu teman, Bay," jawab Panji.


"Gimana kalau gabung aja sama aku dan Aulia?" ucap Bayu.


"Emm, gimana ya. Sebentar lagi mungkin dia datang," jawab Panji.


Tapi belum sampai mereka selesai, tiba-tiba teman Panji sudah datang. Dia seorang perempuan muda dan juga modis. Seketika Bayu menyernyitkan alisnya karena dia nggak asing dengan wajah teman Panji itu.


"Bay, kenalkan ini Rani teman aku," ucap Panji.


"Bayu,!"


"Aku Rani, maaf sebelumnya apa kita pernah ketemu,?" tanya Rani sambil memandang kearah Bayu.


"Iya, aku juga nggak asing dengan wajah Mbak Rani."


"Kalau nggak salah kita ketemu di acara nikahannya Dinda," ucapnya sambil tersenyum.


"Oh iya, sekarang aku ingat. Kamu teman kantornya Dinda, kan,?" jawab Bayu.


"Iya, Mas. Betul. Aku teman kantornya Dinda."


Panji agak bingung dengan obrolan Rani dan Bayu. Ternyata mereka saling kenal. Kini Panji lah yang tiba-tiba salah tingkah dan gugup.


"Bay, maaf sebelumnya ya. Kayaknya aku nggak bisa bergabung dengan kamu. Kita mau ada urusan," sahut Panji tiba-tiba.


"Oh iya, silakan."


"Ya sudah, Bay. Kita permisi dulu, ya,?" ucap Panji sambil menarik tangan Rani untuk meninggalkan tempat itu dengan buru-buru.


Bayu heran kenapa Panji tiba-tiba mengajak Rani pergi dari tempat itu. Ada hubungan apa Panji dengan teman Dinda. Batin Bayu.

__ADS_1


--------------------------------


Next..


__ADS_2