MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 52 (Terkenang lagi)


__ADS_3

Setelah hari pertama masuk kerja dan bertemu dengan orang-orang baru. Kini Bayu beristirahat di kamarnya. Setelah mandi dan sholat Ashar, dia rebahan 1diatas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


Tak lama kemudian ponselnya bergetar dan setelah dilihat ada pesan masuk dari Aulia.


"Assalamualaikum Mas.,?"


Bayu tersadar bahwa ada perempuan yang tengah menunggu dirinya. Sesaat dia melupakan kejadian dikantor tadi siang dan kini dia langsung membalas pesan tersebut.


"***Walaikumsalam Aulia sayang."


"Lagi ngapain, nih. Sudah sholat belum?"


"Ini barusan aja selesai sholat. Sekarang lagi rebahan aja."


"Syukurlah kalau sudah sholat. Aku sekarang lagi di rumah kamu sama Bu Santy."


"Oh iya, lagi apa nih sama calon mertua."


"Biasa ngerumpi, habis sholat juga."


"Enak ya sore-sore gini ngerumpi, aku nggak ada temannya."


"Emang nggak ada orang di mess, Mas.?"


"Ada, tapi masih sibuk di kamarnya masing-masing."


"Oh ya sudah kalau gitu, Mas Bayu lanjut istirahat saja. Aku mau pulang mumpung belum hujan."


"Nginep situ aja biar Mama ada temane."


"Mas Bayu lupa ya kalau Ibu di rumah juga nggak ada temannya."


"Oh iya ya, aku lupa. Ya sudah hati-hati. Salam sama Mama."


"Oke Mas, kamu hati-hati juga kerja di tempat orang. Bye..bye***.."


Bayu menutup ponselnya dan kembali menatap langit-langit kamarnya. Dia begitu ceria setelah chatingan sama tunangannya. Dia sangat beruntung karena telah mendapatkan perempuan seperti Aulia.


(***)


SURABAYA


Keesokan harinya tepatnya di rumah Aulia sedang ada tamu. Aulia hendak pergi kerja tiba-tiba di datangi dua orang pria tak di kenal.

__ADS_1


"Selamat pagi Mbak. Apa betul ini rumahnya Mbak Aulia,?" tanya salah satu pria tersebut.


"Iya saya Aulia. Ada apa ya, Pak,?" jawab Aulia heran.


"Bolehkah saya duduk dulu."


"Oh iya, Maaf. Silakan duduk."


"Begini Mbak, kami anak buahnya Pak Broto. Kedatangan kami berdua kesini untuk menyampaikan pesan beliau. Mas Fatih anaknya Pak Broto yang dulu sempat tunangan dengan Mbak Aulia kini masuk rumah sakit. Beliau sakit dan selalu memanggil nama Mbak Aulia. Pak Broto juga kena stroke dan kini berada di kursi roda, jadi Pak Broto tidak bisa kesini sendiri. Kalau Mbak Aulia nggak keberatan, jika ada waktu luang mohon tengoklah Mas Fatih barang sebentar," jelas pria tersebut dengan sopan.


"Inalilahi., sakit apa Mas Fatih,?" tanya Aulia kaget.


"Saya belum tahu jelas apa penyakitnya. Yang jelas sudah hampir seminggu dirawat di rumah sakit."


"Gimana, ya pak. Terus terang saya pribadi memang nggak ada masalah sama Mas Fatih. Soal tempramennya beliau dulu itu sudah saya lupakan. Kenapa Mas Fatih panggil-panggil nama saya. Lalu dimana kedua istrinya,?" ucap Aulia.


"Mbak Aulia belum tahu soal istri-istri Mas Fatih.?"


"Belum, memangnya ada apa ya Pak,?" tanya Aulia.


"Mbak, sebenarnya Mas Fatih itu orangnya baik. Soal tempramennya itu ternyata lantaran istrinya ketahuan selingkuh."


"Kok bisa gitu,?" tanya Aulia lagi.


"Iya Mbak. Istri pertama Mas Fatih itu ketahuan selingkuh. Lalu dia memutuskan menikah lagi. Mas Fatih tidak bisa menceraikan istri pertamanya lantaran Pak Broto punya kesepakatan dengan mertua Mas Fatih. Sedangkan istri kedua Mas Fatih itu belum bisa memberikan keturunan, makanya Mas Fatih selalu uring-uringan," jawab pria itu lagi.


"Karena memang istrinya nggak mau punya anak. Alasannya saya kurang tahu."


"Ya ampun, jadi selama ini sebenarnya Mas Fatih itu tersiksa lantaran kedua istrinya. Cuma sayang saja kenapa Mas Fatih jadi trempamen."


"Ya intinya sepert itu Mbak. Saya hanya menyampaikan saja. Soal yang saya jelaskan tadi memang begitulah adanya. Pak Broto selalu cerita sama saya."


"Ya sudah gini saja Pak. Tolong saya dikasih tahu alamat rumah sakitnya Mas Fatih dirawat. Nanti kalau sudah nggak sibuk saya akan sempatkan jenguk. Lagian saya juga belum ijin sama Mas Bayu. Dia lagi tugas ke luar kota," jawab Aulia.


"Baiklah Mbak. Mas Fatih dirawat di rumah sakit Medika di jalan Ahmad yani, dikamar VVIP teratai," jawab pria itu.


"Oke Pak. Makasih infonya."


"Sama-sama Mbak. Kami permisi pulang dulu."


"Iya Pak."


Aulia berdiri sambil mengawasi kedua pria tersebut. Dia nggak percaya kalau keadaan Fatih menyedihkan. Dia sendiri bingung mau percaya apa tidak. Tapi, kalau memang apa yang disampaikan kedua pria tersebut nggak benar, tapi kenapa mereka kasih tahu alamat rumah sakitnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Ibunya keluar menghampiri Aulia. Dia melihat keluar seolah mencari seseorang. Kemudian dia kembali fokus pada Aulia.


"Siapa yang datang, Lia,?" tanya Ibunya.


"Itu Bu, anak buahnya Pak Broto kasih tahu kalau Mas Fatih masuk rumah sakit dan dia panggil-panggil Aulia terus," jawab Aulia bingung.


"Kok panggil-panggil kamu? Lalu istrinya kemana,?" tanya Ibunya balik.


Aulia menceritakan dari awal sampai akhir apa yang di bilang anak buahnya Pak Broto tadi. Ibunya hanya manggut-manggut saja saat Aulia bercerita.


"Kok gitu ya, meskipun mereka pernah menyakiti kita, tapi kasihan juga ya, Lia.?"


"Iya Bu. Bagaimanapun juga mereka manusia biasa tempatnya salah," jawab Aulia.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan,?" kembali Ibunya bertanya.


"Lihat nanti saja Bu. Lagian Aulia kan harus minta ijin sama Mas Bayu dulu. Kalau dia mengijinkan ya Aulia akan jenguk. Kalau tidak ya mau nggak mau Aulia nggak akan jenguk," jawab Aulia.


"Ya sudah kalau begitu, Ibu sih terserah kamu saja."


"Baiklah Bu, Aulia berangkat kerja dulu ya," ucap Aulia sambil menyalami tangan Ibunya.


Akhirnya Aulia berangkat kerja dengan mengendarai motor matic kesayangannya itu. Ibunya hanya bisa memperhatikan saat anak gadisnya itu berangkat kerja.


(***)


Beberapa hari kedepan, tepatnya hari jumat malam sekitar jam tujuhan. Bayu di mess sendirian, sedangkan yang lainnya ada yang pulang karena sabtu dan minggu kantor libur. Sedangkan Bayu hanya menonton televisi di ruang tengah karena jarak rumahnya paling jauh dan nggak mungkin kalau setiap minggu dia pulang.


Dia hanya ditemani Bu Sumi saja pengurus mess. Bu Sumi memang yqng bertugas di mess dari yang membersihkan rumah, menyiapkan makanan dan mencuci baju.


"Den Bayu nggak pulang kampung,?" tanya Bu Sumi.


"Eh Bu Sumi. Silakan duduk sini Bu temani saya. Iya saya nggak pulang."


"Emang Den Bayu belum berkeluarga.?"


"Belum Bu. Masih tahun depan menikahnya."


"Oh gitu. Pantesan nggak pulang. Kalau Den Rendi pulang karena dia sudah punya anak dan istri."


Ketika mereka lagi ngobrol-ngobrol tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Segera Bu Sumi bergegas ke depan untuk membukan pintunya. Setelah tahu siapa yang datqng Bu Sumi langsung mengajak masuk ke dalam.


"Maaf Den, ada yang mencari Den Bayu," ucap Bu Sumi.

__ADS_1


------------------------------


Next....


__ADS_2