MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 54 (Jogja)


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju Jogja, Bayu lebih banyak diam karena dia memang masih belum kenal betul dengan Windy. Begitu juga sebaliknya, hanya sesekali obrolan tercipta.


Sampai akhirnya Pak sopir membelokan mobil ke spbu untuk isi bahan bakar. Bu Windy dan Bayu pun turun untuk pergi ke toilet.


"Pak Bayu, mana Bu Windy,?" tanya Pak sopir.


"Mungin masih di toilet, Pak."


"Ya sudah saya tunggu di mobil ya. Pak Bayu yang tungguin Bu Windy."


"Baik Pak."


Bayu duduk di kursi cafetaria sambil nungguin Bu Windy. Dia masih asyik mainin ponselnya sampai tak menyadari kalau ada seseorang yang mengajaknya bicara.


"Maaf Mas, boleh pinjem korek apinya,?" ucap laki-laki di dekatnya itu.


Seketika Bayu langsung menoleh kearah sumber suara, "Maaf, saya tidak merokok."


"Oh ya sudah kalau gitu. Boleh saya ikut duduk disini,?" tanya laki-laki itu.


"Oh silakan."

__ADS_1


Akhirnya laki-laki tak dikenal itu ikut duduk di dekat Bayu. Dia juga sibu lihatin ponselnya. Bayu merasa aneh dengan laki-laki tersebut. Kenapa tiba-tiba pinjem korek lalu ikut duduk sekalian.


Dibuangnya pikiran macem-macem Bayu, dia kemudian menoleh kearah toilet sesekali melihat apa Bu Windy sudah selesai apa belum. Dan akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga.


"Maaf Pak Bayu kalau nunggu la--" Bu Windy tak melanjutkan kalimatnya setelah tahu siapa yang duduk di dekat Bayu.


Laki-laki tadi langsung tersenyum sinis kearah Bu Windy, dan begitu pula dengan Bu Windy dia pasang muka geram dengan laki-laki itu.


"Kamu ngapain disini,!" ucap Bu Windy.


"Ini tempat umum, siapa juga yang larang aku ada disini."


"Maaf, apa kalian saling kenal,?" tanya Bayu sambil menatap kearah Bu Windy dan laki-laki itu.


"Bohong,! kita sudah tidak ada hubungan apa-apa," tandas Bu Windy keras.


"Oke, baiklah. Berarti kamu mantan pacar aku, kan.?"


"Serah kamu,! Sekarang jangan ganggu aku lagi. Aku mau kerja."


"Windy, kamu jangan keras kepala gitu dong. Aku memang sengaja ikutun kamu dari kamu berangkat di mess tadi pagi. Alu hanya mau memastikan jika kamu tidak kenapa-kenapa," jawab laki-laki itu.

__ADS_1


"Maaf kalau saya ikut campur. Maksud Anda apa, kok bilang Bu Windy nggak kenapa-kenapa. Memangnya saya akan berbuat jahat sama beliau, sehingga Anda memata-matai kami sampai disini,?" tanya Bayu.


"Pak Bayu jangan diambil pusing. Ayo kita lanjutkan lagi perjalanannya, Pak Gazi dan Pak Gavin sudah menunggu di hotel," sela Bu Windy.


"Baik Bu. Cuma tolong pastikan kalau laki-laki ini tidak akan mengganggu perjalanan kita," jawab Bayu.


"Baik Pak. Oh iya, Brian. Tolong jangan ikuti kami lagi. Kami sudah ditunggu oleh pemilik hotel di Jogja. Jadi aku mohon tinggalkan tempat ini," ucap Bu Windy.


"Baiklah aku akan tinggalkan tempat ini. Tapi, setelah pulang dari Jogja tolong pertimbangkan lagi tawaranku. Aku masih cinta dan sayang sama kamu Win. Aku serius ingin menikahi kamu," ucap Brian dengan wajah memelas.


"Lihat nanti saja. Aku sudah telat ini."


"Baiklah Win. Silakan kalian lanjut lagi perjalanan kalian."


Bu Windy tanpa sadar langsung menarik tangan Bayu untuk menuju ke mobil. Sedangkan Bayu sendiri juga nggak sadar dia berjalan beriringan menuju mobil yang sudah menunggu Pak Sopir. Seketika Bayu tersadar dan melihat tangannya yang sudah di pegang oleh Bu Windy.


------------------------------


Next..


Maaf buat pembaca setia Bayu dan Aulia. Authornya masih belum pulih dari sakitnya. Ini sengaja saya up hanya sedikit biar nggak lupa. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena belum bisa up rutin.

__ADS_1


Mohon doanya supaya saya segera sembuh dan bisa kembali berkarya.


makasih...


__ADS_2