MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 106 (Pertemuan keluarga 2)


__ADS_3

Kali ini semua yang hadir di ruangan tersebut sangat kaget dengan penampilan Aulia saat ini. Apalagi Bayu yang dari tadi diam dan memperhatikan Aulia dari atas sampai bawah.


Pak Ridwan dan Bu Santy saling pandang ketika melihat anak laki-lakinya seperti itu. Mungkin benar kalau Bayu memang sangat memcintai Aulia.


"Aulia, kamu cantik sekali sayang," ucap Bu Santy sambil menatap lembut kearah Aulia.


"Makasih Bu," jawab Aulia singkat.


Kemudian mereka kembali melanjutkan acara pertemuan kali ini dengan ngobrol-ngobrol santai dulu. Sekitar lima belas menit kemudian Pak Ridwan mencoba berbicara ke hal yang lebih serius.


"Begini Bu, maksud kedatangan kami kesini selain untuk ber silahturahmi, kami juga bermaksud membahas perihal kelanjutan hubungan anak-anak yang sempat terputus karena permasalahan yang kemarin.


Saya mewakili Bayu anak saya bermaksud menanyakan soal Nak Aulia. Apakah sepeninggal suaminya sampai sekarang Nak Aulia belum ada yang mendekati atau meminta Nak Aulia sebagai istrinya,?" tanya Pak Ridwan.


Aulia menoleh kearah Bayu kemudian ke Ibunya. "InshaAllah sampai detik ini masih belum Pak. Saya masih dengan status saya," jawab Aulia.


"Syukur alhamdulilah kalau begitu, saya langsung ke pokok permasalahannya saja. Bahwa kedatangan kami kesini untuk meminta Aulia sebagai istri Bayu," ucap Pak Ridwan dengan tegas.


Seketika yang ada di ruang tamu tersenyum ke arah Aulia. Demikian juga dengan Bayu langsung menatap gadis yang dicintainya itu. Ibunya Aulia langsung terharu sampai-sampai dia meneteskan air mata.


"Alhamdulilah Pak, Bu. Karena masih mempercayai Aulia anak saya untuk dijadikan menantu Ibu dan Bapak. Sejak kejadian itu, saya hanya pasrah saja dengan nasib anak saya. Tapi setelah saya mendengar pernyataan Bapak barusan, hati saya rasanya lega sekali. Karena masih ada yang mau sama anak saya," jawab Ibunya Aulia.


"Ibu jangan berpikiran seperti itu. Jodoh itu Allah yang ngatur. Kalau kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan berusaha," jawab Bu Santy.


"Iya Bu. Kalau memang Aulia dan Bayu masih ada jodoh, pasti dimudahkan oleh Allah," sahut Pak Ridwan.


"Amin.," sahut mereka semua.


"Oh ya Aulia. Apa jawaban kamu atas permintaan Pak Ridwan kepada kamu untuk menjadi istri anaknya,?" tanya Ibunya.


Aulia tidak lekas menjawab namun menoleh kearah Bayu. Mereka berdua sejenak saling tatap dan kemudian saling lempar senyuman. Tampaknya mereka berdua masih nggak percaya kalau bakal menikah.


"Aulia setuju untuk menjadi istri Mas Bayu," jawabnya pelan sambil tertunduk malu.

__ADS_1


"Alhamdulilah., berarti sudah tidak ada halangan lagi," jawab Bu Santy.


"Iya Bu, saya juga sangat bersyukur sekali bahwa Aulia akan kembali sama Nak Bayu," jawab Ibunya Aulia.


"Berarti pertemuan kali ini semuanya sudah jelas, ya. Nanti langsung cari hari dan tanggal yang pas," sahut Pak Ridwan.


"Iya Pak. Saya ngikut saja apa yang Bapak dan Ibu rencanakan. Dan soal semua keperluannya juga apa kata Aulia dan Nak Bayu," jawab Ibunya.


"Iya Bu. Nanti kita bicarakan lagi soal itu


Yang jelas sekarang kita semua sudah tahu kalau hubungan mereka bakal menuju ke jenjang yang lebih serius," jawab Pak Ridwan.


"Bay, kamu dari tadi diam dan senyum-senyum saja. Komentar kek apa yang sudah kita sepakati," ucap Mamanya sambil menggoda Bayu.


"Eh iya, Ma. Bayu setuju saja. Kenapa Bayu diam karena Bayu bahagia sekali sampai tidak bisa berkata apa-apa," jawab Bayu malu-malu.


"Nah gitu dong bicara. Soalnya Mama perhatikan dari tadi kamu diam sambil pandangin Aulia sambil senyum-senyum," ucap Bu Santy.


Kemudian terlihat Aulia pamit berdiri lalu pergi ke belakang. Mereka kini melanjutkan obrolan santai sambil cerita-cerita. Sekitar sepuluh menit kemudian Aulia kembali lagi.


"Maaf Pak, Bu, Mas Bayu. Sebaiknya kita makan dulu. Semuanya sudah disiapkan di meja makan oleh Bibi dibantu Gani," ucap Aulia.


"Oh iya Nak. Makasih," jawab Bu Santy.


"Iya Aulia. Terima kasih," sahut Pak Ridwan.


Mereka akhirnya masuk menuju tuang makan yang letaknya di samping dapur dekat ruang keluarga. Pak Ridwan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan rumah itu.


Rumahnya sangat luas dan semua perabotan serta pajangan rata-rata terbuat dari kayu dengan ukiran jaman dulu. Mungkin benar apa yang menjadi bahan omongan orang di luar, kalau Pak Broto itu rentenir kaya raya sehingga tak heran jika mempunyai rumah yang besar dengan perabotan yang bagus.


"Silakan duduk Pak, Bu,Mas Bayu," ucap Aulia.


Mereka bertiga mengangguk sambil menempati kursinya masing-masing. Di meja tampak tersedia macam-macam menu makanan tradisonal kota Surabaya. Ada sate kelapa, rawon, lalu ada juga ayam bakar plus urap-urap. Kemudian tak lupa ada lontong sayur dan lonyong balap.

__ADS_1


"Ya ampun Lia, ini makanan banyak sekali. Macam-macam pula menunya. Apa habis ini semua, Nak,?" tanya Bu Santy.


"Nggak apa-apa, Bu. Kebetulan salah satu menu masakan ini ada di warungnya Ibu saya. Bapak dan Ibu biar tahu apa yang dijual di warung Ibu, sekalian promosi," jawab Aulia sambil tersenyum.


"Woow,,! Benarkah? Apa menu itu,?" tanya Bu Santy.


"Di warung Ibu saya biasanya ada rawon dan lontong sayur. Kalau yang lainnya nggak ada. Tapi, semuanya masak sendiri, loh Bu,?" jawab Aulia.


"Iya Ma, Bayu pernah diajak makan di warung Ibunya Aulia. Waktu itu kalau nggak salah Bayu makan lontong sayur. Dan rasanya uenak banget, Ma," sahut Bayu.


"Oh iya. Kalau begitu Mama akan coba lontong sayurnya aja. Jadi penasaran," jawab Bu Santy.


"Iya silakan, Bu. Cicipi semuanya nggak apa-apa," sahut Ibunya Aulia.


Akhirnya mereka semua menikmati makan siang dengan lahapnya. Semuanya tampak bahagia sekali dengan moment kali ini. Bayu dan Aulia sesekali terlihat saling pandang satu sama lain. Mereka juga merasakan kebahagiaan itu.


Gani yang melihat Aulia dan Bayu bakal menikah juga senang sekali. Karena bagaimanapun keduanya dulu berencana menikah atas sarannya karena dia merasa Aulia adalah perempuan yang baik dan pantas buat Bayu.


"Oh iya Lia, tadi perempuan yang mengantar kamu keluar ke ruang tamu itu siapa,?" tanya Bayu tiba-tiba.


"Oh itu tadi orang salon yang membantu menata penampilanku saat ini," jawab Aulia.


"Oh gitu. Terus dia kemana, kok nggak ikut gabung sekalian makan disini,?" tanya Bayu.


"Dia tadi langsung balik, Mas. Emangnya kenapa, Mas,?" tanya Bayu penasaran.


"Nggak apa-apa, kok. Ya sudah dilanjut saja makannya," jawab Bayu.


"Kenapa tiba-tiba Mas Bayu nanyain perempuan yang dandanin aku tadi.?"


-------------------------------


Next....

__ADS_1


__ADS_2