MENGENANGMU

MENGENANGMU
MENGENANGMU Part : 92 (Makan siang)


__ADS_3

Kini mereka sedang makan siang bersama. Aulia, Bayu, Gani serta Bi Lastri sudah berada di meja makan. Sedangkan Pak Karim dan Pak Bardi belum gabung.


"Silakan Mas Bayu, ini saya masakan sayur asem sama udang goreng tepung.," ucap Bi Lastri.


"Hmmm, ini kesukaan saya Bi. Makasih ya sudah repot-repot masak buat kita," jawab Bayu.


"Nggak apa-apa, Mas. Ini tidak merepotkan karena sudah biasa masak seperti ini," sahut Bi Lastri.


"Iya Mas, ayo silakan dimakan," seru Aulia.


Makan siang yang tak di rencanakan akhirnya terlaksana. Bayu dan Gani senang sekali karena merasa disambut dengan baik.


Tak lama kemudian Pak Bardi dan Pak Karim ikut gabung untuk makan siang bersama. Mereka akhirnya terlibat obrolan yang serius tapi santai.


Semua yang tinggal di rumahnya Aulia yang baru menyambut bail kedatangan Bayu. Mereka sangat bersikap baik dan ramah dengan Bayu.


Apalagi Pak Bardi selaku orang kepercayaan almarhum Fatih, dia tidak menunjukkan rasa tidak suka sama sekali dan justru malah kini mereka tampak akrab.


"Saya ucapkan terima kasih banyak atas jamuannya, saya merasa tersanjung sekali karena sudah disambut seperti ini," ucap Bayu dengan senyum yang manis.


"Ah biasa saja Mas Bayu, kami semua yang ada disini senang dengan kedatangan Mas Bayu kesini," ucap Bi Lastri.


"Iya Mas, sekali lagi saya minta maaf atas sikap saya yang dulu, ya. Karena tuntutan kerja kita hampir salah faham," sahut Pak Bardi.


"Oh iya nggak apa-apa, Pak. Saya maklumi itu. Memang kalau sudah tuntutan kerjaan kita tidak bisa berkata apa-apa," jawab Bayu.


"Sebaiknya saya permisi pulang dulu, biar Aulia bisa istirahat," ucap Bayu sembari melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Kok buru-buru amat, Mas. Nggak apa-apa, kita semua senang atas kedatangan Mas Bayu," sahut Bi Lastri.


"Iya Bi makasih. Lain waktu saja saya main kesini lagi, sekarang sebaiknya saya pulang dulu," jawab Bayu.


"Terima kasih, ya Mas. Kamu sudah menjenguk aku. Salam sama Bu Santy dan Pak Ridwan," kini Aulia ikut menimpali.

__ADS_1


"Iya Lia, nanti aku sampaikan sama mereka. Kamu baik-baik saja, ya. Jaga kesehatan dan jangan lupa selalu bersyukur," ujar Bayu sambil menatap Aulia.


"Iya Mas, kamu juga jaga kesehatan. Jauh dari orang tua itu harus pintar-pintar jaga diri," tukas Aulia sambil menatap Bayu.


"Iya Lia, makasih ya. Oh iya Pak, Bi. Saya nitip Aulia, ya,?" ucap Bayu dengan penuh ketulusan.


"Iya Mas, tenang saja. Mbak Aulia akan aman bersama kami semua," sahut Bi Lastri.


"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu. Ayo Gani, Assalamualaikum.," ucap Bayu.


"Waalaikumsalam.," jawab mereka serempak.


Bayu dan Gani masuk ke dalam mobil. Kemudian tak lama mobil tersebut meninggalkan pelataran rumah Aulia. Dengan tatapan yang penuh harap Aulia merasa ada yang hilang dengan kepergian Bayu.


"Mbak, ayo saya antar ke kamar. Mbak Aulia harus istirahat," titah Bi Lastri.


"Iya Bi. Makasih."


"Oh iya Bi, saya mau tanya. Tadi kenapa Bi Lastri bilang kalau Mas Bayu itu orang baik, ramah, sholeh dan sabar itu gimana? Padahal saya tidak pernah nilang seperti itu sama Bibi," tanya Aulia setibanya di kamarnya.


"Astaghfirulloh., saya nggak sadar sama sekali Bi, sungguh saya tidak berpikir jauh akan akibat dari kalimat saya," jawab Aulia.


"Nggak apa-apa, Mbak. Namanya juga nggak sengaja. Yang penting Mas Bayu sudah tidak mempermasalahkannya," jawab Bi Lastri.


"Iya Bi," jawab Aulia.


"Oh iya Mbak, kalau Bibi perhatikan, Mas Bayu sangat peduli sama Mbak Aulia. Dia sangat baik sekali. Berarti apa yang saya bilang tadi tidak salah, kan Mbak,?" ucap Bi Lastri.


"Iya Bi, Mas Bayu memang sangat baik sekali."


"Mbak Aulia sabar, ya. Kalau memang kalian berjodoh pasti nanti ada jalan," icap Bi Lastri.


"Saya sebenarnya nggak berani berharap. Karena status saya sudah beda, Bi. Meskipun saya yakin kalau Mas Bayu masih cinta sama Aulia. Tapi, sepertinya Bu Santy kurang setuju," jelas Bi Lastri.

__ADS_1


"Mbak Aulia jangan berpikiran seperti itu. Mungkin itu hanya perasaan Mbak Aulia saja. Yang penting sekarang kembali ke Mas Bayunya sendiri, jadi yang sabar ya,? jawab Bi Lastri menghibur.


"Iya Bi. Makasih ya sudah menyupport Aulia."


"Iya Mbak sama-sama, Mbak."


.


.


.


Sedangkan di perjalanan pulang menuju rumahnya, Bayu dan Gani banyak bicara membahas Aulia.


"Kak, Kalau Gani perhatikan. Pekerja yang bekerja di rumah almarhum Kak Fatih itu ramah-ramah sama kita. Apalagi sama Kak Bayu. Padahal kan Kak Bayu itu dulu pacarnya Kak Aulia, setidaknya kan mungkin masih ada rasa gimana gitu sama Kak Bayu," ucap Gani.


"Iya Gan. Kakak sampai heran, respon semuanya sangat baik sekali. Kakak hampir nggak percaya," jawab Bayu.


"Benar Kak. Padahal Gani awalnya takut, kali aja ada yang nggak suka sama Kak Bayu," jawab Gani.


"Oh iya Gan, nanti mampir dulu ke ATM ya, Kakak mau ambil uang," ucap Bayu.


"Iya Kak."


Sekitar lima belas menit kemudian akhirnya mereka sampai di ATM. Bayu turun sedangkan Gani menunggu di dalam mobil.


Bayu menuju ATM dan berdiri di luar sambil nunggu antrian. Dia memainkan ponselnya dengan serius sambil nunggu antrian. Tapi ketika dia hendak maju ke depan karena antrian sudah begerak, tiba-tiba dia ditabrak oleh seseorang.


BRRUUUK...!!


"Eh., Maaf,!"


------------------------------

__ADS_1


Next..


__ADS_2